Berita

Ampuh! Antisipasi Dampak El Nino di Ciamis, Bupati Siapkan 3 Strategi Pangan

Pemerintah Kabupaten Ciamis bergerak cepat memitigasi dampak El Nino di Ciamis yang diprediksi membawa kemarau panjang pada pertengahan tahun ini.

Di sela-sela pembukaan Gerakan Tanam Padi Organik di Desa Bangunsari, Kamis (09/04/2026), Bupati Herdiat Sunarya menginstruksikan para petani untuk mengatur pola tanam dengan matang.

Ia juga mengajak warga mulai menggalakkan konsumsi pangan alternatif seperti umbi-umbian.

Langkah antisipatif ini diambil menyusul laporan prakiraan cuaca yang menunjukkan adanya pergeseran musim kemarau yang berpotensi lebih ekstrem.

Fenomena alam yang memicu kekeringan ini jelas menjadi ancaman serius bagi sektor pertanian lokal, terutama untuk komoditas padi yang membutuhkan pasokan air berlimpah.

Oleh karena itu, jajaran Forkopimda Ciamis beserta berbagai elemen terkait mulai melakukan langkah konsolidasi.

Keterlibatan Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Tasikmalaya serta seluruh camat menegaskan bahwa urusan mitigasi iklim dan ketahanan pangan adalah tanggung jawab krusial lintas sektoral.

Ancaman Nyata Kemarau Panjang di Depan Mata

Bupati Herdiat Sunarya menegaskan bahwa ancaman anomali cuaca ini tidak boleh dianggap remeh oleh seluruh pemangku kepentingan daerah.

Jika pemerintah dan masyarakat tidak menyiapkan langkah mitigasi sejak dini, ancaman gagal panen massal bisa benar-benar terjadi dan memukul telak ekonomi pedesaan.

Untuk mencegah krisis ketersediaan pangan lokal tersebut, para petani diminta untuk segera menyesuaikan kalender tanam mereka di lapangan.

Perhitungan jadwal tanam yang lebih cermat menjadi kunci utama agar tanaman padi tidak mengalami kekeringan ekstrem pada fase pertumbuhan kritisnya.

Baca Juga :  Dua Pemuda Sindangkasih Diamankan Polres Ciamis Usai Lempar Batu ke Mobil Warga

Selain itu, efisiensi penggunaan sumber daya air irigasi sawah harus diterapkan secara ketat dan disiplin tinggi.

Kolaborasi antara kelompok tani dan penyuluh pertanian sangat dibutuhkan untuk memetakan area kantong air yang masih bisa dimanfaatkan selama musim kemarau menyengat.

Umbi-umbian Jadi Senjata Hadapi Dampak El Nino di Ciamis

Menghadapi potensi penyusutan drastis pada produksi panen beras lokal, Bupati Ciamis menawarkan solusi nyata melalui skema diversifikasi pangan.

Ia secara khusus mengimbau seluruh lapisan masyarakat untuk tidak melulu bergantung pada beras sebagai satu-satunya sumber karbohidrat harian.

“Kita harus mulai membiasakan diri mengonsumsi pangan alternatif yang tidak kalah bergizi,” ujar Bupati.

Langkah diversifikasi ini dinilai sebagai pertahanan paling masuk akal dalam menekan dampak El Nino di Ciamis yang bisa mengancam ketahanan gizi keluarga sewaktu-waktu.

Tanaman jenis umbi-umbian, seperti singkong, ubi jalar, hingga talas, sangat dikenal memiliki daya tahan yang jauh lebih tangguh terhadap cuaca panas.

Penanaman komoditas hemat air ini di pekarangan rumah atau lahan kering sangat direkomendasikan sebagai lumbung hidup keluarga.

Pertanian Organik Sebagai Mitigasi Jangka Panjang

Dalam momentum yang sama, Bupati Ciamis juga meresmikan pencanangan Gerakan Tanam Padi Organik Tingkat Kabupaten Ciamis Tahun 2026.

Menariknya, peralihan menuju sistem pertanian ramah lingkungan ini ternyata memiliki kaitan erat dengan daya tahan lahan terhadap cuaca.

Lahan sawah yang rutin dikelola menggunakan pupuk organik terbukti memiliki struktur tanah yang lebih gembur dan mampu mengikat cadangan air lebih lama.

Kelebihan ini jelas memberikan keuntungan strategis bagi para petani dalam meminimalisasi kerusakan sawah akibat dampak El Nino di Ciamis.

Sebaliknya, Bupati membeberkan fakta memprihatinkan bahwa tanah di sejumlah wilayah Ciamis sudah mulai rusak terkontaminasi bahan kimia sintetis.

Baca Juga :  Puskesmas Gelar Inspeksi, SPPG Banjarsari 2 Ciamis Jadi Pelopor Dapur MBG Bersertifikat Lengkap

Tanah yang tercemar ini cenderung cepat kering, keras, dan retak ketika diterpa kemarau panjang, sehingga langsung merusak akar tanaman.

Inspirasi Adaptasi dari Kelompok Tani Parikesit

Sebagai contoh keberhasilan tata kelola pertanian yang tangguh dan inovatif, Pemkab Ciamis menunjuk Kelompok Tani Parikesit sebagai pusat percontohan gerakan.

Kelompok tani kebanggaan daerah ini berlokasi strategis di Desa Bangunsari, Kecamatan Pamarican.

Mereka baru saja menorehkan prestasi gemilang dengan menyabet gelar Juara 2 pada ajang Bank Indonesia Award 2025 Championship khusus kategori Klaster Pangan.

Penghargaan berskala nasional ini menjadi bukti sahih bahwa manajemen lahan yang tepat mampu menghadirkan stabilitas panen.

Teknik adaptasi cuaca dan pengelolaan klaster yang selama ini diterapkan oleh Kelompok Tani Parikesit diharapkan dapat segera direplikasi oleh wilayah lain.

Transfer ilmu di tingkat akar rumput ini sangat dibutuhkan agar seluruh wilayah siap menghadapi anomali cuaca.

Sinergi Pemkab dan Desa Amankan Stok Pangan

Sebagai bentuk kehadiran negara, Pemerintah Kabupaten Ciamis memastikan akan memberikan dukungan intervensi fasilitas, mulai dari distribusi bantuan bibit hingga pupuk.

Stimulus ini diharapkan mampu meringankan modal awal produksi petani yang sedang bersiap menghadapi musim kering.

Lebih lanjut, Bupati Herdiat juga menginstruksikan para kepala desa untuk aktif mengambil tindakan antisipatif.

Instruksi utamanya adalah segera memanfaatkan lahan aset desa atau tanah bengkok sebagai laboratorium percontohan pertanian organik dan penanaman umbi-umbian.

Melalui sinergi solid antara pemerintah daerah, pemdes, dan elemen masyarakat tani, Kabupaten Ciamis menatap optimis sanggup melewati kemarau tahun ini.

Seluruh rangkaian strategi meminimalkan dampak El Nino di Ciamis ini bermuara pada satu niat mulia, yakni memastikan dapur warga tetap mengepul dengan sehat.

Back to top button

Eksplorasi konten lain dari Reportasee.com™

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca