Berita

Pemimpin Tidak Amanah Jadi Akar Maraknya Korupsi, Agun Gunandjar; “Pemahaman Pancasila Harus Jadi Teladan Nyata”

Advertisements

Maraknya kasus korupsi yang mencuat belakangan ini dinilai sebagai cerminan lemahnya pemahaman dan pengamalan nilai-nilai Pancasila di kalangan pemimpin bangsa. Banyak pejabat yang dinilai belum menjadikan Pancasila sebagai pedoman moral dan keteladanan dalam menjalankan amanah berbangsa dan bernegara.

Pandangan tersebut disampaikan oleh anggota Komisi XIII DPR RI, Dr. Tr. H. Agun Gunandjar Sudarsa, Bc.Ip., M.Si., dalam acara “Gebyar Pemuda Inspiratif dan 4 Pilar Kebangsaan” yang berlangsung di Pendopo Wretikendayun, Balai Budaya Karangkamulyan, Kecamatan Cijeungjing, Kabupaten Ciamis, Senin (27/10/2025) siang.

Kegiatan tersebut digagas oleh DPD Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI) Ciamis dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-97.

Selain Agun, hadir pula sebagai narasumber Ketua DPD AMPI Ciamis Moh. Ijudin, motivator Aa Ramdani, serta dua kepala desa muda dan inovatif, yaitu Abdul Wahid Miftah Sofa, M.Pd. (Kades Beber, Cimaragas) dan Uus Jalu Kuswandi (Kades Karangkamulyan, Cijeungjing).

Pancasila Sebagai Fondasi Kepemimpinan Amanah

Dalam pemaparannya, Agun menegaskan bahwa seorang pemimpin yang amanah adalah mereka yang menempatkan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi.

Ia menilai, banyak pejabat saat ini yang gagal menjalankan fungsi tersebut karena tidak menjadikan Pancasila sebagai dasar berpikir dan bertindak dalam kehidupan sehari-hari.

“Baik dalam mengambil kebijakan maupun ketika mengangkat pejabat, seorang pemimpin sejati harus mengutamakan kepentingan rakyat. Cara pandangnya harus diarahkan untuk mencapai tujuan negara serta melindungi segenap bangsa Indonesia,” ujar Agun.

Baca Juga :  Kementan Bangun Puluhan Kandang Ayam di Ciamis, Peternak Didorong Naik Kelas

Lebih jauh, Agun menekankan pentingnya tanggung jawab moral dan integritas bagi para pemimpin. Menurutnya, setiap kebijakan publik harus diiringi dengan komitmen untuk menepati ucapan dan menanggung akibat dari setiap keputusan yang diambil.

“Pemimpin yang bertanggung jawab pasti akan bersikap konsisten dalam menjalankan kebijakan. Kalau kebijakan BLT ditetapkan 10 untuk rakyat, maka yang sampai ke rakyat juga harus 10. Bukan delapan atau lima,” tegasnya.

Semangat Sumpah Pemuda Sebagai Inspirasi

Dalam kesempatan tersebut, Agun juga mengingatkan pentingnya meneladani semangat Sumpah Pemuda sebagai pendorong bagi generasi muda untuk terus berkarya dan berkontribusi positif bagi bangsa.

Advertisements

Ia menilai, pemuda memiliki peran strategis dalam menjaga idealisme serta menjadi calon pemimpin masa depan yang berintegritas.

“Sumpah Pemuda bukan sekadar peringatan sejarah, tetapi momentum untuk memperkuat karakter dan semangat juang generasi muda dalam menggapai cita-cita. Dari sinilah lahir pemimpin-pemimpin yang tangguh dan amanah di masa depan,” ujar Agun menambahkan.

Penghargaan untuk Pemuda Inspiratif

Ketua DPD AMPI Ciamis, Moh. Ijudin, dalam sambutannya menjelaskan bahwa kegiatan “Gebyar Pemuda Inspiratif” merupakan agenda tahunan yang telah digelar untuk keempat kalinya oleh DPD AMPI Ciamis.

Biasanya, kegiatan ini memberikan tiga kategori penghargaan bagi pemuda berprestasi. Namun, pada tahun 2025, panitia hanya menetapkan satu kategori penghargaan khusus, yakni untuk Kepala Desa Beber, Cimaragas, Abdul Wahid Miftah Sofa, M.Pd., yang dinilai berhasil menghadirkan berbagai kebijakan inovatif dan berpihak pada rakyat.

Baca Juga :  Sambut Imlek 2026: Harmoni Shio Kuda Api dan Potret Toleransi di Kampung Kerukunan Ciamis

Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Dr. Agun Gunanjar Sudarsa selaku penasehat AMPI, sebagai bentuk apresiasi terhadap dedikasi Wahid dalam membangun desa dengan prinsip partisipatif dan transparan.

Membangun Regenerasi Pemimpin Daerah

Di akhir acara, Moh. Ijudin menyampaikan harapannya agar kegiatan ini dapat menjadi wadah pembinaan bagi generasi muda Ciamis untuk terus berkembang dan menyiapkan diri menjadi pemimpin masa depan.

“Kami berharap, melalui kegiatan ini lahir para pemuda yang tidak hanya cerdas dan berprestasi, tetapi juga memiliki kepekaan sosial serta tanggung jawab moral terhadap bangsa dan negara,” ungkapnya.

Kegiatan yang berlangsung meriah tersebut juga diwarnai dengan diskusi interaktif, pembacaan ikrar pemuda, serta penampilan seni budaya daerah sebagai bentuk ekspresi kebanggaan terhadap jati diri bangsa.

Dengan terselenggaranya “Gebyar Pemuda Inspiratif dan 4 Pilar Kebangsaan” ini, pesan moral tentang pentingnya mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan berbangsa kembali digaungkan.

Sebab, hanya dengan menjunjung tinggi kejujuran, tanggung jawab, dan amanah, Indonesia dapat melahirkan generasi pemimpin yang bersih, kuat, dan berintegritas.

Advertisements

Back to top button

Eksplorasi konten lain dari Reportasee.com™

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker