
Sinergi Foundation bersama Unit Pengelola Zakat dan Dana Kebajikan (UPZDK) Permata Bank Syariah kembali memperkuat komitmen sosial.
Langkah strategis ini direalisasikan lewat program pembangunan jembatan zakat di Jawa Barat guna membuka keterisolasian kawasan pelosok.
Infrastruktur penyeberangan ini diharapkan mampu membuka akses pendidikan, layanan kesehatan, hingga mobilitas ekonomi masyarakat perdesaan.
Selama ini, keterbatasan sarana penghubung menjadi hambatan utama warga lokal dalam menjalankan aktivitas harian secara aman dan efisien.
Komitmen berlanjut tersebut ditandai melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) di Kantor Pusat Permata Bank, Gedung World Trade Center (WTC) II, Jakarta Selatan.
Penandatanganan penting ini dihadiri langsung oleh para pimpinan kedua belah pihak sebagai bentuk transparansi tata kelola dana umat.
Direktur Sinergi Amil Zakat, Waeli Mohdan, CEO Sinergi Foundation, Ima Rachmalia, serta Ketua UPZDK Permata Bank Syariah, Awaludin Gumbira, tampak hadir meresmikan sinergi.
Momen penandatanganan tersebut menjadi tolok ukur baru pengelolaan dana zakat produktif yang berdampak nyata bagi masyarakat luas.
Sebelum proses fisik dimulai, seluruh titik lokasi sasaran akan melalui tahap asesmen teknis serta sosial secara komprehensif.
Langkah evaluatif ini krusial untuk memastikan bahwa proyek pembangunan jembatan zakat di Jawa Barat benar-benar menjawab kebutuhan riil warga setempat secara berkelanjutan.
Manfaat Strategis Pembangunan Jembatan Zakat di Jawa Barat Bagi Umat
Kolaborasi strategis ini merupakan bentuk keberlanjutan dari kemitraan erat yang telah terbangun secara konsisten sejak tahun-tahun sebelumnya.
Kemitraan teruji tersebut berhasil menghadirkan berbagai program pemberdayaan sosial yang langsung menyentuh akar rumput di berbagai daerah.
Selain fokus pada sektor infrastruktur fisik, kerja sama ini sebelumnya telah melahirkan layanan kesehatan gratis melalui Rumah Bersalin Cuma-Cuma (RBC).
Program bantuan sosial terpadu juga rutin disalurkan kepada penerima manfaat yang membutuhkan uluran tangan secara tepat sasaran.
Pengalaman keberhasilan masa lalu membuktikan bahwa pembangunan jembatan zakat di Jawa Barat efektif memutus rantai kemiskinan dan ketertinggalan wilayah.
Sarana fisik penyeberangan terbukti menjadi urat nadi utama penghubung antar-desa yang mendongkrak produktivitas warga secara signifikan.
Enam titik yang telah selesai dibangun sebelumnya mencakup Jembatan Kramat di Banten serta Jembatan Cibareno dan Bantar Kalapa di perbatasan wilayah.
Sementara itu, wilayah Jawa Barat meliputi Jembatan Leuwitepungan, Cisarakan, dan Cibaregbeg yang kini beroperasi secara penuh.
Kehadiran jembatan-jembatan tersebut terbukti ampuh membuka keterisolasian ribuan kepala keluarga untuk menjangkau pusat layanan publik.
Warga kini dapat membawa hasil pertanian ke pasar, mengantar anak ke sekolah, serta mengakses fasilitas kesehatan tanpa mempertaruhkan keselamatan jiwa.
Oleh karena itu, keberlanjutan program pembangunan jembatan zakat di Jawa Barat menjadi prioritas utama kedua lembaga dalam rencana kerja operasional.
Evaluasi berkala terus dilakukan guna memetakan wilayah pelosok lain yang membutuhkan intervensi infrastruktur serupa secara mendesak.
Pertemuan resmi di Jakarta tersebut sekaligus dijadikan momentum evaluasi terhadap performa program-program yang telah berjalan lintas periode.
Kedua belah pihak memaparkan laporan capaian, analisis kajian dampak sosial, serta rancangan peluang pengembangan kolaborasi mendatang.
Ketua UPZDK Permata Bank Syariah, Awaludin Gumbira, menegaskan bahwa dampak pembangunan jembatan zakat di Jawa Barat melampaui fungsi fisik sebuah bangunan semata.
Kehadiran fisik infrastruktur ini secara langsung menggerakkan roda muamalah sosial dan perekonomian warga perdesaan secara nyata.
“Baik dari sisi muamalah antara penerima manfaat, sisi pendidikan, sisi kesehatan, sisi sosial, dan pemberian ekonomi, semuanya bisa terangkat dengan adanya instrumen jembatan ini,” tutur Awaludin di sela-sela agenda penandatanganan kerja sama tersebut.
Awaludin menambahkan, keberlanjutan program pembangunan jembatan zakat di Jawa Barat diharapkan mampu menjadi contoh percontohan pengelolaan zakat nasional.
Optimalisasi penyaluran dana zakat, infak, dan sedekah harus menyasar pada proyek-proyek berdampak jangka panjang bagi kemaslahatan publik.
“Mudah-mudahan dengan keberlangsungan dan tambahan kerja sama kolaborasi dengan Sinergi Foundation ini, semakin banyak masyarakat dan umat penerima manfaat dari dana zakat ini yang terangkat derajat ekonominya,” ujar Awaludin memungkas keterangannya.
Sementara itu, Direktur Sinergi Amil Zakat, Waeli Mohdan, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas kepercayaan yang kembali diberikan oleh mitra strategis mereka.
Ia menegaskan bahwa seluruh dana umat dipastikan dikelola secara profesional, transparan, serta akuntabel sesuai kaidah syariah.
Ia menilai bahwa ekspansi pembangunan jembatan zakat di Jawa Barat merupakan ikhtiar bersama dalam menghadirkan solusi konkret atas ketimpangan infrastruktur perdesaan.
Sinergi lembaga amil zakat dan sektor perbankan syariah ini membuktikan kekuatan zakat sebagai instrumen pembangunan nasional.
“Insyaallah amanah ini akan kami jalankan sebaik-baiknya. Dana umat yang dititipkan UPZDK Permata Bank Syariah kami ikhtiarkan dapat menghadirkan perubahan nyata bagi masyarakat,” kata Waeli penuh optimisme saat memberikan sambutan penutup.
Ia menekankan bahwa agenda pembangunan jembatan zakat di Jawa Barat bukan sebatas mendirikan konstruksi beton atau baja di atas sungai.
Lebih dari itu, langkah nyata ini merupakan simbol penyambung harapan warga pelosok untuk meraih masa depan yang lebih sejahtera dan bermartabat.
“Bukan sekadar membangun jembatan, tetapi membangun harapan, dan membuka akses kehidupan yang lebih baik. Semoga kolaborasi ini menjadi ikhtiar bersama dalam memperluas kebermanfaatan dan menghadirkan lebih banyak kebaikan untuk umat,” pungkas Waeli.
Masyarakat berharap agar target pembangunan jembatan zakat di Jawa Barat dapat rampung sesuai estimasi waktu yang telah direncanakan.
Dengan berdirinya jembatan-jembatan baru tersebut, konektivitas perdesaan Jawa Barat diyakini akan semakin tangguh dan mandiri secara ekonomi.





