
Sebuah momen penuh khidmat dan kebanggaan kembali tercatat dalam sejarah Kabupaten Ciamis. Bertempat di halaman Pendopo Gedung Negara, Bupati Ciamis, Dr. H. Herdiat Sunarya, MM., secara resmi mengukuhkan 52 anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tingkat kabupaten tahun 2025.
Dalam sambutannya, Bupati Herdiat menegaskan bahwa menjadi anggota Paskibraka bukan sekadar kehormatan, melainkan sebuah tanggung jawab besar dalam menjaga nilai-nilai kebangsaan dan semangat kemerdekaan.
“Ini adalah tugas mulia untuk negeri. Kalian bukan hanya mewakili sekolah, tetapi juga menjadi simbol semangat generasi muda Kabupaten Ciamis,” tegasnya di hadapan para peserta, tamu undangan, dan orang tua anggota paskibraka.
Pengukuhan tersebut merupakan bagian dari rangkaian persiapan menjelang puncak peringatan HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia yang akan digelar pada Minggu, 17 Agustus 2025, di Lapangan Lokasana Ciamis.
Sebanyak 52 pelajar tersebut akan bertugas dalam dua upacara penting: pengibaran bendera pada siang hari dan penurunan bendera di sore harinya.
Menurut Kepala Badan Kesbangpol Ciamis, Dr. R. Yadi Tisyadi, SE., M.Si., para anggota Paskibraka ini telah melalui proses seleksi yang sangat ketat sejak Februari lalu.
Dari total 380 peserta yang mendaftar, hanya 54 orang yang lolos hingga tahap akhir, dan dua di antaranya terpilih mewakili Ciamis di tingkat Provinsi Jawa Barat.
Sementara 52 orang lainnya dipercaya mengemban tugas di tingkat kabupaten.
“Proses seleksi berlangsung sangat objektif, mengedepankan aspek fisik, intelektual, dan mental. Mereka adalah yang terbaik dari SMA, SMK, dan Madrasah Aliyah di Ciamis, baik negeri maupun swasta,” ujar Yadi usai acara.
Tak hanya dikukuhkan secara seremonial, para anggota paskibraka juga telah mengikuti masa karantina dan pelatihan intensif selama sembilan hari penuh, sejak 10 Agustus 2025.
Mereka ditempatkan di Wisma Atlet, Jalan Ir. H. Juanda, dan dibimbing oleh para pelatih profesional dalam berbagai aspek: peraturan baris-berbaris, pembinaan mental, wawasan kebangsaan, hingga kedisiplinan dan pengasuhan karakter.
Kabid Ideologi dan Wawasan Kebangsaan, Sosial Budaya, Badan Kesbangpol Ciamis, Wiji Subekti, menjelaskan, pelatihan ini menjadi bekal penting bagi anggota paskibraka agar mampu menjalankan tugasnya dengan penuh tanggung jawab.
“Kami tidak hanya melatih mereka secara teknis, tapi juga menanamkan nilai-nilai nasionalisme, integritas, dan cinta tanah air,” jelasnya.
Suasana pengukuhan pun terasa semakin haru saat para orang tua diberikan kesempatan untuk bertemu anak-anak mereka selama 30 menit setelah upacara.
Tangis bahagia dan pelukan hangat menjadi penutup manis dari sebuah proses panjang yang dilalui dengan penuh dedikasi.
Di balik pelatihan yang berat dan disiplin tinggi, para anggota paskibraka ini tetap menunjukkan semangat luar biasa.
Mereka kini siap mengibarkan bendera Merah Putih, menjadi simbol keberanian dan pengabdian pemuda Ciamis di hadapan publik.
Bupati Herdiat mengakhiri amanatnya dengan pesan mendalam: “Tugas kalian bukan hanya mengibarkan bendera, tetapi juga menginspirasi ribuan pemuda lain untuk mencintai bangsa ini dengan tindakan nyata.”





