Berita

Transformasi Layanan Kesehatan di Ciamis Pasca Pemekaran Kecamatan Sindangkasih

Pemekaran wilayah seringkali menjadi titik balik perubahan tata kelola pelayanan publik, termasuk bidang kesehatan. Hal ini pula yang terjadi di Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, setelah Kecamatan Sindangkasih resmi memisahkan diri dari Kecamatan Cikoneng pada 12 Maret 2004, berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Ciamis Nomor 15 Tahun 2004.

Sejak saat itu, sistem pelayanan kesehatan di wilayah tersebut mengalami transformasi signifikan — baik dari sisi kelembagaan, infrastruktur, maupun jangkauan layanan kepada masyarakat.

Dari Satu Kecamatan, Lahir Dua Pusat Layanan Kesehatan

Sebelum pemekaran, Kecamatan Cikoneng menaungi 18 desa, dan seluruh layanan kesehatan dasar terpusat di Puskesmas Cikoneng yang kala itu beralamat di Jalan Raya Sindangkasih, tepat di pertigaan yang kini menjadi jalur satu arah.

Seorang pegawai senior Dinas Kesehatan Ciamis, Dedi, mengenang masa itu dengan baik.

“Tahun 1987 saya sudah bertugas di Puskesmas Cikoneng. Wilayah kerjanya luas sekali, mencakup 18 desa. Bahkan Pustu di Desa Budiasih sudah ada waktu itu,” ujarnya.

Menurutnya, Puskesmas tersebut menjadi tumpuan utama pelayanan kesehatan masyarakat di dua kecamatan sebelum Sindangkasih dimekarkan.

Setelah pemekaran 2004, wilayah kerja itu kemudian dibagi menjadi dua bagian: Puskesmas Mandalika, yang kini kembali bernama Puskesmas Cikoneng, serta Puskesmas Sindangkasih yang berdiri di lokasi baru di Jalan Nasional III Sindangkasih.

Perubahan tersebut menjadi tonggak penting dalam upaya memperluas akses layanan kesehatan masyarakat di wilayah selatan Ciamis.

Jejak Historis: Dari Puskesmas Cikoneng ke Puskesmas Sindangkasih

Menariknya, laman resmi Puskesmas Sindangkasih (pkm-sindangkasih.pemkab-ciamis.go.id) mencantumkan bahwa lembaga ini berdiri sejak tahun 1949 dengan nama awal Puskesmas Cikoneng.

Klaim ini menimbulkan pertanyaan, mengingat secara nasional konsep Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) baru diperkenalkan pemerintah Indonesia pada 1968.

Ketika dikonfirmasi, Dedi mengatakan tidak mengetahui secara pasti tahun berdirinya lembaga tersebut. Namun, ia memastikan bahwa pada tahun 1987, fasilitas pelayanan kesehatan bernama Puskesmas Cikoneng sudah beroperasi.

Baca Juga :  PWI Ciamis Dorong Partisipasi Pemilih Pemula untuk Pilkada Serentak 2024

“Kalau tahun berdirinya saya tidak tahu pasti. Tapi saat saya mulai bertugas, Puskesmas itu sudah ada dan sudah melayani masyarakat dari dua wilayah,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Bagian Tata Usaha Puskesmas Sindangkasih, Yuyun Harun, S.Kep, juga mengaku tidak mengetahui detail sejarah berdirinya lembaga yang kini dipimpinnya.

“Mohon maaf, saya tidak tahu tentang sejarahnya,” tulis Yuyun saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp.

Upaya konfirmasi kepada Kepala Bidang Pelayanan Dinas Kesehatan Ciamis, Acep Jhoni, pada Senin (27/10) belum membuahkan hasil karena yang bersangkutan tidak berada di ruang kerja.

Modernisasi dan Perluasan Layanan Pasca Pemekaran

Meski awal pendiriannya belum sepenuhnya terverifikasi, transformasi nyata terlihat pasca pemekaran Sindangkasih.

