Berita

Terungkap! 3 Rahasia Sukses Kelompok Tani Parikesit, Juara Nasional yang Ubah Wajah Ciamis

Advertisements

Nama Kelompok Tani Parikesit dari Desa Bangunsari, Kecamatan Pamarican, kini menjadi sorotan utama setelah sukses meraih Juara 2 di ajang bergengsi Bank Indonesia Award 2025 Championship.

Prestasi gemilang kelompok ini dalam mengelola klaster pangan secara inovatif menjadikannya sebagai lokasi utama pencanangan Gerakan Tanam Padi Organik Tingkat Kabupaten Ciamis, Kamis (09/04/2026).

Keberhasilan ini menjadi bukti nyata bahwa petani daerah mampu bersaing di kancah nasional.

Pencapaian luar biasa tersebut mendapat apresiasi langsung dari Bupati Ciamis, Herdiat Sunarya, beserta jajaran Forkopimda dan Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Tasikmalaya yang hadir di lokasi.

Kehadiran para petinggi daerah ini mempertegas pengakuan atas dedikasi dan kerja keras para petani di desa tersebut.

Inovasi Kelompok Tani Parikesit Raih Penghargaan Bank Indonesia

Keberhasilan Kelompok Tani Parikesit menyabet gelar juara nasional pada sektor tanaman pangan bukanlah sebuah kebetulan semata.

Penghargaan dari Bank Indonesia tersebut merupakan hasil dari proses panjang pengelolaan klaster pertanian yang sangat terstruktur, visioner, dan berdaya saing tinggi.

Mereka berhasil mematahkan stigma bahwa pertanian tradisional di desa selalu tertinggal oleh zaman.

Melalui manajemen yang rapi, kelompok ini mampu mengintegrasikan metode pertanian warisan leluhur dengan pendekatan agribisnis modern yang jauh lebih menguntungkan secara ekonomi.

Lebih lanjut, inovasi yang dikembangkan oleh kelompok ini sangat berfokus pada ketahanan pangan yang berkelanjutan.

Mereka tidak hanya sekadar menanam dan memanen, tetapi juga merancang ekosistem pertanian yang mandiri.

Baca Juga :  Cara Unik Tanamkan Nasionalisme; 4 Pilar Kebangsaan Dikenalkan Lewat Lagu 'Bangun Tidur' di Ciamis

Hal inilah yang membuat Bank Indonesia menobatkan mereka sebagai salah satu klaster unggulan terbaik di tanah air.

3 Rahasia Sukses Menjadi Klaster Pangan Unggulan Daerah

Banyak pihak yang penasaran, apa sebenarnya kunci di balik lompatan besar yang dicapai oleh para pahlawan pangan dari Pamarican ini?

Secara garis besar, terdapat tiga fondasi utama yang membuat Kelompok Tani Parikesit sukses menjadi pionir perubahan di Kabupaten Ciamis.

Pertama, Keberanian Beralih ke Pertanian Organik. Di saat mayoritas petani masih sangat bergantung pada pupuk kimia sintetis, kelompok ini justru berani mengambil langkah berbeda.

Mereka mulai mempraktikkan sistem pertanian organik secara bertahap.

Langkah ini terbukti mampu memperbaiki struktur tanah yang rusak, menekan biaya operasional pembelian pupuk pabrik, dan menghasilkan beras kualitas premium yang jauh lebih sehat untuk dikonsumsi.

Kedua, Visi Bisnis dan Ekspansi Pasar Global. Hasil panen yang melimpah, yakni mencapai 8 hingga 9 ton per hektare, dikelola dengan strategi pemasaran yang sangat cerdas.

Advertisements

Produk beras organik mereka kini memiliki nilai jual yang jauh lebih tinggi di pasaran.

Bahkan, kualitas produk dari klaster ini telah memenuhi standar kelayakan untuk membidik pasar ekspor internasional ke negara-negara maju seperti Jepang, Malaysia, dan Singapura.

Ketiga, Adaptif Terhadap Tantangan Iklim. Kesuksesan Kelompok Tani Parikesit juga didukung oleh kemampuan mereka beradaptasi dengan perubahan cuaca ekstrem.

Menghadapi ancaman fenomena El Nino yang memicu kemarau panjang, kelompok ini mampu mengatur pola tanam dengan perhitungan yang sangat matang.

Mereka memastikan ketersediaan pasokan air irigasi dikelola secara efisien agar produktivitas panen tetap stabil.

Baca Juga :  Bank bjb dan STIE Ekuitas Siapkan SDM Unggul Bidang Keuangan & Perbankan

Jadi Tuan Rumah Gerakan Tanam Padi Organik 2026

Berkat rekam jejak yang sangat inspiratif tersebut, Pemerintah Kabupaten Ciamis tanpa ragu menunjuk markas Kelompok Tani Parikesit sebagai titik pusat peluncuran Gerakan Tanam Padi Organik Tingkat Kabupaten Ciamis tahun 2026.

Momen bersejarah ini diharapkan mampu menularkan semangat perubahan kepada kelompok tani lainnya di Tatar Galuh.

Bupati Herdiat Sunarya dalam arahannya menegaskan bahwa peralihan dari penggunaan bahan kimia menuju pupuk organik adalah sebuah keharusan demi menyelamatkan kesehatan masyarakat luas.

Tanah yang sehat akan menghasilkan sumber pangan yang berkualitas tinggi.

“Keberhasilan di lapangan ini akan menjadi contoh nyata yang mampu mendorong petani lain untuk ikut beralih ke sistem organik,” ujar Bupati Ciamis memberikan pujian kepada kelompok tani tuan rumah.

Inspirasi Menuju Ketahanan Pangan Ciamis yang Solid

Kisah perjalanan Kelompok Tani Parikesit membuktikan bahwa kolaborasi solid antara petani, dukungan pemerintah desa, dan pendampingan instansi terkait dapat menciptakan keajaiban ekonomi.

Mereka adalah wujud nyata dari kebangkitan ekonomi pedesaan yang berbasis pada kearifan lokal.

Pemerintah Kabupaten Ciamis sendiri berkomitmen penuh untuk terus mereplikasi kesuksesan ini.

Bupati bahkan telah menginstruksikan pemanfaatan tanah bengkok di setiap desa agar dijadikan lahan percontohan pertanian organik.

Selain itu, masyarakat juga diajak untuk mengembangkan pangan alternatif seperti umbi-umbian guna memperkuat ketahanan gizi keluarga.

Pada akhirnya, keberhasilan klaster pangan dari Desa Bangunsari ini bukan hanya tentang piala atau piagam penghargaan semata.

Mereka telah mewariskan sebuah inspirasi besar tentang bagaimana cara merawat bumi, menyehatkan masyarakat, dan pada saat yang bersamaan, melipatgandakan kesejahteraan para petani di Ciamis.

Advertisements

Back to top button

Eksplorasi konten lain dari Reportasee.com™

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker