
Proyek pembangunan Masjid Agung Al Qausain di Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, akhirnya mendapatkan kepastian akselerasi pasca menerima suntikan dana segar total sebesar Rp1,5 miliar dari dana aspirasi pusat dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Ciamis pada Selasa (30/05/2023).
Alokasi anggaran fantastis tersebut diserahkan secara simbolis di tengah momentum kebersamaan acara Halal Bihalal yang dihadiri langsung oleh jajaran kepala daerah, otoritas moneter, perwakilan legislatif, serta ratusan tokoh masyarakat setempat.
Langkah konkret ini menjadi angin segar bagi seluruh warga sekitar yang memang sudah lama mengidamkan keberadaan pusat peribadatan yang representatif dan megah di wilayah perkotaan Banjarsari.
Dana stimulan tersebut diharapkan mampu mempercepat proses konstruksi fisik bangunan utama agar tempat ibadah ikonik ini dapat segera dimanfaatkan secara optimal oleh umat Islam di Kabupaten Ciamis dan sekitarnya.
Oleh karena itu, percepatan pembangunan Masjid Agung Al Qausain kini diprioritaskan demi kenyamanan jemaah.
Sebagai rincian, total bantuan senilai Rp1,5 miliar ini berasal dari dua sumber pendanaan utama yang digalang melalui sinergi lintas sektor.
Bantuan pertama senilai Rp500 juta difasilitasi oleh Dr. Agun Gunandjar Sudarsa, Bc.I.P., M.Si., anggota DPR RI Komisi XI Daerah Pemilihan (Dapil) Jawa Barat X, melalui program kemitraan strategis dengan Bank Indonesia (BI).
Penyerahan dana hibah untuk kemaslahatan umat ini disaksikan langsung oleh Kepala Kantor Perwakilan Wilayah (KPW) Bank Indonesia Tasikmalaya sebagai bentuk pertanggungjawaban program sosial pasca-pandemi agar pembangunan Masjid Agung Al Qausain berjalan mulus.
Ringkasan Berita
Sinergi Anggaran Pusat dan Daerah demi Fasilitas Publik
Sementara itu, guna memperkuat pembiayaan makro tersebut, Bupati Ciamis, Herdiat Sunarya, turut melengkapi alokasi dana dengan menyerahkan bantuan hibah keagamaan daerah yang bersumber dari APBD Kabupaten Ciamis senilai Rp1 miliar.
Dengan demikian, akumulasi dana segar yang langsung dikelola oleh panitia pembangunan Masjid Agung Al Qausain per hari ini resmi menyentuh angka miliaran rupiah, menandai babak baru infrastruktur religi di kawasan tersebut.
Usai prosesi penyerahan bantuan secara simbolis, legislator senior asal Banjarsari, Agun Gunandjar Sudarsa, menegaskan bahwa pemenuhan sarana keagamaan ini merupakan perwujudan nyata dari fungsi representasi kedewanan di tingkat pusat.
Menurutnya, aspirasi dari akar rumput mengenai perlunya perbaikan fasilitas ibadah massal harus diperjuangkan secara maksimal demi kemaslahatan umat agar kelanjutan pembangunan Masjid Agung Al Qausain tidak lagi mengalami kendala teknis ataupun finansial.
Sebagai wakil rakyat, sudah menjadi kewajiban konstitusional dan moral bagi Agun untuk terus mendorong serta mengawal aspirasi masyarakat Banjarsari.
“Terlebih, agenda pembangunan Masjid Agung Al Qausain ini memang telah lama didambakan dan dinantikan realisasinya oleh warga setempat,” ujar politisi senior dari Partai Golkar tersebut dengan penuh komitmen.
Lebih lanjut, Agun menyampaikan apresiasi serta rasa terima kasih yang mendalam kepada jajaran direksi Bank Indonesia, para direktur jenderal di lingkungan Kementerian Keuangan Republik Indonesia, serta pihak perbankan pelat merah seperti Bank BRI, Bank BNI, dan Bank Mandiri yang senantiasa konsisten memberikan dukungan penuh bagi realisasi infrastruktur sosial.
Sepanjang kiprah politiknya di parlemen, tercatat akumulasi bantuan kemitraan yang telah disalurkan untuk membantu kelancaran pembangunan Masjid Agung Al Qausain di wilayah tersebut telah mencapai angka Rp2,9 miliar.
Modernisasi Transparansi Keuangan Lewat QRIS Masjid
Namun, selain memberikan sokongan materiel, legislator pusat ini juga memberikan edukasi penting mengenai tata kelola keuangan modern dalam proses pembangunan Masjid Agung Al Qausain.
Guna mencegah potensi penyalahgunaan serta menjaga tingkat kepercayaan publik (public trust) secara berkelanjutan, ia menyarankan agar badan pengelola atau panitia segera mengadopsi sistem digitalisasi keuangan berupa sistem pembayaran nirkontak Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS).
Agar seluruh pengelolaan dana umat ini dapat betul-betul amanah dan akuntabel, Agun sangat menyarankan panitia segera meluncurkan QR Code atau QRIS khusus untuk masjid tersebut.
“Langkah digitalisasi ini akan mempermudah para donatur dari berbagai daerah untuk menyumbangkan materinya kapan saja tanpa sekat birokrasi, sekaligus menjamin pencatatan dana masuk secara real-time dan transparan demi menunjang tata kelola pembangunan Masjid Agung Al Qausain,” tambah Agun memberikan saran taktis.
Di tempat yang sama, Bupati Ciamis, Herdiat Sunarya, mengakui bahwa alokasi Rp1 miliar yang bersumber dari anggaran daerah sebenarnya belum sepenuhnya ideal untuk merampungkan seluruh klaster arsitektur masjid secara instan.
Keterbatasan fiskal daerah serta adanya pemulihan pos anggaran pasca-pandemi memaksa pemerintah daerah menetapkan skala prioritas yang ketat, meskipun urgensi pembangunan Masjid Agung Al Qausain tetap menempati posisi atas.
Menggelorakan Kembali Gerakan Infak dan Sodaqoh Swadaya
Sebagai solusi alternatif jangka panjang, Herdiat menginstruksikan aparatur sipil negara di tingkat lokal untuk bergerak aktif memicu semangat gotong royong warga.
Pihaknya menilai kesuksesan finansial dalam skema pembangunan Masjid Agung Al Qausain tidak boleh hanya bergantung pada bantuan stimulan pemerintah, melainkan harus ditopang oleh kesadaran swadaya masyarakat melalui infak dan sodaqoh yang terorganisasi dengan baik.
“Kami menyadari ada keterbatasan anggaran daerah, oleh karena itu salah satu upaya strategis yang pemerintah lakukan untuk percepatan pembangunan Masjid Agung Al Qausain ini adalah dengan menggelorakan kembali gerakan infak dan sodaqoh massal di kalangan masyarakat secara masif,” urai Herdiat Sunarya dalam sambutannya.
Bupati juga secara khusus meminta camat, kepala desa, hingga ketua rukun warga di wilayah Banjarsari untuk bertindak sebagai motor penggerak kampanye kebaikan ini.
Di akhir pidatonya, Herdiat menyampaikan rasa terima kasih atas kerja keras seluruh elemen yang terlibat dalam mengawal pembangunan Masjid Agung Al Qausain tersebut.
Dengan kebersamaan semua pihak, target penyelesaian tempat ibadah megah ini diyakini akan tercapai tepat waktu.
Ia meyakini bahwa kolaborasi solid antara pemerintah daerah, wakil rakyat di DPR RI, lembaga keuangan negara, serta partisipasi aktif warga lokal merupakan kunci utama keberhasilan pembangunan daerah.
Kebersamaan yang erat dinilai mampu menyelesaikan berbagai tantangan infrastruktur di Kabupaten Ciamis demi mewujudkan masyarakat yang religius dan sejahtera.





