Berita

Kajian Geologi Ungkap Tanah Masih Labil, PUPR Ciamis Tahan Pembangunan Jalan

Sekitar 500 meter badan jalan teridentifikasi berada pada zona rawan, sehingga perbaikan permanen dinilai berisiko apabila dilakukan dalam waktu dekat.

Advertisements

Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Ciamis menegaskan bahwa pembangunan permanen jalan Jamuresi di Desa Sukajaya, Kecamatan Rajadesa, belum dapat dilaksanakan dalam waktu dekat.

Keputusan tersebut diambil setelah hasil kajian geologi menunjukkan bahwa struktur tanah di lokasi terdampak bencana masih dalam kondisi labil dan berisiko tinggi.

Jalan Jamuresi yang berstatus sebagai jalan kabupaten itu sebelumnya terdampak bencana pergerakan tanah yang terjadi pada Selasa, 11 November lalu.

Bencana tersebut tidak hanya memengaruhi kondisi infrastruktur, tetapi juga berdampak luas terhadap kehidupan masyarakat sekitar.

Sebanyak 16 unit rumah dilaporkan mengalami kerusakan, sementara 17 kepala keluarga harus mengungsi untuk menghindari potensi bahaya lanjutan.

Hasil kajian geologi yang dilakukan pascabencana menjadi dasar utama bagi Dinas PUPR Ciamis dalam menentukan langkah penanganan.

Kajian tersebut menyimpulkan bahwa lapisan tanah di sekitar badan jalan masih belum stabil, sehingga berpotensi mengalami pergerakan ulang apabila dilakukan pembangunan konstruksi berat.

Kepala Dinas PUPR Kabupaten Ciamis, Dr. H. Taufik Gumilar, ST, MM, melalui Kepala Bidang Bina Marga, Iwan Juanda Yusuf, ST, menjelaskan bahwa pembangunan jalan secara permanen dalam kondisi tersebut justru dapat menimbulkan risiko baru.

Baca Juga :  Harga Pangan Jelang Pekan Kedua Ramadan Meroket, Daging Sapi dan Telur Ayam Jadi Keluhan Utama Warga

“Sesuai hasil kajian geologi, struktur tanah di lokasi masih bersifat labil. Oleh karena itu, perbaikan jalan secara menyeluruh untuk sementara kami tahan,” ujar Iwan saat ditemui di Kantor Dinas PUPR Kabupaten Ciamis, pekan lalu.

Ia menambahkan, keputusan menahan pembangunan tersebut bukan tanpa pertimbangan, melainkan demi memastikan keselamatan pengguna jalan serta efektivitas pembangunan ke depan.

Menurutnya, pembangunan pada tanah yang belum stabil berpotensi sia-sia karena kerusakan dapat kembali terjadi.

Advertisements

“Apabila struktur tanah yang menopang jalan masih labil, maka perbaikan tidak akan efektif. Selain berisiko, hal itu juga dapat menyebabkan pemborosan anggaran,” jelasnya.

Meski pembangunan permanen ditunda, Dinas PUPR Ciamis tetap melakukan langkah penanganan sementara untuk menjaga fungsi jalan.

Penambalan dilakukan di sejumlah titik kerusakan pada badan jalan yang terdampak pergerakan tanah sepanjang kurang lebih 500 meter.

“Untuk sementara, kami telah melakukan penambalan di seluruh titik jalan yang rusak agar masih dapat digunakan oleh masyarakat,” kata Iwan.

Baca Juga :  Gandeng KPK, Pemkab Ciamis Perkuat Tata Kelola Pemerintahan Bersih

Langkah berbasis kajian teknis tersebut mendapat respons positif dari Pemerintah Desa Sukajaya.

Kepala Desa Sukajaya, Helmi Purnama, menyampaikan apresiasinya terhadap kehati-hatian dan pendekatan ilmiah yang dilakukan oleh Dinas PUPR Ciamis.

“Kami mengapresiasi langkah PUPR yang melakukan kajian geologi terlebih dahulu dan menangani kerusakan jalan secara cepat dengan penambalan,” ujarnya.

Helmi menegaskan bahwa pihak pemerintah desa akan mengikuti arahan dan kebijakan dari Dinas PUPR Ciamis terkait rencana pembangunan jalan ke depan.

Ia menilai bahwa keselamatan masyarakat harus menjadi pertimbangan utama dalam setiap proses pembangunan infrastruktur, terutama di wilayah rawan bencana.

“Akses jalan memang penting bagi aktivitas warga, tetapi keselamatan dan efektivitas pembangunan jauh lebih utama. Kami sepenuhnya mendukung langkah yang diambil PUPR,” pungkasnya.

Dengan mengedepankan hasil kajian geologi sebagai dasar pengambilan keputusan, Pemerintah Kabupaten Ciamis berharap penanganan infrastruktur di wilayah rawan pergerakan tanah dapat dilakukan secara lebih terukur, aman, dan berkelanjutan, sekaligus meminimalkan risiko bagi masyarakat serta kerugian anggaran di masa mendatang.

Advertisements

Back to top button

Eksplorasi konten lain dari Reportasee.com™

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker