
Bencana banjir bandang yang melanda kawasan Aceh Tamiang pada akhir tahun 2025 lalu menyisakan duka mendalam.
Ratusan bangunan hancur, dan sektor pendidikan menjadi salah satu korban paling terdampak yang sering kali luput dari prioritas pemulihan cepat.
Merespons krisis kemanusiaan ini, Aksi Nyata BAZMA Pertamina (Baituzzakah Amanah Manfaat Ummat) hadir membawa secercah harapan.
Melalui inisiatif program “Bangkit Sekolah”, yayasan ini bergerak cepat merevitalisasi TK Islam Ar-Rahmaniyyah, memastikan 112 anak didik dan 16 guru dapat kembali melakukan proses belajar mengajar dengan aman dan nyaman.
Ringkasan Berita
Dampak Bencana Terhadap Masa Depan Pendidikan
Proses pemulihan pasca bencana sesungguhnya adalah tahapan paling krusial. Padahal, trauma kehilangan ruang belajar bisa memberikan dampak psikologis jangka panjang bagi anak-anak usia dini.
Tanpa adanya intervensi dari pihak luar, proses perbaikan sekolah-sekolah di pelosok daerah yang terdampak bencana alam kerap memakan waktu yang sangat lama.
Oleh karena itu, diperlukan sinergi kolaboratif dari berbagai elemen masyarakat, institusi, dan korporasi.
Keterlambatan dalam merenovasi fasilitas pendidikan tidak hanya menghambat penyampaian materi pelajaran, tetapi juga merenggut ruang sosial tempat anak-anak bermain dan menyembuhkan trauma mereka.
Melihat urgensi tersebut, kehadiran Aksi Nyata BAZMA Pertamina bukan sekadar memberikan donasi sesaat.
Langkah ini bukan sekadar memberikan donasi, melainkan sebuah komitmen berkelanjutan untuk menyelamatkan generasi penerus bangsa dari ancaman putus sekolah akibat bencana.
Aksi Nyata BAZMA Pertamina di Tengah Genangan Lumpur
Kondisi TK Islam Ar-Rahmaniyyah pasca banjir sangat memprihatinkan. Saat air bah perlahan surut, duka justru semakin terasa.
Kepala TK Islam Ar-Rahmaniyyah menceritakan bagaimana lumpur pekat menggenang dengan ketinggian mencapai sebetis hingga dada orang dewasa di dalam ruang kelas.
Kerusakan fisik yang terjadi tergolong sangat parah. Ruang kantor para guru hancur berantakan dengan kondisi plafon yang roboh sepenuhnya.
Selain itu, fasilitas sanitasi seperti kamar mandi tak lagi bisa digunakan, dan seluruh ruang belajar tertutup endapan lumpur tebal yang mulai mengeras.
“Dalam kondisi kritis seperti itu, kami benar-benar buntu. Kami sempat tidak memiliki gambaran sama sekali tentang bagaimana cara membersihkan, apalagi memulihkan bangunan sekolah tercinta ini,” ungkapnya dengan nada haru.
Menghadapi situasi pelik ini, para guru dan warga sekitar mencoba berbagai cara untuk mencari bantuan darurat.
Hingga akhirnya, jawaban atas doa dan ikhtiar tersebut datang melalui Aksi Nyata BAZMA Pertamina.
Berkolaborasi dengan Sinergi Foundation sebagai mitra pelaksana ahli di lapangan, proses revitalisasi segera dieksekusi secara terukur dan sistematis.
Revitalisasi Total Fasilitas Belajar Mengajar
Melalui Aksi Nyata BAZMA Pertamina, program Bangkit Sekolah tidak hanya fokus pada pembersihan sisa-sisa bencana, tetapi juga peningkatan kualitas infrastruktur.
Proses pengerjaan fisik mencakup berbagai aspek fundamental yang menjamin keamanan konstruksi bangunan bagi anak-anak.
Upaya perbaikan ini meliputi pembongkaran menyeluruh pada material yang lapuk dan pemasangan plafon baru yang lebih kokoh.
Selanjutnya, tim di lapangan juga melakukan perbaikan struktur tembok yang retak, penggantian atap bocor, hingga pengecatan ulang seluruh gedung dan gapura utama dengan palet warna yang cerah dan memancing antusiasme belajar.
Iyan Suryana, Staff Program Sinergi Foundation yang terjun langsung ke lokasi, menegaskan bahwa kecepatan dan ketepatan adalah kunci.
“Melalui program Bangkit Sekolah ini, kami sangat berharap anak-anak dapat kembali beraktivitas dengan nyaman dan aman. Lebih dari itu, semangat mereka untuk menuntut ilmu harus kembali menyala,” tegas Iyan.
Mengembalikan Rona Wajah Pendidikan Aceh Tamiang
Kini, kerja keras tersebut telah membuahkan hasil yang manis. Transformasi fisik bangunan TK Islam Ar-Rahmaniyyah membawa dampak psikologis yang luar biasa, tidak hanya bagi siswa, tetapi juga masyarakat sekitar.
Sekolah yang tadinya diselimuti sisa-sisa duka akibat banjir bandang, kini kembali hidup dan menjadi pusat tawa ceria anak-anak.
Perubahan ini diamini langsung oleh pihak sekolah. Warna-warna bangunan yang kini lebih terang dan cerah berhasil menjadi magnet yang menarik kembali minat siswa.
Transformasi fisik bangunan tersebut membawa energi positif yang luar biasa bagi lingkungan sekolah.
Sang Kepala Sekolah menuturkan bahwa wajah baru gedung pendidikan itu kini membuatnya tampak hidup kembali, bahkan hanya dari tampilan luarnya saja.
Dampak perbaikan ini juga terlihat jelas pada melonjaknya tingkat kehadiran para siswa.
Dibandingkan masa sebelum renovasi, anak-anak kini jauh lebih antusias dan bahagia bisa kembali menuntut ilmu berkat Aksi Nyata BAZMA Pertamina yang menghadirkan ruang belajar bernuansa cerah serta sangat layak.
Secercah Doa untuk Para Penggerak Kebaikan
Keberhasilan program ini membuktikan bahwa kepedulian yang diwujudkan dalam tindakan nyata mampu memberikan perubahan yang signifikan.
Syarifah Lailatun, selaku pendiri Yayasan yang menaungi TK Islam Ar-Rahmaniyyah, tidak dapat menyembunyikan rasa syukurnya melihat sekolah yang dirintisnya kembali berdiri tegak.
“Kami mengucapkan terima kasih yang tak terhingga kepada para donatur dan secara khusus atas kepedulian dari Pertamina,” tutur Syarifah dengan penuh haru.
Di akhir penyampaiannya, doa tulus turut mengalir untuk semua pihak yang terlibat dalam misi kemanusiaan ini. Ia berharap agar kebaikan yang telah disemai ini dicatat sebagai amal jariyah yang tak terputus.
Semangat gotong royong dan empati yang ditunjukkan melalui Aksi Nyata BAZMA Pertamina ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi banyak pihak untuk terus bergerak membantu pemulihan negeri di berbagai pelosok Indonesia.





