Destinasi Wisata Embung Batara Sriten Desa Pilangrejo

0
102
Destinasi Wisata Embung Batara Sriten Desa Pilangrejo
Suasana Embung Batara Sriten, di Padukuhan Sriten, Pilangrejo, Nglipar, Gunungkidul, DI Yogyakarta.

Destinasi Wisata Embung Batara Sriten terletak di Padukuhan Sriten, Desa Pilangrejo, Nglipar, Kabupaten Gunungkidul, DI Yogyakarta.

Destinasi pariwisata baru tersebut terus dikembangkan menjadi ‘pesaing’ wisata pantai di kawasan selatan.

Dengan terus dilakukannya pengembangan diharapkan bisa meningkatkan kunjungan wisatawan ke ikon baru pariwisata Desa Pilangrejo itu.

Untuk menuju objek wisata Embung Batara Sriten, pengunjung dari arah Yogyakarta menuju ke arah Kantor Kecamatan Nglipar.

Sebelum sampai ke kantor ada pertigaan ke kiri lalu ambil ke arah Desa Pilangrejo. Sampai di Kantor desa, ambil arah kiri naik ke atas.

Pemerintah Kabupaten Gunungkidul baru saja selesai membangun sapras jalan menuju embung yang diresmikan tahun 2015 lalu.

Akses menuju Embung ada tanjakan yang cukup curam, disarankan tidak menggunakan motor matic. Karena, jika tidak menguasai medan akan berbahaya karena turunannya tajam.

Selain itu, meski jalan yang baru saja selesai ini terbuat dari cor, tetapi belum ada pengaman di sebelah kanan dan kirinya.

Tarif Tiket

Pengunjung dikenakan tiket retribusi sebesar Rp 5.000 per orang. Tiket yang tergolog terjangkau itu terbayar lunas dengan keindahan pemandangan yang ada.

Terletak pada ketinggian sekitar 859 mdpl suasana yang sejuk bisa pengunjung rasakan.

Pemandangan alam dari atas Embung Batara Sriten ini nampak cukup indah. Pengunjung dapat melihat Rawa Jombor serta Waduk Gajahmungkur, Jawa Tengah, saat berada di sisi utara.

Di sisi selatan wisatawan juga dapat melihat hamparan hijau wilayah Gunungkidul.

Selain itu posisinya yang berada di atas hamparan bukit menambah suasana romantis. Sebab, saat menikmati embung pada saat siang hari muncul kabut.

“Embung Batara Sriten sebenarnya fungsinya untuk pengairan kebun buah, namun dikembangkan pula untuk pariwisata,” ujar Kepala Desa Pilangrejo, Sunaryo saat ditemui seusai peresmian di Kantor Balai Desa Pilangrejo, Selasa (5/3/2019).

Saat di puncak tak perlu takut jika tidak membawa perbekalan, karena di sana masyarakat sudah menjual berbagai makanan serta minuman.

Selain itu, ada minuman khas desa setempat yaitu Dawet Garut khas Desa Pilangrejo. “Untuk akhir pekan sudah banyak pengunjung setelah dilakukan perbaikan sarana jalan kemarin,” tambahnya.

Menurut Sunaryo, selama ini meski promosi telah gencar dilakukan oleh pemerintah desa serta kabupaten atas potensi yang dimiliki Embung Batara Sriten.

Namun, pengunjung memang belum begitu banyak yang mengunjungi destinasi itu. Atas pembangunan jalan ini diharapkan pengunjung jauh lebih meningkat dibandingkan dengan sebelumnya.

Menggeliatnya pariwisata ini diyakini akan berdampak pula pada sektor perekonomian masyarakat yang juga lebih meningkat.

“Selain memudahkan akses wisata, juga untuk masyarakat di atas ada tiga pedukuhan yakni Sriten, serta Ngangkruk meningkat pesat, harga jual. Karena di sana di Sriten ada 106 KK, serta Ngangkruk ada 98 KK,” ujarnya.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPUPRKP) Edy Praptono mengungkapkan, pembangunan jalan ke puncak Pegunungan Baturagung Utara, Embung Batara Sriten menjadi telaga buatan tertinggi di Gunungkidul.

Jalur sepanjang 6,5 km berhasil dibangun dalam waktu 120 hari dengan besaran dana Rp 6,8 miliar. Pagu anggaran itu telah ditetapkan oleh pemerintah sebesar Rp 8 miliar dari APBD Gunungkidul.

“Semoga dengan pembangunan ini bisa meningkatkan taraf perekonomian warga. Ke depan akan dibangun sisi pengaman, sehingga aman bagi pengendara,” tambahnya.

Destinasi Wisata Embung Batara Sriten Desa Pilangrejo

Destinasi Wisata Embung sebagai Ikon Wisata Sisi Utara

Bupati Gunungkidul, Badingah menyadari jika pembangunan sarana infrastruktur di zona utara sangatlah dibutuhkan oleh masyarakat. Baik untuk mobilitas masyarakat ataupun penunjang wisata.

Maka dari itu, sekarang ini program pembangunan sarapan prasarana jalan memang tengah digenjot semaksimal mungkin.

Dia mengungkapkan dengan pengembangan itu diharapkan bisa mendukung sektor pariwisata di wilyah tersebut. Pengembangan Embung Batara Sriten, Desa Pilangrejo, Kecamatan Nglipar, ditujukan untuk sarana olahraga kedirgantaraan yaitu paralayang.

Diharapkan dengan semakin banyaknya obyek wisata mampu menarik jumlah kunjungan wisatawan ke Gunungkidul.

“Beberapa tahun lalu sudah digunakan paralayang tingkat ASEAN. Ke depan kita terus promosikan supaya pengunjung bisa meningkat,” ungkapnya.

“Pengembangan sisi utara ini penting dilakukan, karena untuk pemerataan perekonomian masyarakat supaya tidak hanya terpusat di sisi selatan,” pungkas Badingah.***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here