Berita

Alex Noerdin Meninggal Dunia, Sumsel Berduka Kehilangan Sosok Pelopor Sekolah Gratis

Mantan Gubernur Sumatera Selatan dua periode, H. Alex Noerdin, dikabarkan meninggal dunia di Rumah Sakit Siloam Palembang setelah sempat menjalani perawatan intensif.

Kepergian sosok yang dikenal sebagai bapak pembangunan Sumatera Selatan ini meninggalkan duka mendalam bagi masyarakat.

Alex Noerdin menghembuskan napas terakhirnya di usia 75 tahun. Kabar mengenai Alex Noerdin meninggal dunia ini telah dikonfirmasi oleh pihak keluarga dan kerabat dekat yang mendampingi di rumah sakit.

Berdasarkan informasi yang dihimpun tim redaksi reportasee.com, kondisi kesehatan Alex Noerdin memang dilaporkan menurun dalam beberapa hari terakhir.

Sebelum dinyatakan meninggal dunia, ia sempat mendapatkan perawatan medis khusus karena faktor usia dan komplikasi kesehatan yang dideritanya.

Pihak Rumah Sakit Siloam hingga saat ini belum memberikan pernyataan resmi terkait detail medis penyebab wafatnya sang tokoh.

Namun, suasana di rumah sakit tampak mulai dipadati oleh sejumlah pejabat daerah dan kerabat yang ingin memberikan penghormatan terakhir.

Rencananya, jenazah akan dibawa ke rumah duka di Jalan Merdeka, Palembang, sebelum dimakamkan.

Berbicara tentang sosok Alex Noerdin tidak lepas dari transformasinya membawa Sumatera Selatan ke panggung internasional.

Menjabat sebagai Gubernur selama dua periode (2008–2018), ia dikenal sebagai pemimpin yang visioner dan berani mengambil terobosan besar di bidang pendidikan dan kesehatan.

Baca Juga :  Penerapan Empat Pilar Kebangsaan; Jawaban Atas 3 Tantangan Sosial dan Krisis Digital Masa Kini

Salah satu warisan paling fenomenal dari masa kepemimpinannya adalah program Sekolah Gratis dan Berobat Gratis.

Sumatera Selatan menjadi salah satu provinsi pionir di Indonesia yang menerapkan kebijakan ini secara menyeluruh, jauh sebelum daerah lain melakukan hal serupa.

Kebijakan ini sangat membekas di hati masyarakat ekonomi menengah ke bawah karena akses pendidikan menjadi lebih terbuka lebar.

Selain pendidikan, Alex Noerdin adalah otak di balik kemajuan Kompleks Olahraga Jakabaring (JSC).

Melalui tangan dinginnya, Palembang sukses menjadi tuan rumah ajang bergengsi seperti SEA Games 2011 dan Asian Games 2018.

Stadion bertaraf internasional dan fasilitas penunjang lainnya dibangun dengan cepat, menempatkan Palembang sebagai kota olahraga terkemuka di Asia Tenggara.

Tak hanya di tingkat provinsi, sebelum menjabat sebagai Gubernur, Alex Noerdin telah mengukir prestasi sebagai Bupati Musi Banyuasin (Muba).

Di sana, ia memulai pondasi program-program pro-rakyat yang kemudian ia bawa ke tingkat provinsi.

Selama kepemimpinannya, wajah Kota Palembang berubah drastis.

Proyek infrastruktur besar seperti pembangunan Jembatan Ampera baru, flyover, hingga Light Rail Transit (LRT) pertama di Indonesia, tak lepas dari lobi-lobi politik dan kegigihannya di tingkat pusat.

Baca Juga :  Edukasi Keuangan OJK di Ciamis; Ratusan IRT Bongkar Rahasia Sukses Ekonomi Kreatif

Ia meyakini bahwa infrastruktur adalah kunci untuk memutar roda ekonomi dan mengundang investasi masuk ke Sumatera Selatan.

Seiring dengan tersebarnya berita Alex Noerdin meninggal dunia, ucapan belasungkawa mulai membanjiri lini masa media sosial.

Sejumlah tokoh politik nasional dan daerah mengungkapkan rasa kehilangan mereka atas berpulangnya salah satu putra terbaik bangsa.

“Beliau adalah guru bagi banyak pemimpin daerah. Visi pembangunannya selalu melampaui zamannya,” ungkap salah satu kolega di pemerintahan daerah.

Masyarakat Sumsel juga ramai-ramai mengunggah foto kenangan dan ucapan terima kasih atas jasa-jasa beliau, terutama mengenai program berobat gratis yang pernah dirasakan manfaatnya secara langsung.

Kepergian Alex Noerdin menandai berakhirnya sebuah era kepemimpinan yang penuh warna di Sumatera Selatan.

Meski dalam perjalanan kariernya ia sempat menghadapi berbagai dinamika politik dan hukum, kontribusinya terhadap kemajuan fisik dan sumber daya manusia di Sumsel sulit untuk dibantah.

Masyarakat kini bersiap memberikan penghormatan terakhir kepada sosok yang akrab disapa “Pelopor Sekolah Gratis” ini.

Warisan berupa gedung-gedung megah, stadion internasional, dan sistem pendidikan gratis akan tetap berdiri sebagai saksi bisu dedikasinya untuk bumi Sriwijaya.

Back to top button

Eksplorasi konten lain dari Reportasee.com™

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca