28.7 C
Indonesia
Rabu, Desember 11, 2019
No menu items!

Krisis Politik di Hong Kong, Ratusan Channel Youtube Dibekukan Akibat Postingan Provokatif

Wajib Baca

Lionel Messi Rajai Hattrick LaLiga Santander

Reportasee.com,- Lionel Messi kembali menjadi raja Hattrick LaLiga Santander. Ia telah menampilkan sihirnya dengan mencetak 3 gol...

Vivo X30 Rilis 16 Desember 2019 Kamera 64MP, 60x Hybrid Zoom

Reportasee.com, Jakarta, - Vivo X30 Rilis 16 Desember 2019 Kamera 64MP, 60x Hybrid Zoom. Vivo menyatakan ponsel...

iPhone 11 Pro Bisa Baca Lokasi Meski Keadaan Mati

Reportasee.com, Jakarta, - iPhone 11 Pro Bisa Baca Lokasi Meski Keadaan Mati. Saat mengumumkan iOS 13, Apple...

Reportasee.com,- Sebuah berita mengejutkan disampaikan oleh pihak Google. Dilansir dari CNN World News, Kamis (22/08/2019), hampir 210 channel Youtube dibekukan oleh Google. Pembekuan itu terkait dengan krisis politik yang terjadi di Hong Kong.

Google menyatakan bahwa beberapa postingan video melanggar aturan yang berlaku. Semuanya terkait dengan aksi protes yang belum lama ini terjadi di Hong Kong.

Kabar ini memang begitu mengejutkan bagi kebanyakan publik, apalagi platform Youtube saat ini sedang populer.

Sampai saat ini Google, sebagai pemilik dari Youtube, belum memberikan penjelasan, seberapa populer channel yang dibekukan itu. Bahkan sampai pengumuman terakhir, masih belum ada konfirmasi.

Baca : Anjing Masuk Masjid di Bogor Jadi Trending Google

210 Channel Youtube Melanggar Aturan

Sebagai pemilik dari platform blogspot, Google mengungkapkan, pihaknya menemukan sekitar 210 channel Youtube yang melanggar aturan.

Menurut pihak google, 210 channel youtube tersebut beberapa kali mengunggah video tentang aksi yang berkaitan dengan protes di China. Bahkan, berita ini juga sudah dikonfirmasi oleh pihak Twitter dan Facebook.

Dengan berita yang mengejutkan ini, tentunya publik semakin dibuat penasaran, dengan apa yang terjadi diluar sana sebenarnya.

Bahkan, dengan adanya berita ini, bisa membuat beberapa situasi menjadi semakin memanas. Ini juga memunculkan beberapa spekulasi publik, tentang apa yang terjadi di Hong Kong.

Baca : Google Translate Bantu Warga Garut Kembali ke Keluarga

Sampai-sampai, berita ini juga dikonfirmasikan oleh pihak Twitter dan Facebook. Belum lama ini, pihak Twitter dan Facebook, juga membekukan ratusan jaringan atau akun. Akun-akun tersebut diduga memposting juga memprovokasi tentang isu yang terjadi di China.

Facebook dan Twitter mengatakan bahwa, beberapa akun tersebut juga berasal dari sebuah organisasi perusahaan di bidang berita, juga beberapa diantaranya dari perusahaan swasta.

Pada faktanya, beberapa berita tersebut, memang memiliki keterkaitan tentang sebuah provokasi atas kejadian di Cina.

Dampak Dari Terlalu Mencampuri Kedaulatan Hong Kong

Shane Huntley sebagai salah satu bagian dari Google’s Security Team, mengaku, telah menemukan beberapa VPN dan beberapa metode yang bertujuan untuk memberikan pengaruh atas kejadian ini.

Baca : Shane Dawson Kembali Hadir di Channel Youtube

Dengan demikian, Twitter juga menyampaikan telah menghapus lebih dari 900 akun. Semua akun yang dihapus, memang memiliki keterkaitan dengan kejadian yang terjadi di China akhir-akhir ini.

Dengan kejadian ini, membuat beberapa penyedia media sosial, semakin berhati-hati dalam melakukan pengecekan keamanan, khususnya tentang postingan yang dilakukan oleh beberapa pengguna.

Sehingga jangan sampai, ada pihak yang memprovokasi suatu kejadian yang memang bisa membuat situasi menjadi lebih buruk, seperti saat ini.

Apa yang dilakukan oleh kedua platform media sosial ini, bukan semata-mata tanpa tujuan, melainkan memiliki maksud yang jauh lebih baik di dalamnya.

Baca : Trik Daftar Paket Unlimited Youtube Indosat 

Lebih baik, kedua platform media sosial ini membekukan beberapa akun, daripada situasi di luar sana menjadi lebih panas dengan banyaknya provokasi publik.

Kedua perusahaan ini telah bekerjasama, untuk menghapus beberapa akun yang memang melakukan pelanggaran. Sebagian akun disebut sebagai akun provokatif atau “cockroaches”.

Bahkan banyak yang mengaitkannya dengan Islamic State Terorrist yang belum pasti kejelasannya.

Semua ini diberlakukan oleh semua pihak yang terkait, untuk mengurangi kejadian atau hal buruk yang mungkin terjadi, karena munculnya spekulasi publik yang buruk.

Dengan demikian, beberapa platform media sosial tersebut berikut dengan Google, tengah berusaha untuk membatasi campur tangan publik terhadap krisis politik yang terjadi di Hong Kong, Cina. ***

- Advertisement -
Loading...

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Berita Terbaru

Lionel Messi Rajai Hattrick LaLiga Santander

Reportasee.com,- Lionel Messi kembali menjadi raja Hattrick LaLiga Santander. Ia telah menampilkan sihirnya dengan mencetak 3 gol...

Vivo X30 Rilis 16 Desember 2019 Kamera 64MP, 60x Hybrid Zoom

Reportasee.com, Jakarta, - Vivo X30 Rilis 16 Desember 2019 Kamera 64MP, 60x Hybrid Zoom. Vivo menyatakan ponsel terbarunya, X30, akan diumumkan pada...

iPhone 11 Pro Bisa Baca Lokasi Meski Keadaan Mati

Reportasee.com, Jakarta, - iPhone 11 Pro Bisa Baca Lokasi Meski Keadaan Mati. Saat mengumumkan iOS 13, Apple mengungkapkan telah meningkatkan privasi di...

Akan Ada Kota Baru di Subang Untuk Mendukung Patimban

Jakarta, Reportasee.com, - Akan Ada Kota Baru di Subang Untuk Mendukung Patimban. Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi memastikan kota baru sedang disiapkan...

FPSH HAM Jabar Diagendakan Bertemu Presiden

Reportasee.com - Forum Pelajar Sadar Hukum dan Hak Asasi Manusia (FPSH HAM) Jawa Barat akan difasilitasi oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk...
- Advertisement -

Artikel Serupa

- Advertisement -