Berita

Akhir Penantian 8 Tahun, PSGC Ciamis Resmi Kembali ke Liga 2

PSGC Ciamis akhirnya menuntaskan penantian panjang selama delapan tahun untuk kembali berlaga di kasta kedua sepak bola nasional.

Kepastian tersebut diraih setelah tim berjuluk Laskar Singacala sukses menumbangkan Persiba Bantul dalam laga play off Liga Nusantara 2025/2026 yang berlangsung di Stadion Sriwedari, Solo, Sabtu (6/2/2026) malam.

Dalam pertandingan penentuan tersebut, PSGC Ciamis keluar sebagai pemenang dengan skor agregat 6–4, setelah kedua tim bermain imbang 2–2 di waktu normal dan babak tambahan, lalu dilanjutkan dengan drama adu penalti.

Pada babak tos-tosan, PSGC tampil lebih tenang dan memastikan kemenangan 4–2 atas Persiba Bantul.

Hasil ini tidak hanya mengantarkan PSGC menempati posisi ketiga terbaik Liga Nusantara 2025/2026, tetapi juga memastikan satu tiket promosi ke Liga 2 Championship musim 2026/2027.

Dari 24 klub peserta Liga Nusantara musim ini—dengan dua klub, Persikabo 1973 dan Persewar Waropen, memilih mengundurkan diri—hanya tiga tim yang berhak promosi ke Liga 2, yakni Dejan FC Depok, RANS Nusantara FC, dan PSGC Ciamis.

Keberhasilan tersebut menjadi pencapaian bersejarah bagi PSGC, mengingat klub kebanggaan masyarakat Tatar Galuh itu terakhir kali berkompetisi di Liga 2 pada musim 2016.

Setelah itu, PSGC harus menerima kenyataan pahit terdegradasi ke Liga 3 pada musim 2017 usai kalah dalam laga play off melawan Perserang Serang.

Sejak saat itu, PSGC menempuh perjalanan panjang di kasta ketiga sepak bola nasional.

Pada musim 2018, PSGC memulai perjuangan dari Liga 3 Regional Jawa Barat, menembus seri demi seri hingga akhirnya lolos ke Liga 3 Nasional.

Sejak 2020, PSGC terus berkiprah di Liga 3 Nasional yang dalam dua musim terakhir dikenal dengan nama Liga Nusantara.

Selama delapan tahun berada di Liga 3, PSGC mengalami berbagai dinamika, termasuk pergantian pelatih dan restrukturisasi tim, bahkan sempat mendatangkan pelatih asing asal Brasil, Carlos de Melo.

Namun satu target tidak pernah berubah, yakni kembali promosi ke Liga 2. Dalam empat musim terakhir, langkah PSGC selalu terhenti di babak play off dan nyaris menggapai promosi.

Kegagalan paling menyakitkan terjadi pada musim Liga Nusantara 2024/2025, saat PSGC harus mengakui keunggulan Persiba Balikpapan melalui adu penalti dengan skor 5–6.

Musim 2025/2026 menjadi titik balik. Di bawah arahan pelatih Heri Kiswanto, PSGC tampil lebih matang dan konsisten.

Perjuangan panjang sejak babak penyisihan grup yang dimulai pada 29 November 2025 akhirnya berbuah manis di laga penentuan.

Setelah menjalani pemusatan aktivitas dan pertandingan selama kurang lebih 2,5 bulan di Kota Solo, PSGC mampu menyelesaikan misinya dengan hasil maksimal.

Keberhasilan promosi tersebut disambut penuh haru oleh para pemain, ofisial, manajemen, dan suporter.

Usai laga, para pemain PSGC melakukan sujud syukur di tengah lapangan Stadion Sriwedari yang diguyur gerimis.

Ritual doa dan ungkapan syukur itu dipimpin langsung oleh CEO PSGC, Dr. H. Herdiat Sunarya, MM, yang juga Bupati Ciamis.

Herdiat menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada seluruh masyarakat Ciamis, suporter, serta semua pihak yang selama ini setia memberikan dukungan dan doa bagi perjuangan PSGC.

Keberhasilan PSGC Ciamis kembali ke Liga 2 juga tidak lepas dari dukungan spiritual masyarakat.

Sejumlah doa bersama, termasuk salawat kebangsaan dalam rangka Hari Amal Bhakti ke-80 Kementerian Agama Republik Indonesia yang digelar di Stadion Galuh Ciamis pada Januari 2026 dan dipimpin oleh Habib Syech bin Abdul Qadir Assegaf, turut mengiringi perjalanan klub sepanjang musim ini.

Asisten pelatih PSGC, Dicky Jong, menegaskan bahwa pencapaian ini merupakan hasil kerja keras seluruh elemen tim.

“Terima kasih atas perjuangan keras para pemain. Terima kasih atas doa dan dukungan warga Tatar Galuh serta para suporter. PSGC finis di posisi ketiga terbaik dan, alhamdulillah, lolos promosi ke Liga 2,” ujarnya.

Dengan hasil ini, PSGC Ciamis memastikan diri kembali menjadi bagian dari kompetisi Liga 2 pada musim 2026/2027.

Promosi tersebut sekaligus menjadi simbol kebangkitan dan konsistensi klub dalam membangun kekuatan, setelah delapan tahun berjuang tanpa henti di kasta ketiga sepak bola nasional.

Back to top button

Eksplorasi konten lain dari Reportasee.com™

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca