Berita

Warga Cipaku Ciamis Desak Kegiatan Ronda Malam Diaktifkan Kembali Setelah Marak Pencurian

Warga Kecamatan Cipaku, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat mendesak agar kegiatan ronda malam kembali dihidupkan.

Hal itu menyusul gelombang pencurian yang terjadi di Dusun Sindang Hilir, RT 08 RW 08, Desa Cipaku, dalam sepekan terakhir.

Langkah ini dinilai sebagai solusi efektif untuk menekan angka kriminalitas dan memulihkan rasa aman masyarakat.

Hayati, salah satu warga setempat, mengungkapkan bahwa dalam tujuh hari terakhir, sedikitnya empat rumah di lingkungannya telah dibobol pencuri.

Berbagai barang berharga milik warga raib, mulai dari kebutuhan rumah tangga hingga hewan ternak.

“Bu Emoh kehilangan tabung gas dan dua ekor burung. Nia kemalingan tiga ekor ayam. Sedangkan Ustadz Aang kehilangan gulungan kabel Sanyo, mesin pompa air, gas elpiji 3 kilogram, hingga gurinda,” tuturnya, Senin (28/7/2025).

Baca Juga :  FPSH HAM Jawa Barat Persiapkan Pemimpin Masa Depan

Menurut Hayati, maraknya pencurian ini menimbulkan ketakutan di kalangan warga.

Banyak dari mereka memilih untuk tidak keluar rumah pada malam hari karena khawatir pelaku membawa senjata tajam dan dapat membahayakan keselamatan.

Situasi tersebut memicu warga untuk mendesak agar kegiatan ronda malam di lingkungan RT 08 kembali diaktifkan.

Mereka meyakini, ronda malam yang pernah rutin dilakukan dapat menjadi langkah pencegahan efektif terhadap potensi tindak kejahatan.

“Kalau ronda dihidupkan lagi, setidaknya kami merasa lebih tenang. Kehadiran warga yang berjaga di malam hari bisa meminimalisir pencurian,” jelas Hayati.

Meski pencurian terjadi berulang kali, ironisnya, belum ada laporan resmi yang diajukan warga kepada aparat kepolisian.

Kondisi ini membuat penanganan kasus menjadi terhambat, sekaligus memberi peluang bagi pelaku untuk terus beraksi.

Baca Juga :  Pemkab Ciamis Genjot Transformasi Digital Lewat Galuh Smart Service

Menanggapi keresahan warga, Sekretaris Desa Cipaku, Suherlin, menegaskan pihaknya akan segera menindaklanjuti informasi tersebut.

Meski hingga kini belum ada laporan resmi yang masuk, pemerintah desa berkomitmen menelusuri kasus pencurian tersebut.

Suherlin menuturkan, pihaknya mengimbau warga untuk kembali menghidupkan ronda malam sebagai langkah pencegahan.

“Kami juga akan melakukan koordinasi dengan pihak keamanan untuk memastikan situasi tetap kondusif,” ujarnya melalui sambungan telepon.

Warga berharap, melalui langkah ronda malam yang terorganisir, rasa aman dapat segera kembali tercipta di lingkungan mereka.

Selain itu, mereka mendesak pemerintah desa bersama aparat keamanan untuk lebih sigap menanggapi persoalan kriminalitas yang belakangan meresahkan.

Back to top button

Eksplorasi konten lain dari Reportasee.com™

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca