25.7 C
Indonesia
Minggu, September 22, 2019
No menu items!

Mikroba Baru Degradasi Minyak Menjadi Gas

Wajib Baca

Keunikan Panggung di Atas Laut di Festival Musik Kepulauan Seribu

Reportasee.com, Kepulauan Seribu, - Keunikan Panggung di Atas Laut di Festival Musik Kepulauan Seribu. Oceanik Folk Festival...

Era Revolusi Industri 4.0, Kenali Peluang Profesi Baru Ini

Perkembangan teknologi di Indonesia saat ini sudah mencapai era revolusi industry 4.0. Keadaan seperti ini membuat banyaknya...

Daftar Kuliner Dari Betawi Yang Serba Nikmat

Indonesia memang kaya dengan keindahan alam dan kelezatan khas makanan di setiap daerah. Wisatawan baik dalam negeri...

Reportasee.com,- Mikroba baru mendegradasi minyak menjadi gas. Diketahui, minyak mentah dan gas bumi secara alami keluar dari dasar laut di berbagai tempat yang dikenal sebagai “Archaea.”

Melansir dari laman Science Daily, Rabu (21/08/2019), Di tempat itu, mikroba baru termasuk beberapa hidrokarbon bergerak naik dari batuan sumber melalui rekahan dan sedimen ke permukaan. Mereka bocor keluar dari tanah dan mempertahankan keragaman habitat padat penduduk di lautan gelap.

Sebagian besar mikroba baru terutama alkana sudah terdegradasi sebelum mencapai permukaan sedimen. Bahkan jauh di dalam endapan, yang mana tidak ada oksigen.

Ia menyediakan sumber energi penting bagi mikroorganisme di bawah permukaan. Beberapa di antara mereka disebut archaea. Archaea ini bagus untuk banyak kejutan dalam beberapa tahun terakhir.

Sebuah studi yang dipimpin oleh para ilmuwan dari Institut Max Planck untuk Mikrobiologi Kelautan di Bremen, Jerman memberikan informasi lingkungan, genom, dan gambar pertama dari mikroba yang berpotensi mengubah hidrokarbon rantai panjang.

Pemisahan Mikroba Baru

Mikroba itu memisahkan minyak menjadi metana dan karbon dioksida. Para ilmuwan telah menyebutnya Methanoliparia. Dalam proses pemisahan, mereka mengubah hidrokarbon melalui disproporsi alkana dengan memecahkan minyak menjadi metana (CH4) dan karbon dioksida (CO2).

Sebelumnya, transformasi ini dianggap membutuhkan kemitraan yang kompleks antara dua jenis organisme, archaea dan bakteri.

Ilmuwan Institut Max Planck, Gunter Wegener telah menyajikan bukti untuk solusi yang berbeda. Yang mana ia berhasil memetakan mikroba baru yang berpotensi mendegradasi minyak menjadi metana dengan sendirinya.

Pengumpulan Sampel Mikroba Baru

Wegener mengatakan, Organisme baru, Methanoliparia adalah sejenis makhluk komposit. Beberapa kerabatnya adalah archaea yang merendahkan hidrokarbon multi-karbon. Sementara yang lainnya adalah metanogen yang sudah lama membentuk metana sebagai produk metabolisme.

Dengan alat enzimatik gabungan dari keduanya, Methanoliparia mengaktifkan dan menurunkan minyak tetapi membentuk metana sebagai produk akhir.

Selain itu, visualisasi organisme mendukung mekanisme yang diusulkan dan menunjukkan bahwa sel Methanoliparia menempel pada tetesan minyak.

“Kami tidak menemukan petunjuk bahwa itu memerlukan bakteri atau archaea lain sebagai mitra,” lanjut Wegener. ***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Berita Terbaru

Keunikan Panggung di Atas Laut di Festival Musik Kepulauan Seribu

Reportasee.com, Kepulauan Seribu, - Keunikan Panggung di Atas Laut di Festival Musik Kepulauan Seribu. Oceanik Folk Festival...

Era Revolusi Industri 4.0, Kenali Peluang Profesi Baru Ini

Perkembangan teknologi di Indonesia saat ini sudah mencapai era revolusi industry 4.0. Keadaan seperti ini membuat banyaknya peluang profesi baru semakin banyak...

Daftar Kuliner Dari Betawi Yang Serba Nikmat

Indonesia memang kaya dengan keindahan alam dan kelezatan khas makanan di setiap daerah. Wisatawan baik dalam negeri maupun luar negeri banyak yang...

Jus buah sehat yang juga bermanfaat untuk kencantikan

Menjadi cantik pasti idaman bagi seluruh kaum wanita. Skincare dan perawatan tubuh selalu ada untuk mempercantik diri. Selain menggunakan skincare dan perawatan tubuh yang...

Daftar Makanan Penyebab Kulit Menua

Penuaan merupakan salah satu hal yang dihindari karena bisa membuat penampilan tidak menarik lagi. Banyak masyarakat terutama wanita untuk mencegah penuaan...
- Advertisement -

Artikel Serupa

- Advertisement -