
Kreator konten sekaligus pemerhati satwa, Muhammad Panji atau yang dikenal luas sebagai Panji Petualang, berencana mengangkat sosok pengusaha dan pehobi ikan koi, Hartono Soekwanto, sebagai bagian dari kampanye kepedulian lingkungan melalui media sosial.
Langkah tersebut dilatarbelakangi kekaguman Panji terhadap gaya hidup Hartono yang dinilai konsisten menerapkan prinsip hidup selaras dengan alam.
Kekaguman itu disampaikan Panji usai mengunjungi langsung kediaman Hartono di Kota Bandung, Sabtu (24/1).
Dalam kunjungan tersebut, Panji melihat secara langsung bagaimana nilai-nilai pelestarian lingkungan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, tidak hanya sebatas wacana.
“Om Hartono sangat menginspirasi saya. Bukan hanya karena kecintaannya terhadap binatang, tetapi juga karena beliau benar-benar mengedepankan pentingnya menjaga lingkungan dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Panji.
Kediaman Hartono sendiri dirancang dengan konsep alami yang kuat. Selain memiliki sejumlah kolam ikan koi, hampir seluruh area rumah dipenuhi pepohonan rindang.
Keberadaan vegetasi tersebut menciptakan suasana sejuk tanpa bergantung pada pendingin udara.
“Di rumah ini tidak ada satu pun AC, tetapi udaranya tetap terasa adem karena banyaknya pohon,” kata Panji. Ia menilai konsep tersebut sebagai contoh nyata bahwa kenyamanan hunian dapat dicapai tanpa merusak lingkungan.
Panji juga menyoroti langkah Hartono yang secara khusus mendatangkan pohon-pohon berukuran besar dari Pulau Madura untuk dipindahkan dan ditanam kembali di lingkungan rumahnya.
Menurut Panji, upaya tersebut menunjukkan komitmen serius dalam menjaga keseimbangan alam.
“Ini benar-benar luar biasa. Cara hidup seperti ini mengajarkan bahwa manusia seharusnya hidup berdampingan dan menyatu dengan alam,” ujarnya.
Sebagai kreator konten dengan jutaan pengikut, Panji memastikan kisah Hartono akan diangkat dan disebarluaskan melalui platform media sosialnya.
Ia berharap nilai-nilai yang ditunjukkan Hartono dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat luas, khususnya generasi muda.
“Harapannya, kisah ini bisa membuka kesadaran tentang pentingnya menjaga lingkungan dan bijak dalam memanfaatkan hasil alam. Hal ini terlihat sederhana, tetapi dalam praktiknya tidak mudah,” kata Panji.
Selain kepedulian terhadap lingkungan, Panji juga menaruh perhatian pada kiprah Hartono dalam dunia ikan koi.
Hartono diketahui pernah meraih gelar juara dunia kontes ikan koi di Jepang beberapa tahun silam.
Prestasi tersebut tidak lantas membuatnya menjadikan hobi sebagai ajang eksklusif, melainkan sarana berbagi manfaat kepada masyarakat.
Salah satu bentuk kepedulian sosial itu diwujudkan melalui penebaran ribuan ikan koi berkualitas tinggi di Situ Cipanten, Kabupaten Majalengka, pada Minggu (11/1).
Dalam kegiatan tersebut, Hartono menebarkan sebanyak 2.165 ekor ikan koi.
“Memelihara koi bukan hanya untuk kesenangan pribadi, tetapi juga harus memberi manfaat bagi orang lain,” ujar Panji, menirukan prinsip yang dipegang Hartono.
Ribuan ikan koi yang ditebar tersebut memiliki nilai ekonomi yang sangat tinggi.
Sebagian di antaranya merupakan koi pilihan yang didatangkan langsung dari Jepang, dengan total nilai diperkirakan mencapai lebih dari Rp3 miliar.
Hartono merinci, sekitar 2.000 ekor merupakan koi berkualitas unggulan dengan nilai jutaan rupiah per ekor.
Selain itu, terdapat 165 ekor koi indukan super premium dengan harga satuan mencapai sekitar Rp350 juta, setara dengan nilai sebuah mobil mewah.
Koi-koi elit tersebut terdiri dari berbagai jenis unggulan, seperti Kawarimono, Hi Utsuri, dan Mix Gosanke.
Penebaran koi berkualitas tersebut berdampak positif terhadap Situ Cipanten sebagai destinasi wisata.
Kawasan tersebut kini ramai dikunjungi wisatawan yang tertarik melihat keindahan ikan koi di perairan alami.
Hartono pun optimistis koi-koi tersebut dapat hidup dan berkembang dengan baik. Ia menyebut Situ Cipanten memiliki tujuh sumber mata air yang menjadi penopang utama kualitas lingkungan perairan.
“Dengan tujuh sumber mata air yang dimiliki Situ Cipanten, saya yakin koi-koi pilihan ini dapat hidup sehat,” ujarnya.
Melalui pengangkatan kisah Hartono di media sosial, Panji berharap pesan pelestarian lingkungan, kepedulian sosial, dan pemanfaatan alam secara bijak dapat menjangkau lebih banyak lapisan masyarakat.
Sekaligus, Panji menambahkan, mendorong kesadaran kolektif untuk menjaga keberlanjutan lingkungan hidup.





