
Pemain muda PSGC Ciamis, Izmir Emirullah, menyampaikan harapannya untuk tetap memperkuat klub kebanggaan daerahnya pada kompetisi Liga 2 musim depan.
Harapan tersebut disampaikan menyusul keberhasilan PSGC Ciamis mengamankan tiket promosi dari Liga Nusantara 2025/2026, sekaligus menutup penantian panjang selama tujuh tahun untuk kembali berlaga di kasta yang lebih tinggi.
Izmir menjadi salah satu figur penting di balik pencapaian tersebut. Pemain berusia 20 tahun itu turut berkontribusi besar dalam perjalanan PSGC yang finis di peringkat ketiga Liga Nusantara musim ini.
Penampilan konsistennya bahkan mengantarkan dirinya meraih penghargaan The Best Young Player Liga Nusantara 2025/2026, sebuah pengakuan atas kualitas dan potensinya sebagai pemain muda.
“Mudah-mudahan untuk musim Liga 2 nanti masih bisa bergabung dengan PSGC,” ujar Izmir saat ditemui usai mengikuti rangkaian penyambutan dan konvoi tim di Kota Ciamis, Senin (9/2/2026).
Penghargaan pemain muda terbaik tersebut diterima Izmir bersamaan dengan penutupan resmi Liga Nusantara 2025/2026 yang digelar di Stadion Sriwedari, Solo, Minggu malam (8/2/2026).
Dalam kesempatan itu, ia memperoleh hadiah berupa replika sepatu bola serta uang pembinaan.
Secara statistik, kontribusi Izmir sepanjang musim cukup menonjol. Dari total 18 pertandingan yang dijalani PSGC—terdiri atas 15 laga fase grup, satu pertandingan babak delapan besar, satu laga semifinal, dan satu pertandingan play-off—Izmir dipercaya pelatih Heri Kiswanto tampil sebagai starter dalam 12 laga.
Catatan tersebut menjadikannya sebagai salah satu pemain muda yang paling sering diturunkan dan menunjukkan tingkat kepercayaan tinggi dari tim pelatih.
Izmir merupakan putra asli Ciamis yang lahir dan besar di Kampung Cidudu, Desa Imbanagara, Kabupaten Ciamis.
Kedekatan emosional dengan daerah asal menjadi salah satu alasan kuat keinginannya untuk terus membela PSGC.
Musim 2025/2026 menjadi debutnya bersama Laskar Singacala di level Liga Nusantara, setelah sebelumnya menimba pengalaman di sejumlah klub pembinaan usia muda.
Perjalanan sepak bola Izmir dimulai sejak usia dini saat masih bersekolah di SD Negeri 1 Imbanagara.
Bakatnya ditempa melalui Sekolah Sepak Bola (SSB) Boulduzer, yang kemudian berlanjut saat ia menempuh pendidikan di SMP Negeri 2 Ciamis.
Pada jenjang SMA, Izmir bergabung dengan SMAN 1 Ciamis dan selanjutnya masuk ke skuat Persib Bandung kelompok usia, mulai dari Persib U-16, U-18, hingga Persib U-20.
Selain aktif sebagai pesepak bola profesional, Izmir juga tercatat sebagai mahasiswa semester empat Program Studi Pendidikan Jasmani, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Siliwangi, Tasikmalaya.
Ia dikenal mampu menyeimbangkan aktivitas akademik dan karier olahraga secara bersamaan.
Kepulangan Izmir bersama rombongan PSGC ke Ciamis disambut antusias oleh masyarakat dan suporter.
Setibanya di Stasiun Ciamis, rombongan diarak dalam konvoi keliling kota sebelum diterima secara resmi oleh Bupati Ciamis, Dr. H. Herdiat Sunarya, MM, di Pendopo Gedung Negara Ciamis.
Dalam momen tersebut, Izmir menjadi salah satu pemain yang paling banyak mendapat sorakan dan apresiasi warga.
Dengan usia yang masih muda dan pengalaman yang terus bertambah, harapan Izmir untuk tetap berseragam PSGC di Liga 2 musim depan mencerminkan tekadnya untuk tumbuh dan berkembang bersama klub daerah.
Kehadirannya diharapkan dapat menjadi bagian penting dalam upaya PSGC Ciamis bersaing dan menjaga eksistensi di kompetisi yang lebih kompetitif pada musim mendatang.





