
Lini inovasi teranyar dari Puskesmas Cipaku, Ciamis, berhasil menciptakan solusi revolusioner dalam penanganan limbah cair tahu.
Adalah Tatang Hidayat, seorang sanitarian berdedikasi, yang sukses mengembangkan metode pengolahan limbah tahu menjadi Pupuk Organik Cair (POC) dan Paving Blok yang kokoh.
Solusi Inovatif Atasi Pencemaran Lingkungan
Terobosan Tatang Hidayat berawal dari keprihatinannya terhadap pencemaran Sungai Cibuyut, Cipaku, akibat limbah tahu.
Sungai tersebut memiliki tingkat pencemaran yang mengkhawatirkan, dengan kandungan Biological Oxygen Demand (BOD) mencapai 3000 mg/L dan Chemical Oxygen Demand (COD) sebesar 5000 mg/L, jauh di atas ambang batas normal.
Melalui serangkaian eksperimen, Tatang berhasil mengolah limbah tahu melalui proses fermentasi dengan campuran khusus.
Hasilnya adalah Pupuk Organik Cair (POC) yang kaya akan unsur hara penting seperti Natrium, Fosfor, dan Kalium, terbukti mampu mempercepat pertumbuhan tanaman hingga 30 persen.
Tidak berhenti di situ, Tatang juga memanfaatkan lumpur tahu yang sebelumnya menjadi limbah.
Dengan mencampurkannya bersama semen dan pasir, ia menciptakan Paving Blok HU yang tidak hanya kuat, tetapi juga memiliki nilai estetika.
Dampak Ekonomi dan Lingkungan yang Signifikan
Inovasi ini memiliki potensi dampak ekonomi yang luar biasa. Tatang memperkirakan, jika limbah dari satu pabrik tahu diolah menjadi POC, dapat menghasilkan omzet mencapai Rp 270 juta per hari, atau setara dengan Rp 5 miliar per tahun.
Angka ini menunjukkan betapa besarnya peluang ekonomi yang terkandung dalam pengolahan limbah yang selama ini dipandang sebagai masalah.
Berkat kolaborasi dengan berbagai pihak, yakni Bappeda, Dinas Kesehatan, Kecamatan, dan Desa, serta kader kesehatan, alhamdulillah, ada solusi untuk mengatasi pencemaran limbah tahu,” ujar Tatang, yang juga menjadi finalis Lomba Inovasi Daerah Kabupaten Ciamis 2025.
Ia berharap penemuan ini tidak hanya mengatasi permasalahan pencemaran limbah tahu yang dapat memicu penyakit dan bau busuk yang mengganggu, tetapi juga mampu memberdayakan ekonomi masyarakat secara luas.
“Dari aspek lingkungan, kesehatan, ekonomi, dan sosial, bisa tersentuh dari inovasi ini,” imbuhnya.
Dukungan Penuh dari Pemerintah Daerah
Inovasi Tatang Hidayat saat ini sedang dalam proses pengajuan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) dan sertifikasi dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia, yang difasilitasi oleh Bappeda Kabupaten Ciamis sebagai penyelenggara Lomba Inovasi Daerah.
Karya Tatang yang sangat aplikatif ini telah menarik perhatian dan kini sedang menjalin kerja sama dengan 10 pabrik tahu di Kecamatan Cipaku. Rencananya, inovasi ini akan diperluas ke ratusan pabrik tahu lainnya di seluruh Kabupaten Ciamis.
Plt. Kepala Dinas Kesehatan Ciamis, Anton, menyatakan apresiasi yang tinggi terhadap inovasi Tatang Hidayat, yang merupakan tenaga jabatan fungsional kesehatan lingkungan di Puskesmas Cipaku.
“Kami dari Dinkes Ciamis memberikan dukungan dalam administrasi teknis untuk pengajuan inovasi ke tingkat yang lebih tinggi, sedangkan manfaat inovasi tersebut bisa digunakan individu atau masyarakat dalam berusaha maupun berinvestasi,” pungkas Anton.





