Ibnu Al-Shatir, Pakar Astronomi Islam dan Kitab Nihayat

0
114
Ibnu Al-Shatir, Pakar Astronomi Islam dan Kitab Nihayat
Foto : Ibnu Al-Shatir

Reportasee.com,- Ibnu Al-Shatir adalah pakar astronomi Islam dan Kitab Nihayat. Ia dikenal luas di wilayah barat yang merupakan ilmuwan paling jenius terhadap risalah astronomi.

Melansir dari Republika.co.id, Selasa (13/08/2019), Ibnu Al-Shatir pada Kitabnya yang berjudul “al-Sul fi Tashih as-Usul” telah menceritakan reformasi tentang model Bulan, Matahari dan Planet Ptolemic.

Ia juga telah mengungkapkan tentang model non-Ptolemic yang pada intinya meniadakan model Matahari dari epicycle. Yang mana hal itu ditandai dengan penghapusan equant dan eksentrik.

Melalui model Tusi-couple, Ibnu Al-Shatir berhasil memperkenalkan model Planet yang berasal dari epicycle ekstra. Hal ini juga telah ia sangkut pautkan dengan peniadaan epicycle, eksentrik serta equant terdapah model Bulan.

Pada fase sebelumnya, model Ptolemaic memiliki acuan yang sama persis terhadap aliran Maragha. Yang intinya model Geometris Al-Shatir ini adalah karya astronomi yang paling unggul jika dibanding dengan model Ptolemaic.

Menurut ilmuwan Islam, George Sabila, Al-Shatir merupakan salah seorang penemu dan pakar Islam yang langka di dunia, khususnya di wilayah barat.

Filsafat Ibnu Al-Shatir

Ibnu Al-Shatir merupakan seorang yang benar-benar ahli di bidang filsafat alam. Ia memisahkan filsafat tersebut yang berasal dari astronomi dengan melakukan penolakan terhadap model Empiris Ptolemic.

Lain halnya yang terjadi pada astronom terdahulu, ia tetap mempertahankan teori yang dimilikinya tentang filsafat alam atau prinsip kosmologi. Hingga kini teori tersebut dikenal dengan sebutan fisika Aristoteles.

Sementara itu, ia berjuang keras untuk mewujudkan suatu model terhadap penelitian empiris yang dilakukan secara konsisten.

Model Terbaru Ibnu Al-Shatir

Model terbaru karyanya telah diklaim sebagai bentuk revolusi ilmiah oleh Saliba. Yang mana penelitian empirisnya hingga kini menjadi lebih baik dari yang pernah ada.

Pada proses pembuatan model terbarunya itu, ia telah banyak melakukan uji coba dengan memfokuskan pada penelitian empiris.

Ia juga melakukan pengujian terhadap model Ptolematic yang akan dicocokkan dengan penelitian empiris. Dan hasilnya, ia melakukan penghapusan terhadap epicycle yang terkandung pada model Matahari Ptolemaic. ***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here