
Anggota DPRD Kabupaten Ciamis, Mohamad Ijudin, menegaskan pentingnya membangun ekonomi kerakyatan yang bertumpu pada potensi lokal dan berpihak pada kesejahteraan masyarakat.
Pesan itu ia sampaikan dalam kegiatan Focus Group Discussion (FGD) memperingati World Cleanup Day, yang digelar di alam terbuka, Sabtu (27/9/2025) dengan suasana menyatu langsung bersama lingkungan.
Dalam paparannya, Ijudin memaparkan gagasan mengenai penguatan ekonomi masyarakat melalui tiga sektor utama: perikanan, peternakan, dan pertanian.
Tiga sektor tersebut, menurutnya, harus bersinergi dengan ekonomi kreatif, UMKM, serta perdagangan agar tercipta fondasi yang kokoh bagi kemandirian ekonomi daerah.
“Ketiga pilar ini saling terhubung dan tidak bisa dipisahkan. Jika dikelola secara optimal, akan menjadi penggerak utama kemandirian ekonomi masyarakat,” jelasnya.
Ijudin juga menyoroti pentingnya pemanfaatan lahan yang selama ini terbengkalai. Ia menegaskan, sudah saatnya masyarakat dan pemerintah memastikan tidak ada lagi tanah yang dibiarkan kosong tanpa nilai guna.
“Tanah yang tidak produktif adalah peluang besar. Bila dikelola dengan tepat, tanah itu dapat memberi manfaat nyata bagi masyarakat, baik untuk kebutuhan pangan maupun pengembangan usaha kreatif,” tegas Ketua Fraksi Kebangkitan Bangsa (FKB) DPRD Ciamis tersebut.
Dalam kesempatan itu, Ijudin menekankan bahwa persoalan lingkungan dan ketahanan pangan tidak bisa dilepaskan dari peran kepemimpinan visioner dan kemauan politik yang kuat.
Menurutnya, tanpa keberanian mengambil keputusan strategis, upaya menghadapi tantangan perubahan iklim dan kerusakan lingkungan akan semakin sulit terwujud.
“Kelestarian lingkungan harus berjalan seiring dengan penguatan ekonomi masyarakat. Pangan, energi, dan lingkungan tidak boleh dipisahkan. Perlu ada sinergi nyata antara kebijakan pemerintah, peran swasta, dan partisipasi masyarakat,” ujarnya dengan tegas.
Menutup paparannya, Ijudin berharap konsep ekonomi kerakyatan tidak hanya berhenti pada ranah wacana, melainkan benar-benar diwujudkan menjadi gerakan bersama.
“Ekonomi kerakyatan harus menjadi aksi nyata yang berdampak langsung bagi kesejahteraan rakyat. Hanya dengan kebersamaan, tujuan itu bisa tercapai,” pungkas politisi Partai Golkar tersebut.





