
Sebanyak 22 calon pemain PSGC Ciamis jalani medical check up secara menyeluruh di Stadion Atletik Linggabuana, Desa Linggasari, Kabupaten Ciamis, pada Senin (3/8/2026).
Langkah krusial ini dilakukan manajemen Laskar Singacala guna memastikan kondisi fisik dan kesehatan seluruh amunisi berada dalam performa puncak.
Pemeriksaan kesehatan berskala besar saat pemain PSGC Ciamis jalani medical check up dilaksanakan untuk menyongsong kompetisi Liga 2 musim 2026/2027.
Gelaran liga tersebut dijadwalkan melakoni kick-off pada 12 September 2026 mendatang. Oleh karena itu, manajemen menerapkan seleksi tertutup yang sangat ketat agar tidak ada pemain bermasalah yang terlanjur dikontrak.
Pelatih Kepala PSGC Ciamis, Heri Kiswanto, menegaskan bahwa tahapan medis ini menjadi benteng awal pembentukan skuad yang tangguh.
Pria yang akrab disapa Coach Herkis tersebut menyatakan tidak ingin mengulang kesalahan masa lalu terkait rekrutmen pemain.
“Kami tidak ingin membeli kucing dalam karung. Harus dipastikan kondisi kesehatan dan fisik harus layak. PSGC pernah punya pengalaman rekrut pemain dengan kondisi fisik yang tidak layak. Hal serupa jangan sampai terjadi lagi,” tegas Herkis kepada awak media di Stadion Atletik Linggabuana.
Ringkasan Berita
Prosedur Ketat Saat Pemain PSGC Ciamis Jalani Medical Check Up
Menurut Coach Herkis, hasil tes kesehatan ini memiliki bobot nilai yang sangat menentukan keberlanjutan karier sang pemain. Pasalnya, calon pilar yang tidak lolos standar medis otomatis akan tersingkir dari proses seleksi tahap berikutnya.
Aturan ketat saat pemain PSGC Ciamis jalani medical check up berlaku menyeluruh tanpa terkecuali bagi seluruh jajaran pemain.
Baik wajah lama maupun amunisi baru wajib mematuhi standar tersebut. Bahkan, para pemain yang belum sempat hadir pada hari pertama diwajibkan menyusul untuk melakoni tes serupa.
“Bagi calon pemain yang belum datang hari ini juga harus mengikuti tahapan MCU terlebih dahulu. Tidak ada dispensasi khusus,” tambah pelatih berpengalaman tersebut.
Guna menjaga kelancaran dan akurasi hasil tes ketika pemain PSGC Ciamis jalani medical check up, proses pemeriksaan ini melibatkan sedikitnya 20 tenaga medis profesional.
Para tenaga kesehatan tersebut merupakan gabungan dari RSUD Ciamis, RSOP Ciamis, Puskesmas Cipaku, Labkesda Ciamis, hingga Pengurus Daerah Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Ciamis.
Tim ahli tersebut juga diperkuat oleh lima dokter spesialis berpengalaman. Salah satu figur penting yang hadir langsung memantau adalah dokter spesialis orthopedi dari RSOP Ciamis untuk memeriksa ketahanan tulang para atlet.
Sebelum proses pengujian dimulai saat pemain PSGC Ciamis jalani medical check up, para pemain terlebih dahulu mendapatkan pengarahan taktis dari koordinator tim medis PSGC, dr. Rizali Sofyan, MM.
Selain itu, hadir pula owner RSOP Ciamis dr. H. Iman Solichin, Sp.OT (K) Spine, serta pelatih kepala Heri Kiswanto.
Koordinator tim medis, dr. Rizali Sofyan, menjelaskan bahwa serangkaian tes komprehensif disiapkan untuk menguji ketahanan tubuh atlet.
Pengujian tersebut mencakup cek fisik dasar seperti pengukuran tinggi dan berat badan, pemeriksaan elektrokardiogram (EKG) jantung, tekanan darah, hingga uji laboratorium tes urine.
Selain tes fungsi organ dalam, tim medis juga mengukur kapasitas paru-paru dan stamina melalui tes VO2Max.
Pengukuran kepadatan tulang secara orthopedi juga menjadi fokus utama guna meminimalkan risiko cedera berulang saat kompetisi resmi bergulir nanti.
“Rekomendasi yang keluar nanti sifatnya mutlak, yaitu layak atau tidak layak (eligible atau not eligible). Bagi pemain yang rekomendasinya tidak layak, ya terpaksa tak bisa mengikuti tahapan seleksi berikutnya,” jelas dr. Rizali.
Kombinasi Skuad Senior dan Mantan Bintang Persib Bandung
Dari total 22 nama yang hadir ketika pemain PSGC Ciamis jalani medical check up tersebut, sebanyak 13 orang di antaranya merupakan pilar lama PSGC Ciamis.
Nama-nama populer seperti Ganjar Kurniawan, Denia ‘si Kuda’, Aldi Imron, Izmir, Ghani, Akmal, Hercules, Elang Shandi, hingga Sidang Iskus tampak hadir mengikuti instruksi medis.
Sementara itu, kejutan hadir dari deretan pemain baru yang mengikuti seleksi tertutup ini. Manajemen sukses mendatangkan dua mantan penggawa Persib Bandung, yakni Yandi Sofyan dan Beni Oktavianto, untuk memperkuat daya gedor tim.
Kehadiran para pemain bintang saat pemain PSGC Ciamis jalani medical check up membuktikan keseriusan PSGC Ciamis untuk membidik target tinggi pada gelaran Liga 2 mendatang.
Kehadiran amunisi anyar tersebut diharapkan mampu mengangkat mental bertanding tim secara keseluruhan.
Di sisi lain, keterlibatan institusi medis secara mendalam ini menjadi catatan sejarah tersendiri bagi dunia olahraga lokal. Owner RSOP Ciamis, dr. H. Iman Solichin, mengaku terkesan dengan kolaborasi lintas profesi ini.
dr. Iman mengungkapkan bahwa selama puluhan tahun berkarier di bidang kedokteran, baru kali ini ia terlibat langsung dalam penanganan tim sepak bola profesional.
Pengalaman ini memberikan perspektif baru bagi jajaran RSOP Ciamis dalam mendukung kemajuan olahraga daerah.
“Ini sejarah baru bagi karier medis saya. Kami menyadari bahwa pemain sepak bola sangat rentan mengalami cedera, terutama pada bagian tulang dan persendian,” tutur dr. Iman.
Ia menambahkan bahwa cedera berat sebenarnya bisa dicegah apabila pemain dan manajemen memahami pola proteksi tubuh secara ilmiah.
Karena itu, ketika seluruh pemain PSGC Ciamis jalani medical check up, pihak RSOP berkomitmen memberikan pendampingan edukatif secara berkelanjutan selama musim kompetisi berlangsung.
“Kami siap berbagi ilmu dengan pemain, pelatih, ofisial, maupun manajemen agar para atlet bisa tampil maksimal tanpa bayang-bayang cedera parah,” pungkas dr. Iman.
Dengan berakhirnya tahapan medis awal ini, tim pelatih kini mengantongi data fisik objektif seluruh pemain.
Skuad Laskar Singacala diharapkan bisa segera melangkah ke pemusatan latihan taktis setelah seluruh pemain PSGC Ciamis jalani medical check up dinyatakan lolos secara resmi.





