
Sebanyak 498 mahasiswa peserta KKN Unigal Ciamis resmi diterjunkan ke tengah masyarakat setelah dilepas langsung oleh Bupati Ciamis, Herdiat Sunarya.
Acara pelepasan yang berlangsung khidmat ini digelar pada hari Selasa (31/1/2023) bertempat di area Pendopo Bupati Ciamis.
Program pengabdian ini diharapkan mampu menjadi motor penggerak ekonomi warga desa, terutama dalam menghadapi tantangan resesi global yang mengintai pada tahun ini.
Wakil Rektor 1 Universitas Galuh (Unigal), Agus Yuniawan Isyanto, memaparkan rincian teknis terkait agenda akademik tahunan tersebut.
Menurutnya, pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (PPM) Periode I Tahun Akademik 2022/2023 ini diikuti oleh ratusan agen perubahan.
Mahasiswa yang berpartisipasi merupakan perwakilan dari seluruh fakultas dan jurusan yang ada di lingkungan kampus kebanggaan Tatar Galuh tersebut.
“Kegiatan pengabdian masyarakat ini dijadwalkan berlangsung secara intensif selama lebih dari satu bulan. Tepatnya, para mahasiswa akan mengabdi mulai dari tanggal 31 Januari hingga berakhir pada 2 Maret 2023 mendatang,” jelas Agus di sela-sela acara pelepasan di Pendopo.
Sebelum diterjunkan ke lapangan, para mahasiswa dipastikan telah mendapatkan serangkaian pembekalan komprehensif dari pihak kampus.
Hal ini bertujuan agar program kerja yang dicanangkan selaras dengan kebutuhan masyarakat dan mampu memberikan dampak positif yang terukur, bukan sekadar menggugurkan kewajiban Satuan Kredit Semester (SKS).
Ringkasan Berita
Sinergi KKN Unigal Ciamis untuk Ekonomi Berkelanjutan
Mengusung tema besar “Peningkatan Ekonomi yang Berkelanjutan melalui Program KKN PPM Universitas Galuh Tahun 2023″, program ini menargetkan pemulihan dan penguatan finansial masyarakat pascapandemi.
Mahasiswa didorong untuk menjadi fasilitator bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta menggali potensi unggulan di setiap desa binaan.
Wilayah sasaran pengabdian KKN Unigal Ciamis pada periode ini difokuskan di empat kecamatan strategis yang berada di wilayah administratif Kabupaten Ciamis.
Keempat lokasi tersebut meliputi Kecamatan Cikoneng, Kecamatan Baregbeg, Kecamatan Sadananya, dan Kecamatan Ciamis.
Pemilihan area ini tentu telah melewati proses pemetaan potensi serta kebutuhan wilayah binaan secara matang.
Merespons dukungan dari pemerintah daerah, Agus mewakili institusi pendidikan menyampaikan apresiasi tertingginya. Ia berharap kolaborasi antara akademisi dan birokrasi ini akan terus berlanjut.
Menegaskan hal tersebut, Agus menyampaikan apresiasi yang mendalam kepada Pemerintah Kabupaten Ciamis atas kerja sama yang telah terjalin dengan baik.
Ia berharap sinergi ini dapat berjalan konsisten dan berkesinambungan, sehingga inovasi yang dibawa oleh para mahasiswa mampu memberikan dampak positif serta kemajuan nyata bagi masyarakat luas.
Pesan Bupati Herdiat: Implementasikan Ilmu Sesuai Jurusan
Menyambut kedatangan ratusan agen intelektual muda peserta KKN Unigal Ciamis, Bupati Ciamis, Herdiat Sunarya, memberikan arahan penting.
Ia menekankan bahwa terjun langsung ke lingkungan masyarakat adalah ruang ujian sebenarnya bagi kaum akademisi.
Ini menjadi momentum emas bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan segala teori yang selama ini dijejalkan di bangku perkuliahan.
Lebih lanjut, orang nomor satu di Kabupaten Ciamis ini menaruh harapan besar agar program pengabdian tersebut membawa angin segar di empat kecamatan sasaran.
Mahasiswa dituntut agar tidak eksklusif, melainkan harus mau membaur dan bekerja sama merumuskan solusi atas permasalahan warga.
Di hadapan para peserta, Bupati Herdiat menyampaikan harapannya dengan penuh optimisme.
Ia ingin kehadiran mahasiswa mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sesuai dengan disiplin keahlian dan program studi masing-masing.
Ia juga menyoroti pentingnya peran aparat desa sebagai mitra kolaborasi mahasiswa di lapangan.
“Akan sangat luar biasa dan berlipat ganda manfaatnya apabila seluruh peserta KKN mampu merajut sinergi yang kuat dengan jajaran Pemerintahan Desa di lokasi pengabdian masing-masing,” tambahnya.
Ketahanan Pangan Ciamis Jadi Tameng Hadapi Resesi 2023
Dalam sambutan pelepasan KKN Unigal Ciamis, isu ekonomi makro tak luput dari perhatian Herdiat.
Bupati secara spesifik menyinggung adanya ancaman resesi global yang diprediksi akan sangat terasa dampaknya pada tahun 2023.
Meski banyak pihak khawatir, ia memancarkan optimisme bahwa masyarakat Kabupaten Ciamis memiliki fundamental ekonomi yang tahan banting.
Keyakinan Bupati Herdiat bukan tanpa data. Berdasarkan demografi, sektor agraria menjadi urat nadi perekonomian lokal.
Mengingat mayoritas masyarakat Ciamis berprofesi sebagai petani, ketahanan pangan lokal justru sangat terjaga.
Hal ini membuat wilayah Ciamis memiliki daya lenting yang kuat saat menghadapi guncangan krisis finansial global.
“Karena tulang punggung dan mayoritas masyarakat kita adalah para pahlawan pangan atau petani, sektor ini akan menjadi benteng pertahanan paling unggul. Pertanian terbukti kuat dalam menjaga ketahanan pangan,” pungkas Herdiat menutup sambutannya.
Melalui pelepasan peserta pengabdian KKN Unigal Ciamis ini, kolaborasi yang tercipta diharapkan mampu menaikkan nilai tambah sektor pertanian lokal.
Jika mahasiswa mampu memberikan inovasi teknologi pascapanen atau literasi digital marketing kepada petani desa, ancaman resesi global di tahun 2023 bukan lagi menjadi hambatan, melainkan tantangan yang mampu ditaklukkan bersama.





