27.8 C
Indonesia
Sabtu, Oktober 19, 2019
No menu items!

Letusan Gunung Berapi Russia Ungukan Matahari

Wajib Baca

Lagi viral, 7 Manfaat Batang Pohon Pisang yang Tersembunyi

Pisang merupakan salah satu tananaman yang tidak asing lagi terdengar. Bahkan, buah ini juga menjadi favorit banyak...

Makanan Khas Bangka Belitung Ini Akan Membuat Anda Ketagihan

Bangka belitung sebuah daerah di indonesia yang ketika mendengarnya pasti merasa tidak asing lagi. Tapi taukah Anda apa...

Mitos BBM Irit Berikut Ternyata Salah Besar

Setiap pemilik kendaraan pasti menginginkan kendaraan mereka tidak terlalu boros terhadap bahan bakar bakar, hal tersebut tentu...

Reportasee.com,- Letusan gunung berapi di Russia menyebabkan Matahari terbenam menjadi ungu. Para peneliti di University of Colorado Boulder telah mengemukakan fenomena itu.

Melansir dari CNN, Kamis (19/09/2019), Sebuah tim di University of Colorado Boulder memperhatikan bahwa Matahari terbit dan terbenam didominasi warna ungu selama musim panas. Hal ini disebabkan letusan gunung berapi yang hingga kini masih aktif.

Menurut laporan peneliti, aerosol telah menyebarkan sinar Matahari saat melewati udara. Partikelnya dikombinasikan dengan penyerapan cahaya oleh lapisan ozon.

Beberapa bulan yang lalu, letusan gunung berapi itu disebut sebagai Raikoke. Dalam prosesnya, fenomena tersebut mengirimkan abu dan gas vulkanik dari kawah selebar 700 meter ke atmosfer.

NASA membuat pernyataan, Letusan itu begitu besar sehingga bisa dilihat oleh para astronot di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS).

Uapan Letusan Gunung Berapi

Saat Matahari terbenam secara normal, cahaya sinarnya melakukan perjalanan melalui sejumlah atmosfer Bumi, dan cahaya biru mencerai-beraikan aerosol yang dihadapinya. Ini berarti lebih sedikit cahaya biru mencapai dari arah dekat matahari sehingga menyebabkan langit tampak oranye dan merah.

Ketika aerosol vulkanik hadir di stratosfer, cahaya biru yang tersebar dari aerosol yang lebih dekat ke permukaan Bumi dapat tersebar lagi. Cahaya itu bercampur dengan cahaya merah yang datang dari Matahari sehingga menghasilkan langit berwarna ungu.

Peneliti University of Colorado Boulder, Lars Kalnajs mengatakan, uapan letusan gunung berapi itu tidak perlu dikhawatirkan. Namun, siapapun harus tetap waspada pada saat fenomena itu terjadi.

Penelitian Terhadap Letusan Gunung Berapi

Dia mengutip letusan di Gunung Tambora pada tahun 1815 yang menyebabkan tahun tanpa musim panas lantaran hanya abu dan material vulkanik yang tersisa di atmosfer.

“Ada kegagalan panen di seluruh dunia, dan ada es di sungai-sungai Pennsylvania yang tidak mencair hingga beberapa bulan,” katanya.

Itulah salah satu alasan mengapa timnya melakukan penelitian. Data awal yang dikumpulkan sejauh ini menunjukkan bahwa beberapa lapisan aerosol di stratosfer 20 kali lebih tebal dari biasanya setelah letusan.

“Ini adalah letusan yang relatif kecil, tapi itu cukup berdampak pada sebagian besar belahan Bumi utara,” ujar Kalnajs. ***

- Advertisement -
Loading...

Tinggalkan Balasan

- Advertisement -

Berita Terbaru

Lagi viral, 7 Manfaat Batang Pohon Pisang yang Tersembunyi

Pisang merupakan salah satu tananaman yang tidak asing lagi terdengar. Bahkan, buah ini juga menjadi favorit banyak...

Makanan Khas Bangka Belitung Ini Akan Membuat Anda Ketagihan

Bangka belitung sebuah daerah di indonesia yang ketika mendengarnya pasti merasa tidak asing lagi. Tapi taukah Anda apa saja makanan khas Bangka Belitung...

Mitos BBM Irit Berikut Ternyata Salah Besar

Setiap pemilik kendaraan pasti menginginkan kendaraan mereka tidak terlalu boros terhadap bahan bakar bakar, hal tersebut tentu wajar mengingat mahalnya harga BBM...

Keindahan Wisata Air Panas Bukit Hitam

Alam memang tidak ada hentinya memberikan segala  pesonanya untuk kita semua, tidak terkecuali wisata air panas bukit hitam yang terletak di TWA Bukit...

Ini Dia Kuliner Lezat Di Jakarta Barat

Jika Anda sangat menyukai dunia kuliner, maka berburu kuliner di Jakarta Barat merupakan sesuatu hal yang salah satu hal yang harus dilakukan....
- Advertisement -

Artikel Serupa

- Advertisement -
%d blogger menyukai ini: