Berita

PSGC Ciamis Taklukkan WBFC Papua 2-1 dalam Laga Uji Coba di Stadion Galuh

Tim PSGC Ciamis berhasil menutup laga uji coba dengan kemenangan tipis 2-1 atas tamunya, Waanal Brother FC (WBFC) Papua, pada pertandingan yang berlangsung di Stadion Galuh Ciamis, Jumat (31/10/2025) sore.

Pertemuan kedua tim yang sama-sama berkompetisi di Liga Nusantara (Liga 3 Nasional) tersebut berlangsung dalam tempo tinggi dan penuh tensi kompetitif, seolah menggambarkan suasana pertandingan resmi liga.

PSGC tampil percaya diri dan agresif di hadapan pendukungnya sendiri, sementara WBFC menunjukkan permainan tangguh khas tim dari Timur Indonesia.

Babak Pertama: PSGC Unggul Lewat Efisiensi Serangan

Sejak peluit pertama dibunyikan, anak asuh pelatih Heri Kiswanto tampil menekan. Bermain ofensif, mereka menggempur pertahanan WBFC dengan serangan cepat dan umpan-umpan terukur.

Dominasi PSGC akhirnya membuahkan hasil ketika striker mereka mampu memanfaatkan kesalahan fatal dari kiper WBFC.

Tendangan kiper yang tidak sempurna berhasil dicuri dan dikonversi menjadi gol pembuka bagi tuan rumah.

Tak berhenti di situ, PSGC kembali menambah keunggulan melalui gol spektakuler dari luar kotak penalti. Tendangan keras pemain PSGC meluncur deras ke gawang, tak mampu dijangkau penjaga gawang lawan.

Namun, WBFC tidak tinggal diam. Tim asal Mimika, Papua, yang kini dilatih Sahala Saragih—mantan pemain PSGC era Heri Rafni Kotari—berhasil memperkecil kedudukan lewat serangan balik cepat.

Gol tersebut lahir dari koordinasi apik antar pemain depan WBFC yang memanfaatkan celah di lini belakang PSGC. Hingga turun minum, skor 2-1 tetap bertahan untuk keunggulan tim tuan rumah.

Babak Kedua: Hujan dan Ketatnya Pertahanan

Memasuki babak kedua, hujan deras mengguyur Stadion Galuh. Kondisi lapangan yang licin membuat kedua tim kesulitan mengembangkan permainan. Meskipun demikian, intensitas laga tetap tinggi.

Baca Juga :  Mengintip Geliat Kecamatan Banjarsari 2026; Pusat Ekonomi Terbesar di Ciamis Selatan!

PSGC sempat mendapatkan beberapa peluang emas melalui skema bola mati dan penetrasi dari sisi sayap.

Namun, penyelesaian akhir yang belum maksimal membuat tambahan gol tak kunjung tercipta. WBFC pun beberapa kali mencoba membalas, tetapi pertahanan PSGC tampil semakin kokoh.

“Pada babak kedua tadi sebenarnya ada beberapa peluang yang bisa jadi gol, tapi gagal dimanfaatkan. Masalah penyelesaian akhir ini masih menjadi catatan penting untuk kami perbaiki,” ujar pelatih PSGC, Heri Kiswanto, usai pertandingan.

Evaluasi dan Persiapan Menuju Liga Nusantara 2025/2026

Pelatih yang akrab disapa Coach Herkis itu mengungkapkan bahwa laga melawan WBFC menjadi uji coba paling seimbang yang dijalani PSGC sejauh ini.

Sebab, baik PSGC maupun WBFC sama-sama berasal dari kasta kompetisi yang sama, sehingga intensitas permainan pun terasa lebih kompetitif dibandingkan laga uji coba sebelumnya.

“Pertandingan ini memberi gambaran jelas tentang kesiapan tim menghadapi lawan selevel. Ada beberapa aspek yang menjadi bahan evaluasi, khususnya di penyelesaian akhir dan komunikasi antar pemain,” jelasnya.

Menurut Herkis, lini pertahanan PSGC menunjukkan perkembangan signifikan. Koordinasi antarpemain belakang semakin baik, terutama pada babak kedua ketika serangan WBFC meningkat.

“Banyak tekanan di lini belakang, tapi semua bisa diantisipasi dengan baik. Komunikasi para pemain bertahan sudah jauh lebih solid,” tambahnya.

Fokus pada Komunikasi dan Chemistry Pemain

Lebih lanjut, Herkis menilai bahwa secara keseluruhan, 90 persen kerangka utama tim PSGC sudah terbentuk.

Meski begitu, ia menekankan pentingnya membangun chemistry dan komunikasi antara pemain senior dan junior, serta antara pemain lama dan rekrutan baru.

“Soal komunikasi antar pemain di lapangan masih menjadi fokus utama dalam evaluasi kami. Mentalitas juga perlu terus ditingkatkan. Namun dari segi kondisi fisik, para pemain sudah mendekati siap tempur,” ujarnya menegaskan.

Baca Juga :  Tiga Eks Pemain Timnas Indonesia Siap Perkuat PSGC Ciamis di Liga 3

Rangkaian Uji Coba sebagai Pemanasan Kompetisi

Selama masa pramusim, PSGC telah menjalani sejumlah laga uji coba dengan beragam lawan, baik di kandang maupun tandang.

Menurut Herkis, langkah tersebut bertujuan membangun adaptasi pemain terhadap atmosfer kompetisi yang sesungguhnya.

“Kami sengaja menyusun jadwal uji coba bertahap, dari lawan dengan level lebih rendah hingga setara, agar pemain terbiasa menghadapi tekanan pertandingan,” tutur pelatih yang juga legenda Persigal dan mantan pemain Timnas Indonesia era 1980-an itu.

Ia menambahkan, timnya masih berencana menggelar beberapa laga uji coba tambahan sebelum kompetisi resmi dimulai.

“Kalau bisa, kami ingin menghadapi lawan dari level lebih tinggi. Dari setiap pertandingan uji coba, selalu ada pelajaran berharga yang bisa kami petik untuk penyempurnaan tim,” pungkas Herkis.

WBFC Papua: Tim Tangguh dari Timur

Sementara itu, WBFC Papua saat ini tengah menjalani pemusatan latihan di Kompleks Batununggal, Bandung, sebagai bagian dari persiapan menghadapi musim baru Liga Nusantara 2025/2026.

Pada musim sebelumnya (2024/2025), WBFC tergabung di Grup B wilayah Timur, sementara PSGC berkompetisi di Grup A wilayah Barat.

Laga uji coba kali ini menjadi momentum langka bagi kedua tim untuk mengukur kekuatan masing-masing lintas wilayah.

Dengan hasil ini, PSGC Ciamis menutup laga uji coba di Stadion Galuh dengan kemenangan yang memberikan suntikan kepercayaan diri jelang kompetisi Liga Nusantara musim 2025/2026.

Kemenangan ini bukan sekadar soal skor, melainkan juga bukti peningkatan performa dan kematangan tim dalam menghadapi tekanan pertandingan sebenarnya.

Back to top button

Eksplorasi konten lain dari Reportasee.com™

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca