
Angka stunting di Kabupaten Ciamis menunjukkan tren positif dengan penurunan signifikan hingga mencapai 14 persen.
Meski demikian, Pemerintah Kabupaten Ciamis menegaskan pentingnya peran kader PKK dalam melanjutkan upaya edukasi dan pendampingan kepada masyarakat agar angka tersebut dapat terus ditekan secara berkelanjutan.
Pernyataan ini disampaikan dalam pembukaan Lomba Kader PKK Tingkat Kabupaten Tahun 2025 yang digelar di Aula Gedung PKK Ciamis, Selasa (29/7/2025).
Acara ini dibuka langsung oleh Bupati Ciamis, Herdiat Sunarya, dan dihadiri oleh Ketua TP PKK Kabupaten Ciamis, Hj. Kania Ernawati Herdiat, jajaran pengurus PKK, perwakilan OPD, serta tamu undangan lainnya.
Dalam sambutannya, Ketua TP PKK Kabupaten Ciamis, Hj. Kania Ernawati Herdiat, menegaskan, penurunan angka stunting tidak terlepas dari kerja keras kader PKK yang terus melakukan edukasi, pendampingan, dan pemantauan di lapangan.
Menurutnya, keberhasilan ini harus menjadi motivasi bagi kader untuk semakin meningkatkan kapasitas dan dedikasi mereka.
“Meski angka stunting sudah turun menjadi 14 persen, pekerjaan kita belum selesai. Peran kader PKK sangat penting untuk terus mengedukasi masyarakat mengenai pola asuh, gizi seimbang, dan kesehatan keluarga,” ujar Kania dalam sambutannya.
Ia menambahkan, lomba kader PKK tahun ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sebagai sarana memperkuat keterampilan kader agar lebih efektif dalam menjalankan tugas sosial kemasyarakatan.
“Edukasi berkelanjutan adalah kunci. Kita harap para kader PKK tidak hanya menjadi pelaksana program, tetapi juga motor penggerak kesadaran masyarakat,” tutup Kania.
Bupati Ciamis, Herdiat Sunarya, mengapresiasi capaian penurunan angka stunting tersebut.
Namun, ia mengingatkan bahwa tantangan lain seperti kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) juga memerlukan perhatian serius.
“Saya bangga dengan peran ibu-ibu kader PKK yang nyata dalam membantu menurunkan angka stunting. Namun, kita juga harus mewaspadai masalah sosial lain seperti KDRT dan kekerasan seksual, yang saat ini masih cukup tinggi di Ciamis,” tegas Herdiat.
Menurut Herdiat, kader PKK memiliki peran strategis dalam memberikan edukasi dan menjadi mitra pemerintah di masyarakat.
Lomba Kader PKK 2025 diharapkan dapat menjadi titik awal semangat baru bagi para kader.
Selain memotivasi kader untuk berinovasi dalam menjalankan program PKK, kegiatan ini juga memperkuat jaringan solidaritas antar kader di seluruh wilayah Ciamis.
“Dengan kader yang terlatih, program edukasi pencegahan stunting akan semakin optimal. Kita ingin keluarga di Ciamis tumbuh sehat, mandiri, dan sejahtera,” lanjut Herdiat.
Pemerintah Kabupaten Ciamis menargetkan angka stunting dapat terus ditekan hingga mencapai standar nasional. Untuk itu, kolaborasi antara pemerintah, kader PKK, dan masyarakat sangat dibutuhkan.





