
Pagi yang tenang seketika berubah menjadi kepanikan luar biasa ketika seorang warga terperosok masuk sumur tua sedalam 10 meter saat sedang menebang pohon bambu.
Insiden nahas ini menimpa Nana Juhana (47), seorang warga Dusun Wetan RT 04 RW 02, pada Selasa (31/3/2026) pagi di Desa Cimari, Kecamatan Cikoneng, Kabupaten Ciamis.
Beruntung, gerak cepat masyarakat yang langsung melapor membuahkan kolaborasi penyelamatan dramatis dari tim gabungan Damkar dan BPBD Ciamis, sehingga nyawa korban berhasil diselamatkan dari dasar lubang yang gelap.
Kasus kecelakaan tidak terduga di lingkungan sekitar ini menjadi sorotan tajam.
Pemahaman masyarakat tentang pentingnya bertindak cepat dan melaporkan keadaan darurat kepada pihak berwenang terbukti menjadi kunci utama keselamatan nyawa.
Ringkasan Berita
Kronologi Nana Juhana Terperosok Masuk Sumur Tua
Peristiwa ini bermula sekitar pukul 07.45 WIB. Saat itu, Nana Juhana tengah bekerja menebang pohon bambu bersama seorang rekannya di area perkebunan yang terletak di Dusun Kulon RT 09 RW 03, Desa Cimari.
Awalnya, aktivitas pemotongan bambu berjalan normal tanpa kendala berarti. Namun, malapetaka datang tepat ketika proses penarikan batang bambu yang sudah berhasil ditebang.
Ketika sedang menarik batang bambu berukuran besar tersebut, diduga korban kehilangan keseimbangan tubuhnya.
Pijakan tanah yang licin dan tidak stabil di sekitar area rumpun bambu membuat Nana terpeleset.
Tanpa sempat menahan diri atau berpegangan, ia seketika terperosok masuk sumur tua yang posisinya berdekatan dengan tempatnya berpijak.
Celakanya, lubang sedalam 10 meter tersebut sudah lama terbengkalai dan permukaannya sama sekali tidak dilengkapi dengan penutup atau pagar pengaman.
Korban yang jatuh terjerembap ke dasar sumur langsung berteriak meminta pertolongan.
Rekan korban yang melihat kejadian mengerikan tersebut seketika panik dan meminta bantuan warga sekitar.
Dalam waktu singkat, warga pun berdatangan mengerumuni lokasi kejadian dengan perasaan cemas.
Respons Darurat Warga dan Damkar Ciamis
Menyadari kedalaman lubang dan risiko fatal jika dievakuasi dengan alat seadanya, warga tidak berani mengambil tindakan gegabah.
Mengetahui ada tetangganya yang jatuh ke dalam lubang berbahaya tersebut, Heri, salah satu warga di lokasi, bergerak cepat menghubungi petugas piket di Mako UPTD Pemadam Kebakaran (Damkar) di Imbanagara.
Kepala Bidang (Kabid) Damkar dan Penyelamatan Satpol PP Ciamis, Budi Rahmat S.IP, membenarkan adanya laporan darurat tersebut pada Selasa pagi.
“Begitu menerima laporan, 5 orang petugas dari Mako langsung kami kerahkan ke lokasi kejadian,” ungkap Budi Rahmat.
Kelima petugas Mako Damkar tersebut, yakni Yedi, Hendra, Bayu, Nanang, dan Suheri, merespons dengan sigap.
Mereka langsung meluncur menembus jalanan pagi menggunakan mobil pancar bernomor polisi Z 8164 T.
Kesiapsiagaan armada ini membuktikan dedikasi penuh tim penyelamat di lapangan dalam merespons laporan warga.
Evakuasi Dramatis dengan Teknik Vertical Rescue
Setibanya di lokasi, petugas Damkar segera melakukan penilaian medan darurat (size-up).
Menyelamatkan korban yang terperosok masuk sumur dengan kedalaman ekstrem tentu membutuhkan peralatan teknis dan keahlian khusus ruang terbatas (confined space).
Oleh sebab itu, tim Damkar langsung berkoordinasi secara intensif dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ciamis.
BPBD Ciamis merespons dengan cepat dengan mengerahkan 7 personel Pengendalian Operasi (Dalops) yang sudah terlatih.
Ketujuh personel tangguh tersebut adalah Erik, Yayan Aril, Iwan, Taufik, Awaludin, Cucu, dan Candra.
Kolaborasi apik pun tercipta di lapangan. Tim gabungan menerapkan teknik vertical rescue, yakni penyelamatan menggunakan sistem tali-temali (karmantel), katrol, dan perlengkapan harness lengkap.
Satu orang penyelamat turun ke dasar sumur yang sempit dan minim oksigen untuk mengikatkan alat pengaman ke tubuh korban, sementara tim di atas bersiap menariknya dengan penuh kehati-hatian.
Kondisi Korban Terperosok Masuk Sumur dan Penanganan Medis
Sekitar pukul 08.15 WIB, proses evakuasi yang menegangkan tersebut akhirnya membuahkan hasil manis.
Hanya dalam waktu kurang dari satu jam sejak kejadian, tubuh Nana berhasil ditarik perlahan hingga ke permukaan tanah dengan aman.
Sorak kelegaan terdengar riuh dari warga setempat. Korban berhasil diselamatkan dalam kondisi yang masih sepenuhnya sadar, meski terlihat mengalami syok berat dan kelelahan luar biasa akibat insiden mengejutkan itu.
Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Ciamis, Ani Supiani ST MSi., memberikan apresiasi atas keberhasilan operasi tersebut.
“Korban berhasil dievakuasi dengan selamat dan dalam kondisi masih sadar. Selanjutnya, korban langsung dibawa ke RSUD Ciamis untuk mendapatkan penanganan medis,” tegas Ani Supiani.
Mengingat korban baru saja terperosok masuk sumur tua yang berpotensi minim oksigen atau mengandung gas, pemeriksaan medis lanjutan sangat penting untuk memastikan tidak ada cedera dalam yang membahayakan nyawanya.
Imbauan Penting Agar Tidak Ada Lagi yang Terperosok Masuk Sumur
Peristiwa nahas warga yang terperosok masuk sumur ini menjadi teguran keras sekaligus pelajaran berharga bagi masyarakat luas.
Keberadaan sumur tua yang sudah tidak difungsikan di area kebun atau pekarangan sering kali dianggap sepele, padahal menyimpan bahaya laten yang sewaktu-waktu bisa merenggut nyawa manusia maupun hewan ternak.
Agar kejadian serupa tidak terulang kembali di masa depan, aparat gabungan dengan tegas mengimbau warga agar segera melakukan pengecekan lingkungan.
Warga diminta untuk menimbun lubang bekas sumur dengan tanah atau menutupnya rapat menggunakan coran beton yang kuat.
Selain itu, bagi sumur yang masih aktif digunakan, pastikan bibir sumur dibangun lebih tinggi dari permukaan tanah dan diberikan penutup agar aman bagi siapa saja yang beraktivitas di sekitarnya.
Jangan sampai kelalaian kecil kembali memakan korban di kemudian hari.





