
Suasana tenang di Blok Lapang, Dusun Legok 1, RT 07 RW 02, Desa Indragiri, Kecamatan Panawangan, Kabupaten Ciamis, mendadak berubah menjadi mencekam pada Senin (3/11/2025) siang sekitar pukul 11.45 WIB.
Di tengah hujan yang mengguyur kawasan tersebut, sebuah tragedi kemanusiaan terjadi ketika seorang pemuda mengamuk dan menyerang anggota keluarganya sendiri menggunakan sebilah golok.
Pelaku diketahui bernama Far (20), warga setempat yang baru tiga hari pulang dari perantauan.
Menurut keterangan warga dan aparat setempat, Far diduga mengalami gangguan kejiwaan atau depresi setelah kembali ke kampung halamannya.
Dalam kondisi tidak stabil, ia tiba-tiba menyerang empat anggota keluarganya tanpa alasan yang jelas.
Empat orang menjadi korban dalam peristiwa tersebut. Yayah (35), kakak kandung pelaku, meninggal dunia akibat luka bacok serius yang dideritanya.
Sementara tiga korban lainnya, yakni Salni (45) dan Idan (40)—keduanya juga kakak pelaku—serta seorang balita berusia dua tahun berinisial MS, yang merupakan keponakan pelaku, mengalami luka-luka.
“Ketiga korban luka sempat mendapatkan perawatan medis di Puskesmas Panawangan. Salah satu korban kemudian dirujuk ke RSUD Ciamis karena kondisinya cukup parah,” ujar Camat Panawangan, Kusdinar, S.IP, Senin (3/11/2025).
Proses evakuasi korban tewas dilakukan setelah petugas kepolisian tiba di lokasi dan melakukan olah tempat kejadian perkara.
Meski kondisi hujan masih mengguyur, tim gabungan dari aparat kepolisian dan tenaga medis tetap mengevakuasi jasad korban dengan hati-hati.
“Evakuasi korban dilakukan saat hujan masih turun cukup deras,” tambah Kusdinar.
Sementara itu, pelaku Far berhasil diamankan oleh petugas bersama warga sekitar tak lama setelah kejadian.
Ia ditangkap di lokasi kejadian tanpa perlawanan berarti, kemudian dibawa ke Polsek Panawangan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak kepolisian masih melakukan pendalaman terhadap motif pelaku.
Dugaan sementara, aksi brutal tersebut dipicu oleh kondisi kejiwaan pelaku yang tidak stabil setelah kembali dari luar kota.
Peristiwa ini menimbulkan shock dan keprihatinan mendalam di kalangan masyarakat Desa Indragiri dan sekitarnya.
Meskipun tidak menimbulkan keributan besar saat kejadian berlangsung, kabar tentang tragedi berdarah tersebut dengan cepat menyebar dan membuat warga Ciamis gempar.
Warga berharap agar pihak berwenang dapat melakukan pemeriksaan psikologis terhadap pelaku serta memberikan pendampingan bagi keluarga korban yang selamat.
Tragedi ini menjadi pengingat penting tentang perlunya perhatian terhadap kesehatan mental masyarakat, terutama bagi mereka yang baru kembali dari perantauan dan menghadapi tekanan psikologis.





