
Dinas Pertanian Provinsi Jawa Barat terus mendorong penguatan kelembagaan petani melalui wadah koperasi.
Hal ini diwujudkan dengan menggelar Temu Usaha Kelembagaan Petani Berbasis Koperasi di Aula Dinas Peternakan dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Ciamis, Selasa (26/8).
Kegiatan tersebut dihadiri empat kelompok tani dari Kecamatan Pamarican, Sindangkasih, Cidolog, dan Jatinagara yang sudah memiliki koperasi dengan legalitas hukum.
Melalui forum ini, pemerintah berupaya meningkatkan kompetensi para petani, baik dalam pengelolaan koperasi maupun sebagai pelaku usaha di sektor pertanian.
Kepala Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Kabupaten Ciamis, Ape Ruswanda, SP, melalui Kepala Bidang Penyuluh Novi Nuryanti, SE, MP, menyampaikan, temu usaha kali ini berfokus pada penguatan pemasaran pascapanen.
Novi menyebutkan, pada pertemuan sebelumnya, pembahasan lebih pada aspek dasar kelembagaan, seperti penyusunan laporan keuangan, neraca rugi laba, hingga rapat anggota tahunan (RAT).
“Kali ini, perhatian diarahkan ke strategi pemasaran. Sebab empat koperasi tani yang hadir sudah cukup produktif, tinggal bagaimana memperluas jangkauan pasar,” terang Novi.
Novi menambahkan, keempat kelompok tani tersebut patut diapresiasi karena telah mengembangkan beragam produk usaha.
Mulai dari budidaya sayuran, produksi beras, pengolahan gabah, pupuk kompos, hingga usaha simpan pinjam dan pengembangan buah pepaya California.
“Mereka sangat produktif dalam mengelola budidaya pertanian. Tantangannya kini adalah memperkuat posisi pasar agar hasil produksi dapat terserap secara lebih optimal,” ujarnya.
Untuk memperkaya wawasan para peserta, kegiatan ini menghadirkan sejumlah narasumber, antara lain Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Ciamis, Ape Ruswanda, SP, Kepala Bidang Penyuluh DPKP Ciamis Novi Nuryanti, SE, MP.
Perwakilan Bidang Hortikultura Dinas Pertanian Provinsi Jawa Barat, perwakilan Dinas Perdagangan, Koperasi dan UMKM Kabupaten Ciamis, serta Manajer Bisnis BRI Cabang Ciamis, Suyud.
Selain itu, panitia juga mendatangkan seorang narasumber dari Yogyakarta untuk memberikan perspektif baru dalam penguatan koperasi tani di Ciamis.
Novi menegaskan, peran pemerintah daerah dalam kegiatan ini adalah sebagai fasilitator, agar koperasi yang dimiliki kelompok tani dapat berkembang menjadi lembaga ekonomi yang mandiri dan berkelanjutan.
“Melalui forum ini, kami ingin para petani sekaligus pengurus koperasi semakin kompeten, tidak hanya dalam aspek budidaya, tetapi juga manajemen usaha. Dengan begitu, koperasi benar-benar bisa menjadi tulang punggung ekonomi petani,” pungkasnya.





