29 C
Indonesia
Minggu, Desember 8, 2019
No menu items!

Kejati Jatim Periksa Wali Kota Surabaya Terkait Korupsi

Wajib Baca

Lionel Messi Rajai Hattrick LaLiga Santander

Reportasee.com,- Lionel Messi kembali menjadi raja Hattrick LaLiga Santander. Ia telah menampilkan sihirnya dengan mencetak 3 gol...

Vivo X30 Rilis 16 Desember 2019 Kamera 64MP, 60x Hybrid Zoom

Reportasee.com, Jakarta, - Vivo X30 Rilis 16 Desember 2019 Kamera 64MP, 60x Hybrid Zoom. Vivo menyatakan ponsel...

iPhone 11 Pro Bisa Baca Lokasi Meski Keadaan Mati

Reportasee.com, Jakarta, - iPhone 11 Pro Bisa Baca Lokasi Meski Keadaan Mati. Saat mengumumkan iOS 13, Apple...

JATIM,- Penyidik Kejaksaan Tinggi Jawa Timur/ Kejati Jatim lakukan pemanggilan terhadap Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini terkait dugaan korupsi, Kamis (20/06/2019).

Dilansir dari Antara, Kamis (20/06/2019), pemeriksaan yang dilakukan Kejati Jatim dikuatkan dengan kasus megakorupsi mengenai pengalihan aset milik Pemerintah Kota Surabaya atas nama Yayasan Kas Pembangunan (YKP) Surabaya.

Kepala Kejati Jatim, Sunarta mengatakan, Wali Kota Surabaya itu akan langsung memenuhi panggilan setelah merampungkan kunjungan kerja Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo.

Terkait masalah panggilan tersebut, sebelumnya sudah ditegaskan oleh Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Jatim, Didik Farkhan Alisyahdi, Rabu (19/06/2019).

Didik menerangkan, panggilan terkait dugaan korupsi itu langsung dirampungkan Ibu Risma setelah kelar urusannya dengan Presiden Jokowi Kamis, pukul 13.00 WIB.

Sejak tadi pagi sekitar pukul 09.10 WIB, dugaan kasus megakorupsi YKP itu diperiksa oleh Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Surabaya, Armuji.

Titik Terang

Sejumlah wartawan telah mendatangi ketibaan Armuji di halaman Kejati Jatim Surabaya. Mereka menanyakan apakah masalah itu betul-betul terjadi atau hanya desas-desus semata.

“Tenang, engko’ wae nek kasuse mari, bar tak kandani (nanti saja kalau kasusnya selesai, baru saya bilang),” jawab Armuji.

Seusai meninggalkan para wartawan, Politikus Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan tersebut memasuki ruang pemeriksaan untuk menggelar persidangan kasus megakorupsi YKP.

Pada berita sebelumnya, penyidik Kejati Jatim sudah menggelar penggeledahan yang berpusat di PT YEKAPE dan Kantor Yayasan Kas Pembangunan (YKP) Surabaya. Beberapa dokumen penting yang ada sudah tersita.

Melawan Hukum

Faktanya, Kejati sudah melakukan pemblokiran 7 nomor rekening bank yang ada sangkut pautnya dengan YPK dan juga mencekal 5 anggota YKP yang pada saat itu akan melancong ke Luar Negeri.

Kasus megakorupsi YKP beberapa tempo lalu sudah sering muncul di persidangan. Terbukti, pada tahun 2012 silam, hak angket sudah pernah dilakukan DPRD Kabupaten Surabaya dengan melakukan panggilan pada pihak yang terkait.

Penyidik Kejati Jatim menemukan pelanggaran hukum atas YKP dengan kerugian negara kurang lebih Rp 60 Triliun. ***

- Advertisement -
Loading...

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Berita Terbaru

Lionel Messi Rajai Hattrick LaLiga Santander

Reportasee.com,- Lionel Messi kembali menjadi raja Hattrick LaLiga Santander. Ia telah menampilkan sihirnya dengan mencetak 3 gol...

Vivo X30 Rilis 16 Desember 2019 Kamera 64MP, 60x Hybrid Zoom

Reportasee.com, Jakarta, - Vivo X30 Rilis 16 Desember 2019 Kamera 64MP, 60x Hybrid Zoom. Vivo menyatakan ponsel terbarunya, X30, akan diumumkan pada...

iPhone 11 Pro Bisa Baca Lokasi Meski Keadaan Mati

Reportasee.com, Jakarta, - iPhone 11 Pro Bisa Baca Lokasi Meski Keadaan Mati. Saat mengumumkan iOS 13, Apple mengungkapkan telah meningkatkan privasi di...

Akan Ada Kota Baru di Subang Untuk Mendukung Patimban

Jakarta, Reportasee.com, - Akan Ada Kota Baru di Subang Untuk Mendukung Patimban. Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi memastikan kota baru sedang disiapkan...

FPSH HAM Jabar Diagendakan Bertemu Presiden

Reportasee.com - Forum Pelajar Sadar Hukum dan Hak Asasi Manusia (FPSH HAM) Jawa Barat akan difasilitasi oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk...
- Advertisement -

Artikel Serupa

- Advertisement -