
Liga Pelajar Ciamis “Tut Wuri Handayani Cup” XIX musim 2025/2026 resmi ditutup setelah rangkaian pertandingan panjang yang berlangsung selama hampir lima bulan.
Partai puncak kompetisi ini digelar pada Senin sore (9/2/2026) di Stadion Galuh Ciamis, ditandai dengan laga grand final tingkat SLTA putra antara SMAN 1 Cihaurbeuti dan SMAN 2 Ciamis.
Pertandingan final berlangsung dalam suasana penuh gengsi dan tensi tinggi. Di bawah cuaca cerah yang sempat diselingi gerimis ringan, kedua tim menampilkan permainan disiplin dan agresif sejak menit awal.
Jual beli serangan terjadi sepanjang laga, mencerminkan ambisi besar masing-masing tim untuk mengukir prestasi tertinggi di ajang sepak bola pelajar paling prestisius di Kabupaten Ciamis tersebut.
SMAN 1 Cihaurbeuti akhirnya keluar sebagai pemenang dengan skor tipis 1–0. Gol semata wayang dicetak pada babak pertama oleh Teguh Rizki Hermawan.
Meski SMAN 2 Ciamis berupaya keras menyamakan kedudukan hingga babak kedua berakhir, termasuk tambahan waktu selama tiga menit, upaya tersebut tidak membuahkan hasil.
Kemenangan ini menjadi momen bersejarah bagi SMAN 1 Cihaurbeuti. Untuk pertama kalinya, sekolah tersebut berhasil meraih gelar juara Liga Pelajar Ciamis “Tut Wuri Handayani Cup”.
Keberhasilan tersebut juga mengantarkan Teguh Rizki Hermawan, siswa kelas XI SMAN 1 Cihaurbeuti, meraih dua penghargaan individu sekaligus, yakni sebagai pemain terbaik dan top skorer “Tut Wuri Handayani Cup” XIX tingkat SLTA.
Pada seremoni penutupan, SMAN 1 Cihaurbeuti menerima trofi juara dan uang pembinaan yang diserahkan oleh Wakil Ketua DPRD Ciamis, H. Komar Hermawan.
Selain itu, piala bergilir Liga Pelajar Ciamis “Tut Wuri Handayani Cup” diserahkan langsung oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Ciamis, Dr. H. Andang Firman Triyadi, SSTP, MT, sebagai simbol status juara umum.
Penutupan kompetisi juga diisi dengan penyerahan trofi dan uang pembinaan untuk seluruh kategori pertandingan.
Pada kelompok putri, SMA Nusantara tampil sebagai juara pertama, disusul SMAN 1 Ciamis di posisi kedua.
Sementara itu, SMP Al Ma’arif dan SMAN 3 Ciamis berhenti di babak semifinal. Trofi dan hadiah kelompok putri diserahkan oleh Hj. Gita Griselda, istri almarhum H. Yana D. Putra, mantan Wakil Bupati Ciamis.
Untuk kategori SLTP putra, SMPN 1 Panumbangan berhasil meraih juara pertama, diikuti SMPN 1 Cikoneng sebagai juara kedua.
Adapun SMPN 4 Ciamis (A) dan SMPN 4 Ciamis (B) menjadi semifinalis. Penghargaan bagi kategori ini diserahkan oleh Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disbudpora) Kabupaten Ciamis, Dr. H. Dian Budiyana.
Sementara itu, penghargaan tingkat SLTA putra—meliputi juara pertama SMAN 1 Cihaurbeuti, juara kedua SMAN 2 Ciamis, serta semifinalis SMAN 3 Ciamis dan SMAN 1 Kawali—diserahkan oleh Wakil Ketua DPRD Ciamis, H. Komar Hermawan.
Trofi untuk pemain terbaik, pelatih terbaik di semua tingkatan, serta wasit terbaik diserahkan oleh Ketua KONI Ciamis, Drs. H. Endang Sutrisna.
Sebagai bentuk apresiasi tambahan, sebanyak 12 tim yang berhasil menembus babak semifinal juga menerima bantuan bola dari Bupati Ciamis, H. Herdiat Sunarya, yang juga menjabat sebagai CEO PSGC. Bantuan tersebut diserahkan oleh Ketua Panitia Pelaksana, Adang Ija Sudrajat.
Dalam sambutannya, Ketua Forum Pemuda Galuh sekaligus Ketua Panitia Pelaksana dan Operator Liga Pelajar Ciamis “Tut Wuri Handayani Cup”, Adang Ija Sudrajat, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan penyelenggaraan turnamen tahun ini.
Ia menyebutkan bahwa edisi ke-19 ini diikuti oleh 93 tim, terdiri atas 50 tim SLTP, 34 tim SLTA, dan 9 tim kelompok putri.
Namun demikian, Adang juga mengungkapkan kekhawatiran bahwa “Tut Wuri Handayani Cup” XIX musim 2025/2026 berpotensi menjadi edisi terakhir Liga Pelajar Ciamis.
Kompetisi yang digagas oleh almarhum H. Yana D. Putra sejak tahun 2004 tersebut terancam berhenti akibat keterbatasan pendanaan.
Menurutnya, minimnya dukungan sponsor, tidak adanya pihak ketiga, serta rendahnya jumlah penonton—terutama dalam dua musim terakhir—menjadi kendala utama.
“Kami terpaksa hanya mengandalkan uang pendaftaran tim dan dana swadaya panitia yang sangat terbatas. Padahal setiap pertandingan membutuhkan anggaran minimal Rp1,5 juta,” ujar Adang.
Ia menjelaskan, selama pelaksanaan kompetisi sejak kick off pada Senin (15/9/2025) hingga grand final Senin (9/2/2026), telah terselenggara sekitar 90 pertandingan.
Setiap laga memerlukan biaya untuk akomodasi perangkat pertandingan, pengamanan, tim medis, konsumsi, sewa lapangan, hingga penyediaan hadiah bagi para juara.
“Jika tidak ada kepedulian dan dukungan dari berbagai pihak, besar kemungkinan event ini tidak dapat dilanjutkan,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Disbudpora Ciamis, Dr. H. Dian Herdiana, M.Si., dalam pidato penutupannya menegaskan bahwa “Tut Wuri Handayani Cup” telah menjadi ajang sepak bola pelajar paling bergengsi di Ciamis.
Kompetisi ini dinilai berperan penting dalam meningkatkan gairah sepak bola di kalangan masyarakat, khususnya generasi muda, sekaligus melahirkan talenta-talenta pesepak bola berbakat.
“Jika saat ini terdapat kendala, mudah-mudahan dapat ditemukan solusi terbaik agar kompetisi ini tetap berlanjut,” ujarnya.





