BeritaPodcast

Momentum Hari Jadi ke-23 Kota Banjar: Sudarsono Tekankan Kemandirian dan Sinergi Regional

Peringatan Hari Jadi Kota Banjar 2026 yang ke-23 menjadi ajang refleksi pembangunan daerah otonom. Digelar dalam Rapat Paripurna DPRD, Wali Kota Banjar Ir. H. Sudarsono mengajak seluruh elemen untuk memperkuat sinergi lintas daerah demi mewujudkan kota yang mandiri dan berdaya saing di Jawa Barat.

Advertisements

Perjalanan Kota Banjar sebagai daerah otonom kini resmi menginjak usia 23 tahun pada tahun 2026.

Bukan waktu yang singkat, kota yang memisahkan diri dari Kabupaten Ciamis ini telah melewati berbagai dinamika, tantangan, dan capaian pembangunan yang signifikan hingga bertransformasi menjadi pusat pertumbuhan di perbatasan Jawa Barat dan Jawa Tengah.

Momentum bersejarah ini diperingati secara khidmat melalui Rapat Paripurna DPRD dalam rangka Hari Jadi Kota Banjar ke-23 yang dilaksanakan di Aula DPRD Kota Banjar.

Acara ini menjadi istimewa karena dihadiri oleh jajaran petinggi pemerintahan, termasuk Gubernur Jawa Barat dan sejumlah kepala daerah dari wilayah tetangga.

Siapa Saja Tokoh yang Hadir dalam Hari Jadi Kota Banjar ke-23?

Peringatan tahun ini menunjukkan kuatnya hubungan persaudaraan antar-daerah di wilayah Priangan Timur.

Terlihat hadir Bupati Ciamis, H. Herdiat Sunarya, yang datang untuk memberikan dukungan moril kepada kota “saudara muda” Ciamis tersebut.

Selain Herdiat, hadir pula Bupati Pangandaran, Bupati Kuningan, serta unsur Forkopimda dari berbagai wilayah sekitar.

Nuansa nostalgia sekaligus optimisme sangat terasa dengan kehadiran para Wali Kota Banjar dari masa ke masa, mulai dari awal berdirinya kota hingga kepemimpinan saat ini.

Kehadiran para tokoh ini menjadi simbol kesinambungan estafet kepemimpinan dalam membangun Banjar selama lebih dari dua dekade.

Baca Juga :  Bupati Ciamis Pimpin Rakor Lintas Wilayah Jelang Kunjungan Menteri Lingkungan Hidup

Apa Visi Besar Wali Kota Banjar Sudarsono untuk Masa Depan?

Dalam pidatonya, Wali Kota Banjar, Ir. H. Sudarsono, menekankan bahwa peringatan hari jadi ini tidak boleh hanya berhenti pada kegiatan seremonial tahunan.

Ia mengajak seluruh lapisan masyarakat dan birokrasi untuk menjadikan momen ini sebagai bahan refleksi atas kekurangan yang ada serta penguatan komitmen untuk masa depan.

“Perjalanan 23 tahun ini adalah hasil kerja bersama seluruh elemen masyarakat. Kita patut bersyukur atas capaian yang telah diraih, sekaligus menjadikannya motivasi untuk terus membangun Kota Banjar ke arah yang lebih baik,” papar Sudarsono di hadapan pimpinan dan anggota DPRD.

Advertisements

Ia menegaskan tiga pilar utama yang akan menjadi fokus Pemerintah Kota Banjar ke depan:

  1. Kemandirian Daerah: Optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui potensi lokal yang unik.
  2. Daya Saing: Meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan infrastruktur perkotaan.
  3. Kesejahteraan Nyata: Memastikan setiap kebijakan publik memberikan manfaat langsung yang dirasakan masyarakat di tingkat akar rumput.

Sinergi Lintas Daerah: Kunci Pembangunan Berkelanjutan

Mengingat posisi geografis Kota Banjar yang sangat strategis sebagai gerbang utama Jawa Barat bagian timur, Sudarsono menggarisbawahi pentingnya kolaborasi dengan daerah sekitar seperti Ciamis, Pangandaran, dan Kuningan.

“Kolaborasi dan kebersamaan adalah kunci. Dengan dukungan semua pihak, termasuk sinergi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, kita optimistis Kota Banjar akan terus tumbuh dan berkembang di masa yang akan datang,” tandasnya tegas.

Baca Juga :  Mengapa Fakultas Teknik Universitas Galuh Jadi Incaran Calon Insinyur di 2026?

Pembangunan berkelanjutan di Banjar tidak bisa dilakukan secara parsial.

Sudarsono berharap adanya keterpaduan program, terutama dalam sektor pariwisata regional dan konektivitas infrastruktur yang menghubungkan jalur selatan Jawa.

Sinergi ini diharapkan dapat memacu pertumbuhan ekonomi kolektif di wilayah Priangan Timur.

Refleksi 23 Tahun: Menuju Pelayanan Publik Prima

Selama dua dekade terakhir, Kota Banjar telah bertransformasi dari sebuah kecamatan menjadi kota yang memiliki fasilitas publik mumpuni, mulai dari sektor kesehatan, pendidikan, hingga penataan ruang publik yang semakin estetis.

Namun, Sudarsono mengakui masih ada tantangan besar dalam meningkatkan indeks pelayanan publik di era digital.

Pemerintah Kota Banjar berkomitmen untuk terus berinovasi dalam mempermudah akses layanan bagi warga.

Transformasi digital dalam birokrasi menjadi prioritas guna mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih dan efisien.

Peringatan Hari Jadi ke-23 ini ditutup dengan harapan agar seluruh warga Kota Banjar tetap solid dan menjaga kerukunan.

Dengan semangat kebersamaan, Kota Banjar siap melangkah menuju masa depan yang lebih cerah sebagai daerah yang mandiri, berdaya saing, dan religius sesuai visi yang selama ini diusung.

Advertisements

Back to top button

Eksplorasi konten lain dari Reportasee.com™

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker