Berita

Tragis! FT Tewas Dilempar Batu saat Berkendara di Dini Hari

Sebuah tragedi memilukan terjadi di Kota Banjar ketika seorang remaja berinisial FT (13), warga Kecamatan Pataruman, meninggal dunia setelah menjadi korban aksi pelemparan batu saat sedang berkendara pada dini hari.

Insiden itu berlangsung pada Minggu (20/7/2025) sekitar pukul 02.00 WIB. Saat itu, FT tengah mengendarai sepeda motor melintasi Jalan Ir. Purnomo Sidi, tepatnya di wilayah Desa Sinartanjung, Kecamatan Pataruman.

Di tengah kesunyian malam, secara tiba-tiba, batu besar menghantam kepalanya. Akibat luka parah yang diderita, FT segera dilarikan ke RSUD Margono untuk mendapatkan penanganan medis.

Sayangnya, setelah berjuang selama lima hari di ruang perawatan intensif, nyawa FT tidak tertolong.

Ia dinyatakan meninggal dunia pada Jumat (25/7/2025), sekitar pukul 16.00 WIB. Kepergiannya meninggalkan duka mendalam, tidak hanya bagi keluarga, tetapi juga warga sekitar.

Baca Juga :  Inovasi Tatang Hidayat Dapat Dukungan Penuh dari Pemerintah, Akademisi, dan Masyarakat

Jenazah korban tiba di rumah duka di Desa Karyamukti pada malam harinya, pukul 20.40 WIB.

Suasana haru menyelimuti kedatangan peti jenazah, dan warga berbondong-bondong memberikan penghormatan terakhir. Prosesi pemakaman dilaksanakan malam itu juga di TPU setempat.

Tokoh masyarakat setempat, Fikri Aditya, menyampaikan bahwa FT bukan satu-satunya korban dalam kejadian tersebut.

“Ada dua korban saat itu, tapi yang satu hanya mengalami luka ringan. Sementara FT mengalami luka berat di bagian kepala,” jelasnya.

Kejadian ini menjadi sorotan luas di masyarakat, terutama terkait keamanan jalanan saat malam hari.

Warga mengaku resah dan berharap agar aparat penegak hukum segera mengusut tuntas pelaku pelemparan batu yang merenggut nyawa FT.

Sayangnya, hingga saat ini, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian mengenai pelaku atau motif dari aksi brutal tersebut.

Baca Juga :  MIN 9 Ciamis Dilingkupi 2.000 Jenis Tanaman, Suplai Oksigen Memadai

Fikri Aditya juga menyampaikan imbauan kepada masyarakat, khususnya para orang tua, agar lebih waspada terhadap aktivitas anak-anak mereka di malam hari.

“Karena kejadiannya dini hari, saya berharap warga, khususnya orang tua, bisa lebih memperhatikan dan mengawasi anak-anaknya saat keluar malam,” tegasnya.

Tragedi yang menimpa FT menambah daftar panjang kekerasan yang terjadi di jalanan.

Peristiwa ini menjadi cerminan bahwa ruang publik, terutama di malam hari, masih menyimpan ancaman serius, bahkan bagi anak-anak dan remaja.

Pihak keluarga berharap keadilan segera ditegakkan, dan masyarakat mendesak aparat keamanan untuk meningkatkan patroli serta pengawasan di titik-titik rawan di Kota Banjar, guna mencegah kejadian serupa terulang kembali.

Back to top button

Eksplorasi konten lain dari Reportasee.com™

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca