Berita

Pesantren Virtual Ramadhan 1447 H, Ikhtiar Sinergi Foundation Hadirkan Kajian Islam Relevan Zaman

Menyambut bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah, Sinergi Foundation kembali menghadirkan program unggulannya, Pesantren Virtual, sebagai ikhtiar memperluas akses pembelajaran Islam yang selaras dengan kebutuhan umat di era modern.

Program kajian keislaman berbasis daring ini dirancang untuk menemani masyarakat Muslim menjalani Ramadhan secara lebih bermakna melalui proses belajar, refleksi, dan penguatan nilai spiritual.

Pada penyelenggaraan tahun ini, Pesantren Virtual mengangkat tema “Hati yang Berlabuh: Pedoman Menata Hidup dalam Cahaya Alquran”.

Tema tersebut merefleksikan upaya Sinergi Foundation untuk menghadirkan kajian yang tidak hanya bersifat normatif, tetapi juga aplikatif dalam menjawab persoalan kehidupan kontemporer.

Mulai dari kesehatan mental, relasi keluarga, hingga keseimbangan antara pekerjaan dan ibadah.

Sebagai program yang dilaksanakan sepenuhnya secara daring, Pesantren Virtual memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk mengikuti kajian tanpa terhalang jarak dan waktu.

Program ini dapat diakses oleh berbagai kalangan, baik pemuda, orang tua, maupun masyarakat dengan mobilitas tinggi, dari berbagai wilayah di Indonesia.

Fleksibilitas tersebut menjadikan Pesantren Virtual sebagai salah satu alternatif pembelajaran Islam yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan gaya hidup masa kini.

Baca Juga :  Kalahkan Lawan-Lawan Muda, Hartono Soekwanto Juara Sirnas Padel 2025 Surabaya

Sepanjang bulan Ramadhan, peserta akan disuguhkan beragam materi inspiratif yang disampaikan oleh para narasumber lintas disiplin ilmu.

Topik kajian mencakup penguatan kesehatan mental dan emosional, parenting Islami, relasi dalam keluarga, peran perempuan dalam kehidupan modern, serta upaya menumbuhkan ketenangan jiwa melalui tuntunan Alquran.

Selain memperoleh pemahaman keislaman yang kontekstual, peserta juga berkesempatan memperluas jejaring kebaikan dari berbagai daerah serta mendapatkan sertifikat santri virtual.

Pesantren Virtual merupakan program yang telah dijalankan Sinergi Foundation sejak tahun 2020.

Dalam kurun waktu lima tahun penyelenggaraan, program ini telah menghadirkan 45 narasumber dan diikuti oleh lebih dari 8.000 peserta.

Konsistensi tersebut menunjukkan komitmen Sinergi Foundation dalam menghadirkan ruang pembelajaran Islam yang inklusif, berkelanjutan, dan responsif terhadap kebutuhan umat.

Pada Ramadhan 2026, Pesantren Virtual menghadirkan sembilan pemateri yang berasal dari beragam latar belakang keilmuan, mulai dari pendakwah, praktisi kesehatan, hingga pemerhati keluarga dan perempuan.

Di antaranya adalah Ustadz dr. Raehanul Bahraen yang membahas isu self-love dalam perspektif Islam, Ustadz Asep Sobari yang mengulas fenomena sosial generasi muda, hingga para praktisi yang mengangkat isu parenting, kesehatan mental, dan keseimbangan hidup.

Baca Juga :  Pelaku Penyiraman Air Keras di Bekasi Terancam 8 Tahun Penjara

Seluruh materi dirancang untuk membantu peserta memahami ajaran Islam secara lebih relevan dengan realitas kehidupan sehari-hari.

Melalui Pesantren Virtual Ramadhan 1447 H, Sinergi Foundation mengajak masyarakat untuk memaknai Ramadhan tidak semata sebagai bulan ibadah ritual, tetapi juga sebagai momentum pembelajaran dan transformasi diri.

Program ini diharapkan dapat menjadi sarana bagi umat Islam untuk menata kembali arah hidup, memperkuat ketenangan batin, serta menumbuhkan kesadaran akan pentingnya nilai-nilai Alquran dalam menghadapi tantangan zaman.

Informasi lebih lanjut dapat diperoleh dengan menghubungi Wahyu di nomor 0898 251 0007 atau Ikhwan di nomor 0851 4215 6644.

Dengan menghadirkan kajian Islam yang inklusif, kontekstual, dan mudah diakses, Pesantren Virtual menjadi salah satu upaya nyata Sinergi Foundation dalam memperkuat literasi keislaman masyarakat serta menghadirkan Ramadhan yang lebih bermakna di tengah perubahan zaman.

Back to top button

Eksplorasi konten lain dari Reportasee.com™

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca