
Seleksi tertutup yang digelar PSGC Ciamis sejak 26 Agustus 2025 akhirnya tuntas. Dari total 33 pemain yang mengikuti ajang pencarian bakat tersebut, manajemen bersama tim pelatih memutuskan untuk memulangkan tujuh pemain pada Jumat (5/9/2025) sore.
Asisten pelatih PSGC, Dicky Jong, mengungkapkan bahwa keputusan tersebut diambil setelah melalui berbagai pertimbangan teknis. “Ada tujuh pemain seleksi yang dipulangkan, masing-masing empat dari Ciamis dan tiga dari luar Ciamis,” ujar Jong kepada Reportasee.com, Minggu (7/9/2025).
Tujuh pemain yang tidak berhasil melanjutkan perjalanan bersama Laskar Singacala terdiri dari empat pemain lokal asal Ciamis dan tiga pemain dari luar daerah. Tiga nama dari luar Ciamis tersebut masing-masing datang dari Papua, Bandung, dan Tasikmalaya.
Dengan keputusan ini, jumlah pemain yang bertahan tersisa 26 orang. Mereka inilah yang nantinya diproyeksikan memperkuat PSGC di Liga Nusantara 2025/2026, kompetisi kasta ketiga sepak bola nasional yang dijadwalkan bergulir mulai 26 September 2025.
Menurut Jong, seleksi yang digelar selama kurang lebih dua pekan tersebut kini sudah mencapai tahap akhir. Manajemen merasa kerangka tim sudah terbentuk dengan komposisi pemain yang ada. “Seleksi kami nyatakan selesai. Minggu ini fokus pada pemantapan fisik, setelah itu akan dijadwalkan uji coba,” jelasnya.
Dari 26 pemain yang lolos seleksi, sebanyak 15 orang merupakan wajah lama. Mereka adalah pemain yang sudah memperkuat PSGC pada musim sebelumnya. Kehadiran mereka diharapkan mampu menjaga kestabilan tim.
Beberapa nama senior seperti Ganjar Kurniawan, Aldi Imron, dan Denia bahkan hampir dipastikan kembali tampil untuk Laskar Singacala di musim baru ini.
Seleksi tertutup PSGC Ciamis sempat diikuti sejumlah pemain dari berbagai penjuru Nusantara.
Di antaranya empat pemain asal Aceh, empat dari Papua, dua dari Jawa Tengah, serta masing-masing satu pemain dari Tasikmalaya dan Bandung. Namun, sebagian besar peserta seleksi tetap berasal dari daerah Ciamis.
Meski waktu persiapan menuju Liga Nusantara terbilang singkat, skuad kebanggaan masyarakat Tatar Galuh tersebut tetap optimistis mampu bersaing.
Dengan kombinasi pemain lokal dan talenta dari luar daerah, PSGC siap mengarungi kompetisi dengan semangat baru.





