Alasan Huawei Tetap Gunakan Android Daripada Harmony OS

0
310
Alasan Huawei Tetap Gunakan Android Daripada Harmony OS

Reportasee.com, – Alasan Huawei Tetap Gunakan Android Daripada Harmony OS . Sudah berbulan-bulan sejak Huawei masuk ke dalam entity list oleh pemerintah AS. Sejak saat itu, Google serta beberapa perusahaan lain memutuskan bisnisnya dengan Huawei.

Alhasil, bisnis ponsel Huawei tersendat. Sebab, smartphone Huawei masih mengandalkan sistem operasi Android sebagai software utama. Hingga saat ini, Huawei mengaku masih kesulitan untuk mencari pengganti Huawei.

Alasan Huawei Tetap Gunakan Android Ketimbang OS buatannya

“Tantangan paling berat yaitu (mencari) layanan Google. Kami masih bisa menggunakan platform Android karena open-source, tapi kami tidak bisa menggunakan layanan yang bisa menjalankan aplikasi Google,” ujar Joy Tan, Vice President Public Affair Huawei AS.

Baca:   Huawei P40 Pro Hadir di Pasar Indonesia

Huawei sebenarnya sedang mengembangkan OS sendiri bernama HarmonyOS. Namun berkali-kali, Huawei mengungkapkan tetap akan memprioritaskan Android sebagai basis software.

Baca juga : Huawei Debut Harmony OS Pesaing Android dan iOS

Soal pemblokiran, Tan mengungkapkan Huawei masih berusaha melobi pemerintah AS untuk melonggarkan dampak pemblokiran, terutama bagi pengguna Huawei yang sudah ada.

Ia juga berusaha mendapatkan kembali atas akses ke teknologi yang dinilai tidak sensitif bagi keamanan dalam negeri AS.

Baca:   HP Samsung, Vivo, Oppo, Honor, Huawei, Kelas Rp 5 Juta

Namun sampai saat ini upaya itu belum berbuah hasil. Presiden AS Donald Trump beberapa kali telah mengisyaratan lampu hijau kepada Huawei.

Politikus partai Republik tersebut menjanjikan untuk mengizinkan kembali perusahaan AS berdagang lagi dengan Huawei, khusus untuk peralatan non-sensitif.

Tapi bagaimana mekanismenya, konon belum jelas. Beberapa bulan sebelumnya Trump juga sudah berjanji akan membuka bisnis AS serta Huawei lagi, setelah bertemu dengan Presiden China, Xi Jinping bulan Juni lalu.

Namun ganjalan politik ke dua negara agaknya membuat resolusi konflik itu menjadi alot. Kendati bisnis smartphonenya tersendat oleh pemblokiran AS, Huawei tetap sesumbar adanya peningkatan pendapatan seperti dikutip The Register.

Baca:   Kisah Lahirnya HongMeng OS Pengganti Android

Vendor smartphone China tersebut mengaku ada peningkatan pendapatan 25 persen di kuartal II-2019, menjadi 86 miliar dollar AS (sekitar Rp 1.207 triliun). Penjualan smartphone juga diklaim mencapai 186 juta dalam tiga bulan.

Tanpa disebutkan persentasenya, angka tersebut naik dari kuartal yang sama tahun lalu meski pertumbuhannya disebut melambat.

Meski secara global bisnis smartphone Huawei seret, namun di China flagship Huawei masih mendominasi pasar.***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.