BeritaPodcast

Sukses Panen Kelima, Kelompok Tani Si Anak Bawang Wanasigra Buktikan Efisiensi Pupuk Organik

Advertisements

Kelompok Tani Si Anak Bawang di Dusun Margasari, Desa Wanasigra, Kecamatan Sindangkasih, kembali membuktikan potensi besar komoditas hortikultura di wilayahnya.

Pada Senin (16/02/2026), kelompok tani ini sukses melaksanakan panen bawang merah sebanyak 2 3/4 kuintal atau sekitar 275 kilogram.

Penanaman yang dilakukan di lahan seluas 30 bata ini menggunakan benih asal Brebes dengan sentuhan teknik pertanian organik yang kuat.

Keberhasilan ini menjadi catatan manis bagi kelompok yang beranggotakan 10 orang tersebut, mengingat ini merupakan panen kelima mereka hanya dalam kurun waktu satu tahun.

Rasio Panen 1:11, Hasil Melimpah dengan Pupuk Kompos

Ketua Kelompok Tani, Yayat Hidayat, mengungkapkan bahwa produktivitas lahan mereka sangat memuaskan. Dari total 25 kg benih yang ditanam, dihasilkan output mencapai 275 kg bawang merah siap jual.

Baca Juga :  Tangis Haru Janda Lansia di Ciamis Usai Rumah Reyotnya Dibantu Bupati

“Dari 1 kg benih tanam, kami bisa menghasilkan 11 kg bawang merah siap panen. Penggunaan pupuk organik seperti kompos sangat memuaskan hasilnya, kualitas bawangnya lebih bagus dan bobotnya terjaga,” ungkap Yayat dengan penuh syukur.

Advertisements

Yayat menambahkan bahwa komoditas bawang merah saat ini sangat menjanjikan secara ekonomi.

Dengan asumsi harga jual di tingkat petani sebesar Rp25.000 per kilogram, hasil panen kali ini diperkirakan mampu memberikan pemasukan yang signifikan bagi kelompok.

Masa Tanam Singkat: Hanya 58 Hari hingga Panen

Efisiensi budidaya bawang merah ini juga diamini oleh Adjat, Konsultan Pertanian yang mendampingi Kelompok Si Anak Bawang.

Baca Juga :  Anggota Pramuka Ciamis Tidak Boleh Takut Hantu

Menurutnya, penggunaan kombinasi pupuk kompos dan Pupuk Organik Cair (POC) menjadi kunci utama kecepatan masa tumbuh.

“Hanya dalam waktu 58 hari kami sudah bisa panen. Penggunaan pupuk organik sangat membantu meningkatkan kualitas hasil panen secara berkelanjutan,” tutur Adjat.

Keberhasilan Kelompok Tani Si Anak Bawang ini diharapkan menjadi inspirasi bagi kelompok tani lain di Kabupaten Ciamis, khususnya dalam memanfaatkan pupuk organik untuk menekan biaya produksi sekaligus meningkatkan kualitas komoditas lokal agar berdaya saing tinggi di pasar.

Advertisements

Back to top button

Eksplorasi konten lain dari Reportasee.com™

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker