Berita

Dua Rumah Warga di Sindangkasih Terancam Longsor Setelah Tebing Setinggi 15 Meter Runtuh

Advertisements

Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Ciamis pada Sabtu (1/11/2025) sore memicu terjadinya longsor di Dusun Kadupugur, RT 35 RW 17, Desa Gunungcupu, Kecamatan Sindangkasih.

Dua rumah milik warga bernama Tati dan Apin kini berada dalam kondisi mengkhawatirkan setelah tebing setinggi 15 meter di belakang rumah mereka runtuh sekitar pukul 16.00 WIB.

Material longsoran sepanjang sekitar 25 meter menimbun sebagian halaman rumah Tati dan menghantam bagian belakang rumah Apin.

Akibat kejadian tersebut, kedua keluarga terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman karena khawatir akan adanya longsor susulan yang dapat menimbun seluruh bangunan rumah.

Perangkat desa setempat, Fauzi, mengatakan bahwa pihaknya segera melakukan langkah darurat untuk mengantisipasi potensi longsor lanjutan.

Menurutnya, diperlukan empat batang paralon berdiameter delapan inci untuk mengalihkan aliran air yang merembes ke area tebing.

Selain itu, warga juga membutuhkan terpal berukuran besar guna menutup area longsoran agar tidak kembali tergenang air hujan saat hujan turun lagi.

“Upaya tersebut penting dilakukan agar air hujan tidak langsung mengenai tanah yang sudah labil. Jika dibiarkan, risiko longsor susulan bisa meningkat,” ujar Fauzi.

Baca Juga :  Pemprov Jabar Tegaskan Tata Kelola Aset, Operasional Masjid Raya Bandung Tak Lagi Dibiayai APBD

Menindaklanjuti kejadian tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ciamis langsung menerjunkan tim kaji cepat dari Pusat Pengendalian dan Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops BPBD) ke lokasi.

Kepala Pelaksana BPBD Ciamis, Ani Supiani, ST, M.Si, menyampaikan bahwa tim sudah berada di lokasi sejak Minggu (2/11/2025) pagi untuk melakukan penilaian dampak (assessment), penanganan awal, serta menyalurkan bantuan darurat bagi warga terdampak.

Advertisements

“Pagi ini tim kami sudah dikerahkan ke lokasi untuk melakukan langkah-langkah penanganan cepat, sekaligus memberikan bantuan kedaruratan kepada para korban,” jelas Ani Supiani.

Ani menambahkan, dalam dua hari terakhir, Kabupaten Ciamis mengalami peningkatan kejadian bencana hidrometeorologi yang dipicu hujan deras dan angin kencang.

Setidaknya, tercatat tujuh lokasi terdampak bencana di wilayah tersebut.

Tujuh kejadian itu antara lain rumah tertimpa pohon tumbang di Dusun Cisaar, Desa Kertahayu, Kecamatan Pamarican, longsor di Kadupandak, Kecamatan Tambaksari, longsor di Situ Mandala, Kecamatan Rancah.

Baca Juga :  Mengapa Fakultas Teknik Universitas Galuh Jadi Incaran Calon Insinyur di 2026?

Kemudian rumah ambruk di Desa Raksabaya, Kecamatan Cimaragas, rumah ambruk di Desa Payungagung, Kecamatan Panumbangan.

Longsor tebing yang mengancam dua rumah di Desa Gunungcupu, Kecamatan Sindangkasih; dan longsor di Desa Payungagung, Kecamatan Panumbangan.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada menghadapi potensi bencana susulan, terutama saat cuaca ekstrem melanda.

“Kami mengingatkan warga agar selalu meningkatkan kewaspadaan, terutama ketika hujan deras turun disertai angin kencang dan petir. Kondisi tanah di beberapa wilayah sudah cukup jenuh air dan berisiko longsor,” ujarnya.

Sementara itu, warga di sekitar lokasi longsor berharap adanya bantuan tambahan dari pemerintah daerah, terutama berupa material dan alat pelindung sementara, agar mereka bisa memperkuat area yang rawan dan melindungi rumah dari ancaman tanah bergerak.

Hingga Minggu sore, kondisi cuaca di Kecamatan Sindangkasih masih berawan tebal. BPBD Ciamis terus memantau perkembangan situasi di lapangan dan berkoordinasi dengan aparat desa untuk memastikan keselamatan warga di sekitar lokasi kejadian.

Advertisements

Back to top button

Eksplorasi konten lain dari Reportasee.com™

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker