Lagi-lagi Kasus Pemerasan, Oknum Wartawan Ciamis Diciduk Polisi

0
161
Lagi-lagi Kasus Pemerasan, Oknum Wartawan Ciamis Diciduk Polisi
Foto : Ilustrasi

CIAMIS,- Lagi-lagi karena kasus pemerasan, oknum wartawan Ciamis diciduk Polisi. Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Ciamis menangkap tiga orang oknum wartawan bersama tiga orang rekan lainnya.  

Kapolres Ciamis, AKBP Bismo Teguh Prakoso, seperti dilansir dari HarapanRakyat.com, Senin (03/06/2019), menyebutkan keenam orang tersangka terpaksa diangkap karena melakukan pemerasan kepada pengusaha home industri di Dusun Selaawi, Desa Imbanagara, Kecamatan Ciamis, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat.

Menurut Bismo, sebelumnya keenam tersangka mendatangi korban. Korban merupakan seorang pengusaha bolu. Tersangka mengancam akan membuat berita tentang penggunaan gas 3 kilogram yang dilakukan korban.

Tersangka berdalih, pengusaha bolu rumahan seperti korban, tidak boleh menggunakan gas elpiji 3 kilogram. Karena gas elpiji 3 kilogram hanya dipakai untuk kalangan warga miskin.

Modusnya, kata Bismo, tersangka mendatangi korban yang tidak lain adalah pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Pelaku mempertanyakan usaha yang dijalankan korban. Pelaku kemudian mencari-cari kesalahan yang dilakukan korban dan mengancam akan memberitakannya.

Sebelumnya, Bismo menjelaskan, tersangka sudah mengetahui korban memakai gas elpiji 3 kilogram. Tersangka kemudian mendatangi korban. Tersangka mengancam pelanggaran yang dilakukan korban akan dimuat di media massa.

Sebelum penangkapan, lanjut Bismo, korban sebenarnya sudah memberikan uang kepada tersangka sebesar Rp. 2,5 juta. Setelah tiga hari berlalu, tersangka kembali mendatangi korban dan meminta tambahan uang.  

Tersangka beralasan, tambahan uang itu akan diserahkan kepada unsur pimpinan media yang menaungi oknum wartawan tersebut. Karena ancaman dan pemerasan itu, korban akhirnya merasa jengkel. Alhasil, korban bersama warga sekitar pun nyaris saja menghakimi para tersangka.  

Dalam kasus pemerasan tersebut, Bismo menegaskan, para tersangka diancam pasal 369 KUHP (Kitab Undang-undang Hukum Pidana). Dalam undang-undang itu, tersangka diancam hukuman 4 tahun penjara. Sedangkan barang bukti yang sudah diamankan pihaknya antaralain, ID Card Wartawan, uang dan handphone.  

PWI Apresiasi Penangkapan Oknum Wartawan Ciamis

Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Cabang Ciamis, Banjar dan Pangandaran, memberikan apresiasi kepada Polres Ciamis. Apresiasi tersebut terkait penangkapan oknum wartawan Ciamis yang diduga melakukan pemerasan terhadap masyarakat.

Ketua PWI Cabang Ciamis, Banjar dan Pangandaran, Deni Hamdani, Senin (03/06/2019), tindakan Polres Ciamis tersebut menyelamatkan nama baik serta citra wartawan profesional dari pencemaran di kalangan masyarakat dan pemerintah.  

Deni mengungkapkan, PWI seringkali mendapatkan laporan perihal kasus pemerasan yang melibatkan oknum wartawan. Dalam kasus tersebut, pihaknya selalu memberikan rekomendasi kepada korban untuk berkoordinasi dengan pihak kepolisian.

Deni menegaskan bahwa PWI bukan polisinya wartawan. PWI tidak memiliki kewenangan menertibkan wartawan yang melakukan tindak pidana. Apalagi kasus seperti pemerasan tersebut di luar tugas kewartawanan. Karenanya, penindakan kasus tersebut harus dilakukan pihak kepolisian.

Diakui Deni, PWI tetap memerlukan peran serta kepolisian. Hal itu sebagaimana amanat Undang-undang Pers Nomor 40 tahun 1999 dan juga kode etik wartawan Indonesia.

Menurut Deni, PWI hanya bisa menegur, menindak dan memberi bantuan advokasi kepada wartawan anggota PWI. Namun, kata dia, teguran, tindakan serta bantuan advokasi dari PWI tersebut hanya sebatas pada perkara kejurnalistikan (sengketa berita).

Pada kesempatan itu, Deni menegaskan, wartawan Indonesia wajib mengikuti organisasi profesi yang diakui oleh Dewan Pers dan Undang-undang.

Organisasi profesi wartawan yang diakui Dewan Pers dan Undang-undang adalah PWI (Persatuan Wartawan Indonesia), AJI (Aliansi Jurnalis Independen) dan IJTI (Ikatan jurnalis Televisi Indonesia).

Sementara organisasi perusahaan media yang diakui Dewan Pers dan Undang-undang, yaitu Serikat Perusahaan Pers Seluruh Indonesia (SPSI) dan Serikat Media Siber Indonesia (SMSI).

Menurut Deni, jika ada organisasi profesi dan organisasi perusahaan pers di luar organisasi tersebut, maka perlu dipertanyakan lagi.

Deni menambahkan, pada puncak Hari Pers Nasional (HPN) di Surabaya, 9 Februari 2019 lalu, Presiden Joko Widodo meminta wartawan meningkatkan kualitas kompetensinya melalui Uji Kompetensi Wartawan (UKW).

Dan mulai tahun 2019,  wartawan yang layak diterima dan dilayani adalah wartawan yang sudah memiliki sertifikasi profesi wartawan Indonesia melalui sertifikasi UKW. Selain itu, medianya juga adalah media yang telah diverifikasi Dewan Pers. ***

Artikel/ Berita ini sudah tayang di Reportasee.com dengan Judul : Lagi-lagi Kasus Pemerasan, Oknum Wartawan Ciamis Diciduk Polisi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here