Berita

Panen Raya Jagung di Ciamis; Langkah Nyata Herdiat Sunarya Amankan Pasokan Pangan Daerah

Panen Raya Jagung di Ciamis sukses digelar guna mengantisipasi krisis pangan global. Simak strategi Pemkab Ciamis perkuat BUMD di sini!

Kegiatan Panen Raya Jagung di Ciamis secara resmi digelar sebagai langkah konkret dalam memperkuat ketahanan pangan daerah. Bupati Ciamis, Herdiat Sunarya, hadir langsung untuk memimpin jalannya panen komoditas strategis tersebut.

Langkah ini diambil sebagai bentuk respons cepat pemerintah daerah dalam menghadapi ancaman krisis pangan global. Pemerintah daerah sangat mengapresiasi kolaborasi aktif dari seluruh elemen masyarakat dan jajaran TNI.

Acara yang berlangsung meriah ini dipusatkan di lahan PTPN VIII Kebun Batulawang, Desa Tanjungjaya, Kecamatan Cisaga, Kabupaten Ciamis.

Kehadiran para pejabat publik menegaskan pentingnya pelaksanaan momentum Panen Raya Jagung di Ciamis di masa pemulihan ekonomi saat ini.

Sinergi Kodim 0613 dalam Panen Raya Jagung di Ciamis

Bupati Ciamis, Herdiat Sunarya, menyampaikan apresiasi yang sangat tinggi kepada Dandim 0613 Ciamis. Pihak TNI dinilai sukses membangun kemitraan yang produktif dengan kelompok tani dalam menyukseskan program Panen Raya Jagung di Ciamis.

Kerja sama dalam menanam jagung ini dianggap sebagai contoh nyata pemanfaatan potensi daerah yang optimal. Menurut Herdiat, inisiatif dari Dandim 0613 Ciamis merupakan terobosan agraria yang memang sangat dibutuhkan oleh daerah.

Pasalnya, saat ini masyarakat dunia sedang dihadapkan pada ancaman nyata krisis pangan global. Ketegangan geopolitik internasional, seperti konflik antara Ukraina dan Rusia, turut memperparah rantai pasok komoditas global.

Oleh karena itu, kemandirian pangan di tingkat kabupaten menjadi kunci utama pertahanan daerah. Kegiatan Panen Raya Jagung di Ciamis ini membuktikan bahwa wilayah ini memiliki potensi besar untuk berdaulat di sektor pertanian.

Herdiat juga menyatakan optimisme yang tinggi bahwa wilayah Kabupaten Ciamis akan mampu melewati tantangan krisis global tersebut dengan baik. Dasar dari rasa optimistis ini adalah karakteristik sosiologis masyarakat Tatar Galuh yang mayoritas bergerak di sektor agraris.

Baca Juga :  SMKN 2 Ciamis Bungkam SMAN 1 Sindangkasih dengan Skor Telak 5-0

“Kalau di Ciamis, saya yakini kita semua akan mampu menghadapi ancaman krisis tersebut. Pasalnya, sebanyak 60 persen dari total masyarakat kita adalah petani yang produktif,” ungkap Herdiat dengan penuh keyakinan.

Peluang Pasar Komoditas Jagung Lokal

Meskipun potensi pertanian sangat besar, tantangan pemenuhan kebutuhan pasar lokal masih menjadi pekerjaan rumah bersama. Namun, momentum Panen Raya Jagung di Ciamis ini diharapkan mampu memicu semangat kelompok tani lain untuk lebih produktif.

Berdasarkan data pemetaan terbaru, kebutuhan lokal untuk komoditas jagung di wilayah ini mencapai angka 56 ton per hari. Jumlah yang cukup fantastis tersebut ternyata hingga kini belum mampu terpenuhi secara menyeluruh oleh produksi lokal.

Situasi defisit pasokan ini dinilai sebagai sebuah momentum emas yang harus segera diambil oleh para pelaku usaha tani. Kondisi pasar yang masih terbuka lebar ini dipandang mampu menjadi peluang besar bagi para petani lokal untuk meningkatkan skala produksi.

Kabupaten Ciamis dianugerahi wilayah geografis yang sangat luas serta karakteristik topografi yang sangat mendukung. Oleh sebab itu, agenda besar seperti Panen Raya Jagung di Ciamis harus terus diagendakan secara rutin setiap tahunnya.

Namun, ketersediaan lahan yang subur tentu tidak akan memberikan dampak signifikan tanpa adanya komitmen dari para pelaku sosiologisnya.

Peningkatan produksi nasional membutuhkan konsistensi dan kemauan kuat dari seluruh masyarakat untuk terus menanam secara berkelanjutan.

Strategi Pemkab Stabilkan Harga Pasca Panen

Selain fokus pada peningkatan volume produksi, pemerintah daerah juga menaruh perhatian serius pada aspek pasca-panen. Keberhasilan program Panen Raya Jagung di Ciamis jangan sampai terkendala oleh anjloknya harga jual di tingkat petani jelang tengkulak.

Herdiat menambahkan, fluktuasi harga saat musim panen tiba sering kali merugikan pihak petani akibat permainan spekulan. Ketika stok jagung melimpah ruah, harga jual di tingkat petani cenderung merosot tajam di bawah biaya produksi.

Baca Juga :  32 Sekolah Rusak Berat di Ciamis Jadi Perhatian Serius Pemerintah Daerah

Menyikapi persoalan yang berulang ini, Pemerintah Kabupaten Ciamis bersama pihak DPRD tidak tinggal diam.

Kedua lembaga ini tengah menyusun regulasi dan strategi komprehensif untuk melindungi kesejahteraan para petani dari kerugian finansial.

“Dengan adanya permasalahan ini, kami dari Pemerintah Daerah bersama rekan-rekan di DPRD tengah berupaya keras mengatasi masalah tersebut. Salah satu langkah konkretnya adalah dengan memperkuat peran BUMD,” ucap Herdiat.

Penguatan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) ini diharapkan dapat berfungsi sebagai penyerap hasil panen dengan harga yang layak dan stabil.

Melalui skema tersebut, euforia Panen Raya Jagung di Ciamis akan membawa dampak kesejahteraan yang nyata bagi para petani.

Optimalisasi Lahan Tidur untuk Ketahanan Pangan

Sementara itu, Dandim 0613 Ciamis, Letkol Inf Wahyu Alfiyan, menjelaskan bahwa program ketahanan pangan ini merupakan wujud nyata implementasi kebijakan pusat.

Menurutnya, kesuksesan Panen Raya Jagung di Ciamis berakar dari pemanfaatan lahan tidur yang produktif.

“Lahan yang kami pinjam ini merupakan hasil kerja sama resmi dengan pihak PTPN VIII Kebun Batulawang. Total luas lahan yang kami optimalkan bersama kelompok tani dan masyarakat sekitar mencapai 11 hektar,” urai Letkol Inf Wahyu Alfiyan.

Luasan lahan tersebut sepenuhnya dikelola dengan melibatkan partisipasi aktif dari kelompok tani lokal guna memberikan dampak ekonomi langsung.

Pihak TNI bertindak sebagai fasilitator yang menyediakan akses lahan hingga pendampingan teknis.

Melalui manajemen budidaya yang baik, program pemanfaatan lahan tidur ini diharapkan dapat menjadi percontohan bagi daerah lain di Jawa Barat.

Keberhasilan pelaksanaan Panen Raya Jagung di Ciamis diharapkan dapat memicu gerakan serupa demi tercapainya kemandirian pangan nasional yang kokoh.

Back to top button

Eksplorasi konten lain dari Reportasee.com™

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca