Berita

Di Balik Bersihnya Kota Ciamis, Ada 280 Pasukan Ungu yang Berjibaku Sejak Subuh

Advertisements

Ciamis kini dikenal sebagai salah satu kota terbersih di Indonesia, bahkan baru saja meraih pengakuan internasional sebagai kota kecil terbersih tingkat Asia Tenggara pada ajang The 6th ASEAN Environmentally Sustainable Cities (ESC) Award and 5th Certificates of Recognition (CoR) di Langkawi, Malaysia, awal September 2025.

Namun, di balik prestasi gemilang tersebut, ada sosok-sosok tanpa tanda jasa yang setiap hari bekerja dalam senyap: pasukan ungu, sebutan akrab untuk petugas kebersihan Ciamis.

Sebanyak 280 orang pasukan ungu menjadi garda terdepan dalam menjaga kebersihan wajah kota yang dijuluki Kota Galendo ini.

Sejak usai waktu subuh, mereka sudah mulai menyusuri jalan-jalan utama, alun-alun, hingga taman-taman kota, menyapu dan mengangkut sampah agar Ciamis tetap rapi dan nyaman.

“Pasukan ungu ini merupakan ujung tombak, pasukan paling depan dalam menjaga Ciamis agar selalu bersih dan rapi,” ujar Irwan Effendi, Kepala Bidang Kebersihan, Persampahan, dan Pertamanan DPRKPLH Ciamis.

Baca Juga :  Cabuli Dua Anak Sambung, Ayah di Ciamis Ditangkap Polisi

Jam kerja mereka pun bervariasi, ada yang bertugas 4 jam per hari, ada pula yang hingga 8 jam per hari.

Khusus untuk kawasan vital seperti Alun-Alun Ciamis, para petugas bekerja dalam dua shift, siang dan malam, demi memastikan pusat aktivitas masyarakat selalu terjaga kebersihannya.

Dari total 280 pasukan ungu, sebagian besar berstatus Tenaga Harian Lepas (THL).

Saat ini, sekitar 120 orang di antaranya tengah memperjuangkan status sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) paruh waktu.

Advertisements

Meski status kerja masih terbatas, semangat mereka untuk menjaga kebersihan kota tidak surut.

Setiap hari, mereka tetap menjalankan tugas dengan penuh dedikasi, meskipun kadang harus berhadapan dengan kondisi cuaca ekstrem maupun volume sampah yang terus meningkat.

Meski sudah tercatat sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan, sehingga berhak atas perlindungan Jaminan Hari Tua (JHT), para pasukan ungu belum mendapat perlindungan penuh.

Baca Juga :  BKPSDM Ciamis Sosialisasikan Evaluasi Kinerja Pegawai untuk Tahun 2023

Hingga kini, mereka belum terdaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan.

Situasi ini membuat mereka harus menanggung sendiri biaya pengobatan ketika sakit. Sementara itu, tugas membersihkan kota biasanya digantikan oleh rekan sejawat melalui sistem gotong royong.

“Kalau ada petugas yang sakit, tentu risikonya ditanggung sendiri. Tapi kebersihan kota tetap berjalan karena digantikan oleh petugas lain,” jelas Irwan.

Kerja keras pasukan ungu inilah yang sejatinya menopang prestasi besar Ciamis di bidang lingkungan.

Dengan konsistensi dan dedikasi mereka, Ciamis mampu meraih 10 kali penghargaan Adipura, termasuk Adipura Kencana pada Maret 2024, yang kemudian menjadi batu loncatan menuju pengakuan di tingkat ASEAN.

Meski nama mereka jarang disebut dalam seremoni penghargaan, sesungguhnya merekalah wajah terdepan yang membuat Ciamis layak menyandang gelar kota kecil terbersih se-Asia Tenggara.

Advertisements

Back to top button

Eksplorasi konten lain dari Reportasee.com™

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker