Berita

Strategi Baru Tangkal Krisis Karakter; Guru SMP dan SMA Ikuti Sosialisasi 4 Pilar di Ciamis

Kegiatan Sosialisasi 4 Pilar di Ciamis resmi digelar dengan melibatkan guru SMP-SMA. Ini strategi baru dalam memperkuat pendidikan karakter di era digital.

Tantangan globalisasi dan pesatnya arus digitalisasi yang merambah kehidupan remaja saat ini memicu kekhawatiran mendalam terkait penurunan moral serta runtuhnya karakter generasi muda.

Merespons fenomena krusial tersebut, agenda Sosialisasi 4 Pilar di Ciamis resmi digelar dengan menyasar para guru mata pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) serta Bahasa Indonesia tingkat SMP dan SMA se-Kabupaten Ciamis.

Langkah taktis ini diambil karena kelompok tenaga pendidik dinilai sebagai garda terdepan yang berhadapan langsung dengan siswa, sehingga efektif untuk mentransfer nilai-nilai kebangsaan secara berkelanjutan.

Kegiatan yang berlangsung interaktif ini dilaksanakan di Gedung Da’wah Hoeru’Ummah, Jl. Raya Sindangkasih, Dusun Ancol, Kecamatan Sindangkasih, Kabupaten Ciamis.

Urgensi Sosialisasi 4 Pilar di Ciamis untuk Tenaga Pendidik

Sebagai ujung tombak dalam sistem pendidikan nasional, guru memiliki tanggung jawab moral yang jauh lebih besar daripada sekadar menuntaskan materi kurikulum di dalam kelas.

Kehadiran program Sosialisasi 4 Pilar di Ciamis ini dirancang secara khusus untuk memberikan penyegaran serta pemahaman yang lebih mendalam mengenai Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika dalam konteks zaman mutakhir.

Dalam pemaparannya, Wakil Ketua Badan Sosialisasi MPR RI, Agun Gunandjar Sudarsa, menegaskan bahwa empat pilar tersebut bukanlah sekadar hafalan teks sejarah, melainkan fondasi utama yang wajib dihayati sekaligus diamalkan oleh seluruh lapisan masyarakat.

Di tengah kepungan konten media sosial yang kerap mengikis rasa nasionalisme, benteng ideologi harus diperkuat sejak dini di lingkungan sekolah.

Baca Juga :  Tekan Angka Kecelakaan Kerja, Wagub Jateng Dorong Pembudayaan K3 di Perusahaan

“Guru adalah agen perubahan yang sesungguhnya di sekolah. Pemahaman yang kuat terhadap nilai kebangsaan sangat penting agar materi tersebut dapat ditanamkan kepada siswa lewat metode yang kreatif,” ujar pimpinan MPR RI tersebut dalam pidatonya.

Melalui pendekatan emosional dan keteladanan dari guru, generasi muda masa kini diharapkan tidak hanya cerdas secara akademik, melainkan juga tumbuh menjadi individu yang mencintai tanah air, menghargai keberagaman, dan memiliki komitmen kuat dalam menjaga keutuhan NKRI.

Sinergi Lintas Sektor Dorong Penguatan Karakter Siswa

Keberhasilan program pendidikan karakter berskala besar tentu tidak dapat bertumpu pada satu pihak atau instansi saja.

Oleh karena itu, pelaksanaan Sosialisasi 4 Pilar di Ciamis ini turut menggalang sinergi dan komitmen nyata dari berbagai pemangku kepentingan (stakeholders) penting di wilayah Kabupaten Ciamis.

Sejumlah tokoh daerah dan pejabat struktural tampak hadir memberikan dukungan penuh, di antaranya:

  • H. Uned Setiawan (Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Ciamis)
  • Mohamad Ijudin (Anggota DPRD Kabupaten Ciamis dari Fraksi Golkar)
  • H. Trian Slamet (Ketua DPD Golkar Ciamis)

Sekretaris Dinas Pendidikan Ciamis, H. Uned Setiawan, dalam sambutannya memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif yang diinisiasi oleh MPR RI ini.

Menurutnya, momentum pelaksanaan Sosialisasi 4 Pilar di Ciamis sangat relevan dengan kebutuhan Kurikulum Merdeka yang saat ini sedang diimplementasikan, khususnya dalam penguatan Profil Pelajar Pancasila.

“Kegiatan ini menjadi panduan praktis yang sangat berharga bagi para guru untuk mengintegrasikan nilai-nilai luhur kebangsaan ke dalam proses pembelajaran sehari-hari di kelas. Harapan besar kami, nilai-nilai ini tidak berhenti sebagai teori, tetapi benar-benar terinternalisasi dengan baik dalam perilaku setiap peserta didik,” ungkap H. Uned secara optimistis.

Baca Juga :  Peletakan Batu Pertama FKDT, Ini Kata Bupati Ciamis

Respons Positif: Guru Siap Adopsi Metode Pembelajaran Baru

Sesi diskusi interaktif yang dibuka di penghujung acara memicu antusiasme yang luar biasa dari para peserta.

Banyak guru memanfaatkan momen Sosialisasi 4 Pilar di Ciamis ini untuk saling melempar pertanyaan, berbagi pengalaman di lapangan, serta mencari formula terbaik dalam menghadapi perilaku siswa di era gen-Z.

Seorang guru PPKn tingkat SMP yang turut hadir mengakui bahwa paparan dari narasumber memberikan sudut pandang baru yang sangat menyegarkan dan aplikatif.

“Kami selaku guru merasa kembali dicharge dan lebih termotivasi. Tantangan mendidik anak-anak zaman sekarang memang jauh berbeda, namun lewat kegiatan Sosialisasi 4 Pilar di Ciamis ini, kami membawa pulang strategi baru untuk menanamkan jiwa nasionalisme tanpa terkesan kaku atau membosankan,” tuturnya tegas.

Menjaga Identitas Bangsa di Era Globalisasi

Menutup rangkaian agenda formal tersebut, pihak MPR RI kembali mengingatkan seluruh peserta bahwa menjaga identitas bangsa di tengah gempuran budaya asing adalah tugas kolektif yang mendesak.

Implementasi nyata pasca-acara Sosialisasi 4 Pilar di Ciamis ini diharapkan dapat segera terlihat dalam dinamika ruang-ruang kelas di seluruh penjuru Kabupaten Ciamis.

Guru dituntut mampu memposisikan diri sebagai teladan hidup serta motor penggerak utama toleransi.

Melalui sinergi yang kokoh antara jajaran pemerintah daerah, lembaga legislatif, dan komunitas peduli pendidikan, optimisme untuk melahirkan generasi emas yang berkarakter kuat, tangguh, serta berwawasan kebangsaan yang kokoh dapat segera diwujudkan secara nyata.

Back to top button

Eksplorasi konten lain dari Reportasee.com™

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca