Apa Itu Teknologi Deepfake

0
56
Reportasee.com
Foto : merdeka.com

Reportasee.com – Teknologi sekarang ini terus berkembang dengan tujuan utamanya untuk mempermudah berbagai aktivitas.


Namun baru-baru ini dunia dihebohkan dengan sebuah teknologi deepfake.


Teknologi yang berdasarkan pada sebuah kecerdasan buatan atau AI yang masih terus dikembangkan.


Sayangnya tak sedikit yang menggunakan teknologi yang ada untuk hal yang negatif.


Termasuk dengan penyebarab hoax yang cukup meresahkan.


Merupakan teknologi yang umumnya digunakan untuk mengubah audio maupun video yang terlihat menjadi begitu nyata.


Tak sedikit pula teknologi ini digunakan juga untuk merubah sebuah foto menjadi begitu realistis.


Sebuah teknologi yang patut diwaspadai penggunaannya karena tak sedikit yang menggunakan untuk konten tak bertanggung.


Teknologi kecerdasan buatan ini mulai ramai dibicarakan pada tahun 2017 oleh pengguna Reddit.


Digunakan untuk memalsukan sebuah gambar pada suatu peristiwa dengan teknik pembelajaran mesin.


Teknik ini mampu membuat sebuah gambar, suara atau pun video terlihat begitu nyata.


Jika dilihat dengan mata biasa, maka tak akan terlihat ada cacat atau nyaris sempurna.


Deepfake menjadi semakin terkenal dan membuat banyak kehebohan karena tak sedikit yang menggunakannya dengan wajah toko terkenal dunia.


Meskipun awalnya hanya sekedar iseng atau mencoba-coba saja, tapi bisa menjadi sangat berbahaya.


Itulah sebabnya teknologi dari kecerdasan buatan ini perlu diwaspadai penggunaanya.

Hal tersebut agar tak menimbulkan efek buruk nantinya.

Cara Kerja Deepfake
Merupakan teknologi yang hasilnya cukup mencengangkan karena hampir tak terlihat adanya kekurangan alias nyaris sempurna.

Baca:  Stiker RFID, Teknologi Bayar Tol Tanpa Berhenti


Namun, sebuah teknologi yang merupakan buatan manusia tentu saja akan selalu terdapat celah kekurangan.


Begitu pula dengan teknologi dari kecerdasan buatan, dimana bagi sebagian orang bisa terlihat kekurangannya.


Agar Anda tak terlalu bingung dengan teknologi ini, ada baiknya mengetahui cara kerja nya.


Sebuah teknologi yang bekerja dengan adanya sebuah teknik pembelajaran mesin yang dikenal dengan sebutan GAN.


Merupakan singkatan dari Generative Adversarial Network yang merupakan hal penting dalam sistem kerja teknologi pemalsuan deepfake.


Terdapat dua jaringan saraf dalam teknologi kecerdasan buatan yaitu Generator serta Diskriminator.


Kedua saraf tersebut bekerja dengan fungsi berbeda, akan tetapi saling mendukung satu sama lainnya.


Generator memiliki fungsi yang mampu menciptakan sebuah gambar menjadi begitu nyata.


Diskriminator memiliki fungsi untuk dapat mendeteksi sebuah gambar apakah telah terlihat nyata atau tidak.


Kedua jaringan saraf tersebut akan bekerja sama hingga mampu memanipulasi sebuah gambar, video atau pun audio menjadi sangat nyata.


Deepfake menjadi semakin meresahkan perkembangannya hingga akhirnya banyak para peneliti yang mencari celah kekurangannya.


Meskipun teknologi berdasarkan kecerdasan buatan hasilnya terlihat begitu nyata, akan tetapi tetap terdapat kelemahan didalamnya.


Tak heran jika kemudian banyak perusahaan besar di Amerika Seikat yang ikut mendanai penelitian untuk mendeteksi teknologi tersebut.

Foto : wartaekonomi.co.id


Bahaya Deepfake
Teknologi berdasarkan kecerdasan buatan ini mampu membuat sebuah gambar palsu menjadi terlihat sangat realistis atau nyata.

Baca:  Bupati Ciamis Keluarkan Edaran Global Switch of Earth Hour 2021


Jika digunakan oleh orang atau oknum yang tak bertanggung jawab bisa sangat membahayakan.


Karena bukan hanya gambar atau foto saja yang bisa dipalsukan, video juga audio pun mampu dibuat menjadi nyata.


Hal inilah yang kemudian membuat banyak kehebohan terutama di negara Amerika Serikat.


Karena bukan hanya menggunakan sosok seseorang saja, tak sedikit tokoh terkenal dunia yang digunakan untuk membuat sebuah konten palsu.


Hal tersebut bisa menimbulkan sebuah kepanikan masal terutama jika berkenaan dengan kondisi politik sebuah negara.


Deepfake bisa menjadi begitu membahayakan jika digunakan oleh orang-orang yang tak bertanggung jawab.


Meskipun ada hal positif yang bisa didapat dari penggunaan teknologi berdasarkan kecerdasan buatan ini.


Tak sedikit museum, galeri termasuk industri hiburan yang membutuhkan teknologi ini dalam video atau pun karya lainnya.


Begitu pula dengan penggunaan teknologi ini pada audio atau suara seseorang.


Mengkloning atau meniru suara menjadi salah satu solusi bagi seseorang yang kehilangan akibat sebuah penyakit.


Segala sesuatu atau teknologi yang ada sesungguhnya bisa membawa sebuah efek baik, asalkan digunakan untuk hal yang bermanfaat.


Sebaliknya, jika digunakan oleh orang yang tak bertanggung jawab justru akan membawa efek negatif atau pun masalah dikemudian hari.


Menjadi salah satu teknologi revolusioner abad ini yang cukup menyebar ketakutan terutama di negara Amerika Serikat.

Foto : idntimes.com


Contoh Deepfake
Teknologi yang dibuat berdasarkan kecerdasan buatan cukup membuat heboh dunia sejak awal kemunculannya hingga sekarang.

Baca:  Kejari Landak Tahan Mantan Kades Tubang Raeng


Di Amerika Serikat sendiri, teknologi ini sangat ditakuti karena tak sedikit tokoh terkenal seperti selebriti yang menjadi korbannya.


Taylor Swift, Katy Perry dan Emma Watson merupakan selebriti yang menjadi korban dari teknologi revolusioner.


Kebanyakan dari mereka menjadi korban teknologi kecerdasan buatan yang berkaitan dengan pornografi.


Hal tersebut tentu saja langsung disangkal oleh para mereka yang menjadi korban karena tak mungkin mereka mempertaruhkan nama besarnya.


Karena kemiripan atau hasil yang begitu nyata membuat masyarakat biasa tak mampu untuk membedakan apakah itu asli atau palsu.


Tak sedikit kasus hoax yang dibuat untuk tujuan tertentu dengan menggunakan sosok atau tokoh terkenal.


Seperti wajah Angela Merkel yang diganti dengan wajah Donald Trump memggunakan teknologi deepfake.


Anda mungkin tak bisa membayangkan bagaimana bisa wajah seseorang diganti dan tampak begitu nyata.


Layaknya adegan dalam film face off yang dibintangi oleh John Travolta saat bertukar wajah untuk kepentingan penyelidikan dan penangkapan seorang penjahat.


Untungnya kini ditemukan salah satu kelemahan dari teknologi dengan kecerdasan buatan yaitu tak ada kemampuan mengedip pada tokoh yang palsu.


Teknologi seperti deepfake bisa jadi berbahaya atau pun bermanfaat, tergantung dari siapa yang menggunakannya.


Karena setiap teknologi yang dibuat oleh manusia, pasti ada kelemahannya.