Berita

DPD Kawali Ciamis Raya; Prestasi Lingkungan Harus Jadi Nilai Edukasi bagi Masyarakat

Advertisements

Kabupaten Ciamis kembali menorehkan kebanggaan di kancah internasional dengan diraihnya penghargaan “The 6th ASEAN Environmentally Sustainable Cities (ESC) Award” dan “5th Certificates of Recognition (CoR)”.

Dalam ajang bergengsi tingkat Asia Tenggara tersebut, Ciamis berhasil menyabet predikat “Clean Land” atau lahan bersih untuk kategori kota kecil.

Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa keseriusan pemerintah daerah bersama masyarakat dalam mengelola lingkungan berbuah hasil nyata.

Namun, di balik prestasi itu, DPD Kawal Lingkungan (Kawali) Ciamis Raya menegaskan bahwa penghargaan ini seharusnya tidak berhenti hanya sebagai pencapaian, melainkan harus menjadi nilai edukasi yang memberi manfaat luas bagi masyarakat.

Ketua DPD Kawali Ciamis Raya, Dwinarto Rasyid, S.Hut, menyampaikan apresiasi tinggi atas capaian internasional tersebut.

Ia menilai, keberhasilan Ciamis tidak terlepas dari sinergi antara pemerintah daerah, komunitas peduli lingkungan, dan masyarakat yang selama ini sudah berjalan baik.

“Kami sangat mengapresiasi capaian prestasi tingkat ASEAN ini. Mudah-mudahan kolaborasi dan sinergitas yang selama ini terjalin bisa terus ditingkatkan demi keberlanjutan lingkungan yang lebih baik,” ujarnya, Kamis (4/9).

Baca Juga :  Susunan Fraksi DPRD Kabupaten Ciamis Periode Baru Telah Diumumkan

Dwinarto menambahkan, penghargaan ini seharusnya menjadi tolok ukur bersama untuk semakin memperkuat komitmen dalam menjaga kebersihan lingkungan.

Menurutnya, pengelolaan sampah bukanlah tanggung jawab satu pihak saja, melainkan kewajiban bersama.

Lebih jauh, Dwinarto menekankan bahwa penghargaan yang diraih Ciamis harus mampu mengedukasi masyarakat tentang pentingnya pengelolaan sampah yang berkelanjutan.

Advertisements

Ia menyoroti penerapan ekonomi sirkular dalam pengelolaan sampah, yang tidak hanya bertujuan menjaga kebersihan, tetapi juga memberi manfaat ekonomis.

“Prestasi ini ditujukan dalam hal pengelolaan sampah dalam kacamata ekonomi sirkular. Sampah atau limbah bisa dikelola untuk tujuan ekonomis, selain menjaga kelestarian lingkungan. Dasarnya tentu dimulai dari pemilahan sampah di rumah tangga,” jelasnya.

Dengan konsep tersebut, lanjut Dwinarto, masyarakat bisa melihat sampah bukan lagi sebagai masalah, tetapi sebagai sumber daya yang bisa dikelola.

Baca Juga :  Profil Tiga Atlet Cantik Asal Pamarican yang Sukses Sumbang Emas di Fornas VIII NTB 2025

Edukasi ini, katanya, sangat penting agar kesadaran lingkungan tumbuh dari level rumah tangga hingga komunitas yang lebih luas.

Dwinarto berharap penghargaan ini bukan hanya menjadi kebanggaan bagi masyarakat Ciamis, tetapi juga menginspirasi daerah lain di Indonesia, bahkan kota-kota di dunia.

Menurutnya, jika nilai edukasi dari prestasi ini bisa ditularkan secara luas, maka manfaatnya akan lebih besar dibanding sekadar mengoleksi penghargaan.

“Semoga penghargaan ini bisa memberikan nilai edukasi pada masyarakat secara luas, bukan hanya di Jawa Barat, tapi juga di seluruh Indonesia, bahkan untuk kota-kota di seluruh dunia,” pungkasnya.

Penghargaan yang diraih Ciamis menjadi momentum penting untuk menegaskan bahwa menjaga lingkungan bukan sekadar tanggung jawab pemerintah, melainkan sebuah budaya yang harus tumbuh di tengah masyarakat.

Dengan menjadikan prestasi ini sebagai nilai edukasi, Ciamis bisa menjadi contoh nyata bahwa keberhasilan lingkungan dapat dicapai dengan kesadaran kolektif.

Advertisements

Back to top button

Eksplorasi konten lain dari Reportasee.com™

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker