26.8 C
Indonesia
Sabtu, September 21, 2019
No menu items!

Fakta Mengejutkan Microplastik Dalam Botol Minuman

Wajib Baca

Keunikan Panggung di Atas Laut di Festival Musik Kepulauan Seribu

Reportasee.com, Kepulauan Seribu, - Keunikan Panggung di Atas Laut di Festival Musik Kepulauan Seribu. Oceanik Folk Festival...

Era Revolusi Industri 4.0, Kenali Peluang Profesi Baru Ini

Perkembangan teknologi di Indonesia saat ini sudah mencapai era revolusi industry 4.0. Keadaan seperti ini membuat banyaknya...

Daftar Kuliner Dari Betawi Yang Serba Nikmat

Indonesia memang kaya dengan keindahan alam dan kelezatan khas makanan di setiap daerah. Wisatawan baik dalam negeri...

Reportasee.com,- Belum lama ini organisasi kesehatan WHO, melakukan penelitian tentang tentang microplastik yang terdapat dalam sebuah minuman. Penelitian itu bermaksud, untuk mendalami apakah microplastik ini dapat membahayakan atau tidak.

Sampai saat ini WHO menyatakan bahwa, tidak ada ancaman yang begitu serius dari sebuah microplastik yang terdapat dalam botol minuman. Dengan tidak adanya ancaman level tinggi, yang disebabkan dari meminum air menggunakan botol plastik, semuanya sudah di tetapkan oleh organisasi kesehatan dunia WHO.

Sebenarnya, microplastik ini merupakan salah saru spesies kecil dengan ukuran kurang dari lima milimeter. Bahkan hewan ini cenderung hidup pada sebuah plastik, yang memang sering ditemukan di sungai, danau, tempat penampungan air minum, dan pada botol minuman dari plastik. Maka tidak heran jika mikroplastik ini penting untuk dianalisis, jika dapat memberikan dampak serius bagi kesehatan.

Dapatkah Microplastik Membahayakan Kesehatan?

Belum lama ini pembicara dari WHO Dr. Bruce Gordon menyatakan tentang berita ini, dengan konfirmasi yang diberikannya kepada pihak BBC News pada satu tahun kemarin. Pernyataannya tentang, tidak adanya bahaya yang disebabkan oleh microplastik dalam sebuah botol air minum.

Sebenarnya Dr. Gordon telah menjelaskan bahwa, dalam sebuah sumber mata air terdapat lebih dari 1000 microplastik yang terkandung didalamnya. Bahkan jumlah tersebut terdapat disetiap liter air yang dikandungnya, semua itu juga akan bergantung terhadap sistem filterisasi air yang digunakan. Bruce Gordon menyatakan bahwa “ microplastik ini memang sering terkonsumsi oleh manusia, hanya saja tidak ada satu partikel pun yang diserap oleh tubuh.

Dari pernyataan yang dikatakan oleh Dr. Gordon menjelaskan bahwa, “lebih dari 2 juta orang di bumi meminum air yang terkontaminasi, bahkan menyebabkan banyak kasus kematian dalam setiap tahunnya.”

Mirisnya, saat ini belum ada penelitian lebih lanjut mengenai hal ini, sehingga WHO bersama pihak lainnya, masih harus melakukan penelitian yang lebih mendalam. Banyak organisasi mengatakan, jika penelitian masih dalam skala yang kecil, sehingga belum ada hasil yang bisa ditetapkan tentang bahaya ini.

Keluhan Penelitian yang Masih Minim

Sebenarnya penelitian tentang water security ini, baru saja dilakukan dalam satu tahun terakhir. Tentunya karena penelitiannya baru saja dilakukan, hal ini tidak bisa menjamin jika microplasik memang benar aman untuk dikonsumsi.

Beberapa pihak dari United Nations mengatakan, “kita sedang melakukan penelitian lebih dalam mengenai hal ini.” Hanya saja pihak dari WHO sudah mengatakan bahwa, penggunaan air minum dalam plastik sejauh ini masih aman untuk digunakan. Meskipun, masih banyak pihak yang meragukan pernyataan yang diberikan oleh WHO ini.

Dapat dikatakan jika beberapa penelitian mengatakan, microplastik yang dikandung dalam air minum keran, sebenarnya jauh lebih besar daripada yang terdapat pada botol plastik. Akan tetapi alasan yang jelas memang belum ditemukan, dan masih membutuhkan penelitian.

Pentingnya Mengurangi Sampah Plastik di Bumi

Bukanlah suatu hal yang jarang terdengar, jika semua pihak atau organisasi bahkan pemerintahan di dunia ini, memberikan aksi untuk mengurangi penggunaan plastik di bumi ini. Meskipun hasil yang diberikan belum begitu jelas, akan tetapi bisa saja microplastik ini bisa membahayakan ketika terserap tubuh.

Dengan pernyataan yang jelas, WHO mengatakan untuk mengurangi penggunaan sampah plastik ini. Bukan hanya karna kesehatan, tetapi juga karena bisa menyebabkan permasalahan polusi yang berat, dengan menekankan proses recycle yang lebih mendalam. ***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Berita Terbaru

Keunikan Panggung di Atas Laut di Festival Musik Kepulauan Seribu

Reportasee.com, Kepulauan Seribu, - Keunikan Panggung di Atas Laut di Festival Musik Kepulauan Seribu. Oceanik Folk Festival...

Era Revolusi Industri 4.0, Kenali Peluang Profesi Baru Ini

Perkembangan teknologi di Indonesia saat ini sudah mencapai era revolusi industry 4.0. Keadaan seperti ini membuat banyaknya peluang profesi baru semakin banyak...

Daftar Kuliner Dari Betawi Yang Serba Nikmat

Indonesia memang kaya dengan keindahan alam dan kelezatan khas makanan di setiap daerah. Wisatawan baik dalam negeri maupun luar negeri banyak yang...

Jus buah sehat yang juga bermanfaat untuk kencantikan

Menjadi cantik pasti idaman bagi seluruh kaum wanita. Skincare dan perawatan tubuh selalu ada untuk mempercantik diri. Selain menggunakan skincare dan perawatan tubuh yang...

Daftar Makanan Penyebab Kulit Menua

Penuaan merupakan salah satu hal yang dihindari karena bisa membuat penampilan tidak menarik lagi. Banyak masyarakat terutama wanita untuk mencegah penuaan...
- Advertisement -

Artikel Serupa

- Advertisement -