Berita

Edukasi Keuangan OJK di Ciamis; Ratusan IRT Bongkar Rahasia Sukses Ekonomi Kreatif

Ratusan UMKM dan ibu rumah tangga di Ciamis mendapatkan edukasi keuangan OJK bersama DPR RI. Siap hadapi tantangan dompet digital dan investasi masa kini!

Ratusan pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) serta ibu rumah tangga (IRT) memadati Gedung KH Irfan Hilmy, Komplek Islamic Center, Kabupaten Ciamis.

Mereka hadir untuk mengikuti program edukasi keuangan OJK yang digelar secara kolaboratif bersama anggota DPR RI Fraksi Partai Golkar Dapil Jabar X pada Kamis, 16 Maret 2023.

Langkah strategis ini diambil sebagai bentuk kepedulian nyata untuk memperkuat ketahanan ekonomi domestik di tengah tantangan ketidakpastian global yang kian dinamis.

Sektor domestik, khususnya para pelaku usaha mikro dan kaum ibu, kini dipandang sebagai pilar utama yang menjaga stabilitas roda perekonomian daerah agar tidak goyah.

Oleh sebab itu, pembekalan literasi keuangan yang komprehensif dinilai menjadi agenda yang mendesak untuk dilaksanakan secara masif dan berkelanjutan.

Sektor UMKM dan Ibu Rumah Tangga Jadi Penyelamat Perekonomian

Dalam pemaparannya, perwakilan DPR RI Jabar X menegaskan bahwa masa depan perekonomian nasional saat ini tidak lagi hanya bergantung pada pergerakan sektor industri besar saja.

Fakta di lapangan menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi nasional justru lebih banyak disumbang secara masif oleh aktivitas usaha mikro dan sirkulasi keuangan yang dikelola dengan baik di tingkat rumah tangga.

Di hadapan ratusan peserta yang memadati ruangan, ia menjelaskan bahwa pertumbuhan ekonomi saat ini masih terjaga dengan stabil berkat kontribusi besar dari sektor UMKM dan peran aktif ibu rumah tangga.

Sebaliknya, sektor industri besar justru dinilai sedang mengalami tren pelemahan yang cukup signifikan sehingga tidak lagi menjadi penyumbang utama bagi pertumbuhan ekonomi nasional.

Baca Juga :  Mayjen Kunto Arief Ditunjuk sebagai Pangkogabwilhan I: Penyegaran dan Sinergi TNI

Kondisi pasar global yang terus fluktuatif menyebabkan banyak industri manufaktur skala besar terpaksa mengurangi kapasitas produksinya.

Sebaliknya, sektor usaha mikro terbukti jauh lebih kenyal, fleksibel, dan mampu bertahan dalam berbagai situasi krisis finansial.

Atas dasar pertimbangan matang itulah, pelaksanaan program edukasi keuangan OJK ini dinilai wajib dilakukan guna membekali kaum perempuan serta pelaku usaha kecil agar mereka memiliki sistem perencanaan finansial yang jauh lebih matang.

Ibu rumah tangga digadang-gadang sebagai poros terdepan yang tidak hanya mengelola sirkulasi modal, tetapi juga ikut menentukan arah masa depan bangsa.

Tantangan Baru di Era Digitalisasi Finansial global

Transformasi Transaksi Non-Tunai yang Kian Masif

Perkembangan teknologi modern yang berjalan sangat cepat menuntut semua lapisan masyarakat, termasuk di daerah, untuk segera beradaptasi tanpa penundaan.

Melalui kegiatan edukasi keuangan OJK ini, para peserta diingatkan dengan tegas bahwa pola transaksi konvensional secara perlahan akan mulai ditinggalkan dalam waktu dekat.

Di masa depan, seluruh sirkulasi pergerakan ekonomi masyarakat akan sepenuhnya berbasis pada ekosistem platform digital.

  • Proses pembayaran jual-beli kebutuhan pokok sehari-hari akan didominasi oleh sistem cashless (non-tunai).
  • Pemanfaatan dompet digital (e-wallet), mobile banking, dan QRIS akan menjadi standar baru yang wajib dikuasai di pasar tradisional maupun modern.

Waspada Terhadap Ancaman Layanan Keuangan Digital Ilegal

Selain menawarkan segudang kemudahan dalam bertransaksi sehari-hari, era digitalisasi finansial ini ternyata juga membawa risiko baru yang cukup tinggi jika tidak disikapi secara bijak.

Fenomena maraknya kasus investasi bodong berbasis aplikasi serta maraknya jeratan pinjaman online (pinjol) ilegal kerap kali menyasar kalangan masyarakat bawah yang minim informasi.

Di sinilah pentingnya kehadiran program edukasi keuangan OJK sebagai perisai dan benteng pertahanan utama bagi masyarakat agar tidak terjebak tipu daya promosi palsu.

Baca Juga :  Wabup Ciamis Sambut Peserta Pesantren Ramadhan Gelombang II

Masyarakat Kabupaten Ciamis diimbau untuk tidak perlu takut secara berlebihan terhadap modernisasi digital ini, melainkan harus cerdas menjadikannya sebagai peluang emas dalam meningkatkan omzet usaha.

Pengenalan berbagai produk jasa keuangan resmi yang diawasi negara dikupas secara tuntas dalam pertemuan tersebut.

Mulai dari mekanisme penyaluran kredit usaha rakyat yang legal, pemanfaatan investasi reksa dana yang aman, hingga tata cara membuka tabungan digital secara mandiri diajarkan secara bertahap kepada peserta.

Membangun Kemandirian Finansial Berkelanjutan di Ciamis

Pihak Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang hadir bertindak sebagai pemateri utama menekankan bahwa melek literasi bukan sekadar tahu, melainkan paham cara mengaplikasikannya.

Banyak sekali ditemui kasus di mana pelaku usaha pemula terpaksa gulung tikar bukan karena produk mereka tidak laku di pasaran, melainkan karena kesalahan fatal dalam mencampurkan uang dapur keluarga dengan modal operasional usaha.

Melalui program sinergi edukasi keuangan OJK ini, diharapkan mata rantai kemiskinan sistemik dan jeratan utang piutang dari rentenir ilegal di wilayah Priangan Timur dapat ditekan secara signifikan hingga ke titik terendah.

Sesi diskusi dan tanya jawab yang berlangsung interaktif memperlihatkan betapa tingginya antusiasme serta rasa ingin tahu para ibu rumah tangga di Ciamis mengenai cara membedakan platform keuangan yang legal dan logis.

Sebagai penutup, seluruh elemen yang terlibat sepakat bahwa program edukasi keuangan OJK ini tidak akan berhenti sebagai seremonial satu hari saja.

Ke depan, program monitoring berkala dan pendampingan intensif terhadap kelompok-kelompok usaha perempuan di Kabupaten Ciamis akan terus ditingkatkan demi terwujudnya masyarakat yang mandiri secara finansial.

Back to top button

Eksplorasi konten lain dari Reportasee.com™

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca