Gunung Sinabung Meletus, Keluarkan Abu Tebal

0
162
Gunung Sinabung Meletus dan Mengeluarkan Abu Tebal

Nasional,- Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, kembali meletus setelah tidak aktif selama sekitar satu tahun.

Gunung Sinabung meletus dan mengeluarkan abu tebal terjadi pada pukul 6:41 pagi, memuntahkan abu 2.000 meter ke udara ke arah timur laut.

Muhammad Nurul Asrori, petugas pos pemantauan Sinabung, menyatakan bahwa letusan yang pertama sejak Mei 2018 hingga sekarang. Asrori menyatakan, abu yang dimuntahkan dapat melayang sejauh 15 kilometer.

“Banyak masyarakat dalam radius 15 km, baik penduduk setempat atau wisatawan, harus waspada terhadap letusannya,” katanya.

Asrori menyatakan, letusan itu terasa hingga pukul 10:44 pagi dan abunya masih terlihat sampai sekarang.

Gunung berapi, yang telah bergemuruh sejak 2010 dan mengalami letusan mematikan pada 2016, tidak mempunyai kubah lava.

“Semenjak Februari 2018, kami belum melihat kubah lava di kawah Sinabung. Inilah sebabnya mengapa tidak terdapat awan panas,” kata Asrori.

Ia memperingatkan kepada warga setempat untuk tetap waspada karena Gunung Sinabung masih dalam kondisi siaga (level IV) yang dipantau dari sistem peringatan gunung berapi ke empat tingkat nasional.

“Tidak ada yang diizinkan melakukan kegiatan dalam radius 3 km di sektor barat laut, 4 km di barat daya, 7 km di selatan-tenggara, 6 km di tenggara-timur dan dalam radius 4 km di sektor timur laut,” kata Asrori.

Pelin Depari, seorang warga desa Lau Kawar, menyatakan ia terkejut mengetahui bahwa Gunung Sinabung telah meletus kembali.

“Abu menutupi segalanya termasuk perkebunan kami dan cukup tebal,” katanya.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Karo (BPDB), Martin Sitepu menyatakan empat kabupaten yang terkena dampak parah dari letusan Sinabung, yaitu Simpang Empat, Kabanjahe, Namanteran dan Berastadi.

“Banyak desa di empat kabupaten yang terkena dampak abu Gunung Sinabung. Ini sangat mengejutkan bagi kami karena sudah setahun sejak Sinabung aktif,” katanya.

Martin menyatakan letusan itu menghantam ekonomi lokal karena abu merusak perkebunan. Ia menyatakan bahwa pihaknya mengerahkan beberapa truk pemadam kebakaran untuk membantu menurunkan abu dan membersihkannya dari perkebunan.

“Dibutuhkan waktu untuk membersihkan abu tebal dan area yang terbuka cukup besar,” imbuhhnya.

Komandan distrik militer Karo 0205 Letnan Kolonel Taufik Rizal, dengan anggota Satuan Tugas Erupsi Sinabung, meminta supaya penduduk desa segera menghentikan kegiatan mereka di zona merah Gunung Sinabung. “Hal itu masih berbahaya. Lebih baik mereka menjauh,” katanya.

Sinabung meraung kembali ke kehidupan pada 2010 untuk pertama kalinya dalam 400 tahun. Setelah periode tidak aktif pada tahun 2013 dan tetap aktif semenjak itu.

Pada tahun 2016, tujuh orang tewas karena letusan Sinabung, sementara itu letusan pada 2014 menewaskan hingga 16 orang.

Indonesia adalah tempat terbanyak gunung berapi sekitar 130 karena posisinya di Ring of Fire, sabuk batas lempeng tektonik yang mengelilingi Samudera Pasifik di mana aktivitas seismik sering terjadi. ***

Sumber : reliefweb

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here