
Suasana tenang di Dusun Citundun, RT 02 RW 05, Desa Gardu Jaya, Kecamatan Panawangan, Kabupaten Ciamis, mendadak gempar pada Minggu malam (26/10/2025).
Sekitar pukul 22.58 WIB, dapur milik seorang warga bernama Uwa Suharya (70) dilalap si jago merah.
Diduga kuat, sumber api berasal dari bara tungku yang belum sepenuhnya padam setelah digunakan untuk memasak.
Bara tersebut kemudian memicu percikan yang menyambar bagian dapur, hingga api cepat membesar dan melalap seluruh ruangan.
Uwa Suharya, yang saat itu berada di dalam rumah, pertama kali menyadari adanya kobaran api.
Ia semula hendak keluar rumah untuk keperluan pribadi, namun sontak terkejut begitu melihat cahaya merah menyala dari arah dapur.
Dalam kondisi panik, Uwa segera berteriak meminta pertolongan kepada warga sekitar.
Mendengar teriakan tersebut, sejumlah warga segera bergegas datang membantu dan menghubungi petugas pemadam kebakaran (Damkar) dari Pos WMK Kawali, yang saat itu tengah bertugas piket malam.
“Setelah menerima laporan dari warga, petugas kami langsung bergerak menuju lokasi kejadian,” ujar Kabid Damkar dan Penyelamatan Satpol PP Ciamis, Budi Rahmat, S.IP, saat dikonfirmasi.
Budi menuturkan, empat personel damkar yang terdiri dari Asep, Adam, Trisna, dan Mugni dikerahkan untuk menangani kebakaran tersebut.
Mereka bergerak cepat menggunakan satu unit mobil pemadam menuju lokasi kejadian yang berjarak beberapa kilometer dari pos mereka.
Sesampainya di lokasi, petugas langsung melakukan upaya pemadaman dengan dibantu warga sekitar.
Kobaran api cukup besar karena sebagian material dapur berbahan kayu dan bambu yang mudah terbakar.
Setelah berjuang hampir dua jam, api akhirnya berhasil dipadamkan sekitar pukul 01.00 WIB, Senin (27/10/2025) dini hari.
Beruntung, api tidak sampai merembet ke bagian utama rumah. Namun, dapur berukuran 4 x 3 meter persegi itu sudah terlanjur hangus beserta seluruh isinya.
Diperkirakan, kerugian materi mencapai sekitar Rp 15 juta.
Meski kehilangan sebagian rumahnya, Uwa Suharya bersyukur karena tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam kejadian tersebut.
Petugas damkar kemudian memastikan bahwa sisa bara dan material yang masih berasap benar-benar padam, guna mencegah kemungkinan api kembali muncul.
Setelah situasi dinyatakan aman, tim damkar kembali ke Pos WMK Kawali untuk melanjutkan tugas malam mereka.
Budi Rahmat mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati dalam menggunakan tungku atau kompor tradisional, terutama saat malam hari.
Ia menegaskan, kebakaran rumah akibat bara api yang belum padam masih sering terjadi dan dapat dicegah dengan langkah sederhana, seperti memastikan api benar-benar mati sebelum ditinggalkan.
“Kami mengingatkan warga untuk selalu waspada. Jangan pernah meninggalkan bara api tanpa memastikan benar-benar padam. Kebiasaan kecil seperti itu bisa menyelamatkan nyawa dan harta benda,” ujarnya menambahkan.
Peristiwa kebakaran ini menambah daftar insiden rumah terbakar akibat kelalaian di wilayah Kabupaten Ciamis.
Aparat desa dan petugas damkar setempat terus mengimbau warga agar lebih waspada terhadap potensi bahaya kebakaran rumah tangga, terutama yang disebabkan oleh api terbuka dari tungku, lilin, maupun korsleting listrik.