Pemerintah Kabupaten Ciamis memperkuat fasilitas kesehatan dasar dengan membangun gedung baru Puskesmas Sindangkasih di Jalan Nasional III, lokasi yang lebih strategis dan mudah dijangkau warga dari sembilan desa di kecamatan tersebut.

Puskesmas baru ini kini menjadi pusat pelayanan kesehatan yang lebih modern, dengan fasilitas pemeriksaan gigi, laboratorium sederhana, poli umum, hingga layanan KIA (Kesehatan Ibu dan Anak).

Langkah tersebut menjadi bukti bahwa pemekaran wilayah tidak hanya berimplikasi pada perubahan administratif, tetapi juga pada peningkatan aksesibilitas layanan publik, khususnya di bidang kesehatan.

Selain itu, Puskesmas Sindangkasih turut berperan aktif dalam program Kesehatan Masyarakat (Kesmas), penanggulangan penyakit menular, serta pembinaan kesehatan lingkungan.

Program-program ini menjadi bagian dari strategi pemerintah daerah untuk memperluas cakupan layanan sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat pedesaan.

Konteks Sejarah Nasional: Dari Bandung Plan ke Puskesmas Modern

Untuk memahami konteksnya, perlu diingat bahwa sejarah Puskesmas di Indonesia bermula dari gagasan Dr. Johannes Leimena pada 1930-an melalui konsep “Bandung Plan”.

Baca Juga :  DPRKPLH Ciamis Kucurkan Rp 1 Miliar untuk Rutilahu 2025

Ide tersebut bertujuan menghadirkan layanan kesehatan dasar yang menjangkau masyarakat hingga tingkat desa.

Setelah Indonesia merdeka, konsep itu diwujudkan secara resmi pada tahun 1968, saat pemerintah mendirikan Puskesmas pertama kali di berbagai daerah.

Sejak itu, Puskesmas menjadi pilar utama sistem kesehatan nasional, terutama di tingkat kecamatan.

Jika merujuk pada catatan ini, maka klaim berdirinya Puskesmas Sindangkasih pada tahun 1949 kemungkinan besar mengacu pada bentuk awal fasilitas kesehatan masyarakat, seperti balai pengobatan atau pos kesehatan desa, yang kemudian berkembang menjadi Puskesmas setelah 1968.

Arah Baru Pelayanan Kesehatan di Ciamis

Transformasi Puskesmas Sindangkasih menjadi bagian penting dari reformasi sistem kesehatan daerah di Kabupaten Ciamis.

Pemerintah kini mendorong setiap Puskesmas untuk beradaptasi dengan tuntutan zaman — dari digitalisasi administrasi pasien hingga penerapan Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga (PIS-PK).

Puskesmas Sindangkasih menjadi contoh bagaimana perubahan struktur wilayah dapat mendorong peningkatan layanan publik jika diikuti dengan perencanaan dan penguatan infrastruktur yang tepat.

Ke depan, Dinas Kesehatan Ciamis diharapkan melakukan pendataan dan dokumentasi sejarah lembaga-lembaga kesehatan di wilayahnya, agar warisan perjalanan panjang pembangunan kesehatan di daerah ini tidak hilang ditelan waktu.

Pemekaran Kecamatan Sindangkasih pada tahun 2004 tidak hanya menciptakan batas administratif baru, tetapi juga memicu transformasi besar dalam layanan kesehatan masyarakat.

Dari satu Puskesmas yang melayani 18 desa, kini warga Cikoneng dan Sindangkasih memiliki dua fasilitas kesehatan yang lebih fokus dan terjangkau.

Meski masih ada tanda tanya soal tahun berdirinya Puskesmas Sindangkasih, satu hal pasti — perubahan struktur wilayah telah membuka jalan bagi peningkatan pelayanan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat Ciamis secara keseluruhan.

Back to top button

Eksplorasi konten lain dari Reportasee.com™

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca