
Bupati Ciamis, Herdiat Sunarya, secara resmi menghadiri sekaligus memimpin kegiatan Panen Raya Jagung Ciamis yang berlokasi di lahan PTPN VIII Kebun Batulawang, Desa Tanjungjaya, Kecamatan Cisaga, pada Rabu (1/2/2023).
Momentum ini bukan sekadar seremoni pertanian biasa, melainkan sebuah langkah strategis dalam memperkuat benteng ketahanan pangan daerah di tengah ancaman krisis global.
Dalam sambutannya, Herdiat memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Komandan Kodim (Dandim) 0613 Ciamis yang telah menginisiasi kolaborasi produktif dengan kelompok tani dan masyarakat setempat.
Sinergi antara TNI dan rakyat ini dinilai menjadi kunci utama dalam mengoptimalkan lahan produktif demi kesejahteraan masyarakat Tatar Galuh.
Ringkasan Berita
Panen Raya Jagung Ciamis Menjawab Tantangan Krisis Pangan Global
Kegiatan Panen Raya Jagung Ciamis ini berlangsung di tengah kekhawatiran dunia terhadap stabilitas pasokan pangan.
Herdiat menegaskan bahwa langkah nyata yang dilakukan oleh jajaran Kodim 0613 Ciamis sangatlah relevan dengan kondisi geopolitik saat ini.
Dampak peperangan antara Ukraina dan Rusia telah memicu inflasi pangan yang dirasakan oleh berbagai negara di dunia.
“Apa yang telah dilakukan Dandim 0613 Ciamis bersama masyarakat hari ini adalah jawaban nyata yang sangat kita butuhkan. Saat ini, dunia sedang menghadapi isu krisis pangan yang serius akibat konflik internasional,” ujar Herdiat di sela-sela kegiatan panen.
Namun, Bupati yang dikenal dekat dengan petani ini menyatakan optimisme yang besar bagi wilayahnya.
Ia meyakini bahwa Kabupaten Ciamis memiliki fondasi yang kuat untuk bertahan, bahkan mandiri, di tengah terjangan badai krisis tersebut.
Hal ini didasarkan pada demografi penduduk Ciamis yang mayoritas berprofesi sebagai pahlawan pangan.
Dengan nada penuh optimisme, Herdiat meyakini bahwa Ciamis memiliki ketangguhan untuk menghadapi ancaman krisis tersebut.
Keyakinan ini berakar pada struktur demografi wilayahnya, di mana sekitar 60 persen warganya berprofesi sebagai petani.
Selain itu, ia juga menilai masyarakat Ciamis memiliki keterampilan mumpuni serta tekad yang kuat dalam mengolah lahan pertanian.
Peluang Emas di Balik Tingginya Kebutuhan Pasar
Selain sebagai langkah mitigasi krisis, Panen Raya Jagung Ciamis juga menyoroti potensi ekonomi yang luar biasa besar namun belum tergarap secara maksimal.
Herdiat mengungkapkan sebuah data menarik mengenai konsumsi jagung di wilayahnya.
Menurutnya, kebutuhan lokal untuk komoditas jagung di Ciamis mencapai angka 56 ton per hari.
Ironisnya, angka kebutuhan yang besar tersebut hingga saat ini belum mampu terpenuhi sepenuhnya oleh produksi lokal.
Selisih antara permintaan dan penawaran ini dipandang Herdiat sebagai peluang emas bagi masyarakat, khususnya generasi muda, untuk kembali melirik sektor pertanian sebagai ladang bisnis yang menjanjikan.
Lebih lanjut, Herdiat memaparkan betapa lebarnya celah pasar komoditas jagung di tingkat lokal.
Ia mencatat bahwa angka kebutuhan harian yang menembus 56 ton hingga kini masih belum mampu dipenuhi secara mandiri.
Mengingat wilayah Kabupaten Ciamis yang luas dengan karakteristik tanah yang sangat subur, ia menilai hal ini sebagai peluang ekonomi yang tak boleh dilewatkan.
Menurutnya, kunci utama untuk memaksimalkan potensi tersebut kini sepenuhnya bergantung pada kemauan masyarakat dalam mengolah lahan yang ada.
Ia mendorong agar masyarakat tidak lagi ragu untuk menanam, mengingat kepastian pasar sudah tersedia di depan mata.
Kemandirian pangan di tingkat daerah diharapkan dapat menekan ketergantungan pasokan dari luar wilayah.
Strategi Harga: Perkuat BUMD dan Gandeng DPRD
Meskipun potensi produksi sangat besar, Herdiat tidak menutup mata terhadap tantangan klasik yang sering dihadapi petani: anjloknya harga saat musim panen melimpah.
Ketidakstabilan harga seringkali membuat petani merugi meskipun hasil panen secara kuantitas sangat baik.
Menyikapi hal tersebut, Pemerintah Kabupaten Ciamis bersama Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) tengah menggodok skema perlindungan bagi petani.
Salah satu strategi utamanya adalah dengan memperkuat peran Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) sebagai penyerap hasil panen (off-taker).
Untuk mengantisipasi fluktuasi harga yang kerap merugikan petani saat stok melimpah di musim panen, Herdiat memastikan bahwa jajaran pemerintah daerah dan DPRD kini tengah mematangkan skema penguatan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).
Langkah strategis ini disiapkan agar BUMD mampu mengintervensi pasar sebagai stabilisator harga, sehingga para petani tetap bisa menikmati keuntungan yang adil dari hasil panen mereka.
Kolaborasi TNI: Pemanfaatan Lahan 11 Hektar
Sementara itu, Dandim 0613 Ciamis, Letkol Inf Wahyu Alfiyan, menjelaskan bahwa program penanaman jagung ini merupakan instruksi langsung dari Pemerintah Pusat guna menjaga stabilitas nasional melalui ketahanan pangan.
TNI tidak hanya bertugas dalam aspek pertahanan fisik, tetapi juga pertahanan kedaulatan pangan.
“Penanaman jagung oleh Kodim 0613 ini adalah wujud nyata tindak lanjut instruksi pusat. Kami memanfaatkan lahan seluas kurang lebih 11 hektar di PTPN VIII Batulawang melalui sistem pinjam pakai,” jelas Letkol Inf Wahyu.
Lahan seluas itu digarap secara kolaboratif bersama kelompok tani dan masyarakat sekitar. Pemilihan jagung didasarkan pada kondisi topografi dan kualitas tanah di wilayah Cisaga yang sangat mendukung pertumbuhan tanaman tersebut.
“Kondisi tanahnya sangat baik. Kami berharap hasil dari Panen Raya Jagung Ciamis ini dapat memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat serta membantu memenuhi cadangan pangan daerah,” pungkasnya.
Hadirnya program Panen Raya Jagung Ciamis menjadi bukti bahwa sinergi lintas sektoral antara pemerintah daerah, aparat keamanan, dan masyarakat adalah formula terbaik dalam mewujudkan Ciamis yang mandiri dan berdaya saing di sektor agraris.





