
Ratusan mahasiswa KKN Unigal (Universitas Galuh) secara resmi berkumpul di halaman Pendopo Kabupaten Ciamis pada Selasa (29/07/2025) untuk bersiap terjun ke tengah masyarakat.
Dalam momentum pelepasan tersebut, mereka mendapatkan pembekalan khusus mengenai pentingnya penguasaan ilmu komunikasi praktis agar program kerja yang direncanakan dapat berjalan secara efektif.
Langkah ini dinilai krusial mengingat para mahasiswa akan langsung berhadapan dengan dinamika sosial yang beragam di lokasi pengabdian.
Dewan Pembina Yayasan Pendidikan Galuh sekaligus anggota DPR RI Dapil Jawa Barat XIII, Dr. Agun Gunandjar Sudarsa, Bc.,IP., M.Si., hadir langsung memberikan motivasi.
Tokoh nasional asal Ciamis tersebut membagikan pengalaman strategisnya mengenai bagaimana cara menjalin kedekatan dengan warga setempat.
Menurutnya, teori yang didapatkan di bangku kuliah tidak akan berjalan maksimal tanpa adanya kecakapan komunikasi yang persuasif.
Ringkasan Berita
Urgensi Ilmu Komunikasi bagi Mahasiswa KKN Unigal
Saat berinteraksi dengan warga, kemampuan menyampaikan gagasan secara santun dan jelas menjadi modal utama.
Dr. Agun Gunandjar Sudarsa menegaskan bahwa komunikasi merupakan keterampilan mendasar yang wajib dikuasai oleh setiap mahasiswa KKN Unigal.
Ketika hubungan emosional antara mahasiswa dan masyarakat sudah terbangun dengan baik, maka program kerja sekompleks apa pun akan lebih mudah diterima.
“Ilmu komunikasi sangat penting. Komunikasi yang efektif dapat membantu membangun hubungan yang kuat, menyelesaikan konflik, meningkatkan produktivitas, dan meraih tujuan bersama,” ujar legislator senior tersebut di hadapan peserta.
Lebih lanjut, beliau menjelaskan bahwa komunikasi bukan sekadar proses menyampaikan pesan atau instruksi secara satu arah.
Sebaliknya, proses ini merupakan sarana untuk memahami sudut pandang orang lain serta menciptakan hubungan yang harmonis.
Tantangan di lapangan cenderung dinamis, sehingga pendekatan yang humanis menjadi kunci utama keberhasilan program pengabdian.
Setiap desa tempat mahasiswa KKN Unigal mengabdi tentu memiliki karakteristik dan adat istiadat yang berbeda.
Oleh karena itu, para peserta dituntut untuk mampu membaca situasi dan menerapkan metode komunikasi yang paling tepat.
Hubungan yang selaras dengan perangkat desa, tokoh pemuda, dan tokoh agama akan menentukan seberapa besar dampak positif yang ditinggalkan oleh mahasiswa.
Menguji Pengetahuan di Laboratorium Sosial Masyarakat
Selain menyoroti aspek komunikasi, momentum ini juga menjadi sarana nyata bagi mahasiswa KKN Unigal untuk menerapkan ilmu multidisiplin yang telah mereka pelajari.
Kampus telah memberikan landasan teoritis yang matang, namun ujian sesungguhnya adalah bagaimana teori tersebut dikonversi menjadi solusi konkret atas permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat desa.
KKN tidak boleh dipandang hanya sebagai rutinitas atau kewajiban akademik demi menggugurkan beban SKS semata.
Kegiatan ini merupakan media pembelajaran sosial yang sangat berharga untuk memperkaya pengalaman hidup mahasiswa.
Melalui interaksi langsung, kepekaan sosial dan jiwa kepemimpinan para peserta akan terasah secara alami.
Pria yang sukses memecahkan rekor MURI sebagai anggota DPR RI selama tujuh periode berturut-turut itu menegaskan bahwa KKN adalah laboratorium nyata bagi mahasiswa.
Menurutnya, momen ini harus dimanfaatkan secara maksimal untuk menguji seluruh teori dan ilmu yang telah mereka pelajari di bangku kuliah agar memberikan manfaat langsung bagi masyarakat desa.
Sebagai representasi dari “Kampus Konservasi dan Lingkungan”, para mahasiswa KKN Unigal juga mengemban misi besar untuk menyebarkan semangat kepedulian lingkungan.
Kampus Unigal berkomitmen mencetak generasi muda yang inklusif, memiliki integritas tinggi, serta tanggap terhadap isu-isu ekologi lokal.
Hal ini sejalan dengan tantangan global yang menuntut aksi nyata dari dunia akademik.
Membangun Jejaring Sejak Dini untuk Masa Depan
Melalui program pengabdian ini, para mahasiswa KKN Unigal didorong untuk mulai membangun jejaring (networking) yang kuat sejak dini.
Pengalaman berorganisasi dan mengelola konflik di tingkat desa akan menjadi portofolio berharga ketika mereka lulus dan memasuki dunia kerja yang sesungguhnya.
Idealisme mahasiswa harus tetap terjaga, namun harus diimbangi dengan sikap fleksibel dalam bergaul.
Pihak yayasan dan rektorat menaruh harapan besar agar kehadiran para peserta di tengah masyarakat mampu memberikan nilai tambah yang signifikan.
Kreativitas mahasiswa dalam menciptakan inovasi desa, baik di bidang ekonomi kreatif, digitalisasi, maupun pelestarian lingkungan, sangat dinantikan oleh warga lokal.
Di penghujung acara pembekalan, suasana di halaman Pendopo Ciamis tampak penuh semangat. Ratusan mahasiswa KKN Unigal memberikan apresiasi tinggi atas motivasi dan arahan yang telah diberikan.
Kegiatan kemudian ditutup dengan sesi foto bersama dan ucapan selamat berjuang kepada seluruh delegasi yang akan segera berangkat menuju desa penempatan masing-masing.
“Selamat kepada para peserta KKN. Semoga keberadaan kalian dapat memberikan nilai tambah bagi masyarakat, sejalan dengan identitas Unigal sebagai kampus konservasi dan lingkungan,” pungkasnya.





