32 C
Indonesia
Senin, Agustus 2, 2021
BerandaBeritaMelihat Hajar Aswad dari Dekat

Melihat Hajar Aswad dari Dekat

Reportasee.com – Kantor umum Kepresidenan Dua Masjid Suci merilis foto terbaru Batu Hajar Aswad yang sebelumnya tidak pernah terpublikasi. Ini merupakan kali pertama kita juga seluruh umat manusia di seluruh dunia dapat melihat foto Hajar Aswad dalam jarak yang amat dekat.

Perlu proses foto selama hampir tujuh jam dengan menggunakan Focus Track Panorama serta diperlukan proses editing hingga 50 jam untuk menghasilkan citra dari batu yang diberikan malaikat Jibril kepada Nabi Ibrahim ini, hingga dapat menghasilkan foto berkualitas tinggi dengan ketelitian 49.000 megapiksel.

Bagi umat muslim tentu sudah tidak asing lagi dengan batu mulia yang menjadi titik mula dan berakhirnya tawaf ini. Kali ini kita akan membahas batu yang disebut sebagai jantung Ka’bah ini.

Apa itu Hajar Aswad?

Secara harfiah, Hajar Aswad berarti batu hitam. Hajar Aswad adalah sebuah batu yang terletak disudut tenggara Ka’bah, Masjidil Haram, Mekah.

Umat Muslim yang melaksanakan ibadah haji pasti rela berdesak-desakan untuk dapat mencium Hajar Aswad.  Sebagai pengakuan atas semua dosa yang pernah dilakukan.

Sebenarnya, Hajar Aswad adalah sebuah batu yang utuh. Beberapa peristiwa sejarah menyebabkan Hajar Aswad terpecah menjadi 8 bagian batu dengan ukuran yang berbeda. Delapan batu ini kembali disatukan dalam sebuah batu besar berbingkai perak.

Tahun 1980, Elsebeth Thomson yang merupakan ahli dari Universitas Copenhagen berpendapat bahwa Hajar Aswad merupakan pecahan meteorit yang jatuh dan terbentur sekitar 6.000 tahun lalu di Wabar, 1.100 km dari Mekah.

JR Prescott, GB Robertson, C Shoemaker dalam sebuah karya berjudul ‘Luminescence dating of the Wabar Meteorite Craters, Saudi Arabia’ mematahkan pendapat Thomson.

Menurutnya, meteorit Wabar jatuh pada sekitar tahun 290 tahun silam, hal ini berbeda dengan Hajar Aswad yang sudah ada sejak zaman Nabi Ibrahim.

Sejarah Hajar Aswad

Pada awalnya, Hajar Aswad memiliki warna putih dan cahaya terang benderang. Saking terangnya, bahkan sampai bisa menerani seluruh jazirah Arab.

Seperti yang dikutip dari hadist riwayat Tirmidzi yang menyebutkan bahwa, ‘ Rasulullah SAW bersabda, “Batu hitam turun dari surga dan itu lebih putih dari susu, tetapi dosa anak-anak Adam mengubahnya menjadi hitam”’.

Adalah Nabi Ismail yang pertama kali menemukan Hajar Aswad dan memberikannya kapada ayahnya, yaitu Nabi Ibrahim. Nabi Ibrahim kemudian meletakan Hajar Aswad. Saat itu, Nabi Ibrahim memerintahkan Nabi Ismail untuk mencari agar dapat menutupi ruang kosong tembok Ka’bah.

Melihat Nabi ismail yang mencari batu terbaik ke berbagai bukit, Malaikat Jibril turun dan memberikan sebuah batu hitam. Nabi Ibrahim begitu gembira menerima batu yang dibawakan anaknya dan mencium batu tersebut beberapa kali. Kemudian nabi Ibrahim bertanya kepada putra kesayangannya dari mana ia mendapatkan batu tersebut.

Baca:  Rekomendasi Mouse Wireless Terbaik dan Responsif

Nabi Ismail saat itu menjawab “Batu ini aku dapat dari yang tidak memberatkan cucuku dan cucumu”. Mendengar jawaban dari sang Putra, Nabi Ibrahim mencium batu itu lagi, kali ini  Nabi Ismail juga melakukan hal yang sama.

Baca:  Rekomendasi Mouse Wireless Terbaik dan Responsif

Darisanalah awal mula umat muslim yang mencium Hajar Aswad ketika menunaikan ibadah haji. Dalam sejarahnya, Hajar Aswad mengalami banyak hal. Mulai dari hilang dicuri hingga berkali dihancurkan.

Mulai tahun 180-an, Abdullah Bin Zubair memasangkan lingkaran peta perak disekeliling Hajar Aswad untuk menjaga keutuhannya.  Pemasangan pita selanjutnya dialkuakn pada tahun 189 pada masa kekuasaan Harun ar-Rasyid.

Hajar Aswad pernah dicopot dengan paksa tepatnya pada 7 Zulhijah 317 H. Ja’far Bin Ilaj mendapatkan perintah langsung dari salah seorang tokoh dari golongan Qaramithah,Abu Thahir Al Qarmuti untuk mencopot Hajar Aswad dan membawanya ke Hajr (Ahsa).

Tak sampai disana, orang-orang Qaramithah yang merupakah salah satu sekte Syiah Isma’iliyah juga menggegerkan dunia Islam dengan perampokan dan dengan keji ia membuang mayat para Jemaah haji yang ia bunuh kedalam sumur Zam-zam.

Setelah 22 tahun, akhirnya Hajar Aswad dikembalikan kembali ke tempatnya setelah Khalifah Abbasiyah Al-Muthi Lillahi menebusnya dengan 30 ribu Dinar.

Seorang lelaki dari Romawi juga pernah memukul Hajar Aswad dengan cangkul hingga berbekas.

Seorang lelaki yang merupakan pengikut Bani Fatimiyah menghunuskan pedangnya dan memukul Hajar Aswad hingga pecah dan berjatuhan pada tahun 413H.

Pada tahun 1351H seorang lelaki dari Afganistan juga pernah mencukil pecahan Hajar Aswad dan mencuri potongan kain Kiswah serta sepotong perak pada tangga Ka’bah.

Panjangnya peristiwa yang dilalui Hajar Aswad membuat Raja Abdul Aziz bin Abdur Rahman Al Faisal As Saud pergi ke Masjidil al-Haram untuk perekatan pecahan Hajar Aswad setelah sebelumnya para ahli sudah menentukan bahan khusus yang dapat digunakan.

Keistimewaan

Terdapat 4 keistimewaan yang dimiliki oleh Hajar Aswad. Yang pertama, ia merupakan satu-satuya batu yang oleh agam diisyaratkan untuk mencium dan mengusapkan tangan padanya.

Kedua, Hajar Aswad menempati posisi sebagai batu yang paling mulia dibumi dan terletak tepat pada Ka’bah bagian timur laut yang merupakan sudut pertama Ka’bahyang dibangun oleh Nabi Ibrahim.

Ketiga, Hajar Aswad selalu penanda awal dan akhir dari tawaf. Dan terakhir, saat hari kiamat nanti Hajar Aswad akan menjadi saksi bagi seluruh umat manusia. Ia akan menjadi saksi bagi siapapun yang menyentuhnya.

Nah bagaimana? Semakin takjub ya, MasyaAllah.Semoga semua umat muslim bisa mendapatkan kesempatan tidak hanya melihat namun juga bisa menyentuh dan menciumnya dengan khidmat. Selamat berbuka puasa!

Berita Terkait
- Advertisment -

Paling Populer